Serbaserbi

10 Tanda Kiamat Besar Diawali Dukhan Berikut Pandangan Sains

Hari Kiamat (Kiamat Kubro) tidak akan terjadi sebelum 10 peristiwa besar ini terjadi. Terkait urutan terjadinya tanda-tanda Kiamat ini, para ulama berbeda pendapat.

Merujuk keterangan Hadis, ada peristiwa yang berurutan dan ada yang tidak berurutan. Dalam Hadis Sahih yang diriwayatkan Imam Muslim dari Hudzaifah Bin Asid Al-Ghifari, tanda Kiamat yang pertama muncul adalah terjadinya kabut (ad-Dukhan) menyelemuti bumi.

Dalam riwayat Imam Muslim yang lain dari Abdullah bin Amr menyebutkan tanda Kiamat yang pertama kali muncul adalah terbitnya matahari dari barat.

Sementara riwayat Imam Al-Bukhari dari Anas radhiyallahu ‘anhu, pertama kali terjadi adalah api yang menggiring manusia dari timur menuju barat. Tentang kepastian urutan tanda-tanda Kiamat dan hari terjadinya hanya Allah yang tahu.

Mari kita simak Hadis 10 tanda Kiamat besar yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (SAW) dalam Hadis Sahih yang diriwayatkan Imam Muslim dan diakui para ulama.

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ قَالَ اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ مَا تَذَاكَرُونَ قَالُوا نَذْكُرُ السَّاعَةَ قَالَ إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيَأَجُوجَ وَمَأْجُوجَ وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ

Dari Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari berkata, Rasulullah SAW menghampiri kami saat kami tengah membicarakan sesuatu. Beliau bertanya, ‘Apa yang kalian bicarakan?’ Kami menjawab: ‘Kami membicarakan Kiamat.’ Lalu Beliau bersabda: “Kiamat tidaklah terjadi sehingga kalian melihat 10 tanda-tanda sebelumnya.” Rasulullah menyebut: Kabut, Dajjal, Binatang (ad-Dabbah), Terbitnya matahari dari barat, Turunnya Isa bin Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, Tiga gerhana; gerhana di timur, gerhana di barat dan gerhana di jazirah Arab, dan yang terakhir adalah api muncul dari Yaman menggiring manusia menuju tempat perkumpulan mereka.”

Sementara dalam Hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad redaksinya seperti berikut:

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ فُرَات، عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ، عَنْ حُذَيفة بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ قَالَ: أَشْرَفَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ غُرْفَةٍ وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ أَمْرَ السَّاعَةَ فَقَالَ: لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَرَوا عَشْرَ آيَاتٍ: طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَالدُّخَانُ، والدابة، وخروج يأجوج ومأجوج، وخروج عيسى بن مَرْيَمَ، وَالدَّجَّالُ، وَثَلَاثَةُ خُسُوفٍ: خَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَنَارٌ تَخْرُجُ مِنْ قَعر عَدَنٍ تَسُوقُ -أَوْ: تَحْشُرُ -النَّاسَ، تَبِيتُ مَعَهُمْ حَيْثُ بَاتُوا، وَتَقِيلُ مَعَهُمْ حَيْثُ قَالُوا”

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Furat, dari Abut Tufail, dari Huzaifah ibnu Usaid Al-Gifari yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. muncul dari kamarnya menemui kami ketika kami sedang memperbincangkan perihal hari kiamat, lalu beliau Saw. bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum kalian melihat 10 tandanya, yaitu (1) Terbitnya matahari dari arah barat, (2) Munculnya asap (di langit), (3) Munculnya binatang melata (dari bumi), (4) Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, (5) Munculnya Isa bin Maryam, (6) Munculnya Dajjal, (7) Tiga gerhana yaitu gerhana di belahan barat, (8) Gerhana di belahan timur, dan (9) Gerhana di Jazirah Arabia), serta (10) Munculnya api dari pedalaman negeri ‘Adn yang menggiring atau menghimpunkan semua manusia. Api itu ikut menginap di mana mereka menginap, dan ikut istirahat di siang hari di mana mereka istirahat di siang hari.”

Ath-Thabrani meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

خُرُوْجُ اْلآيَاتِ بَعْضُهَا عَلَـى إِثْرِ بَعْضٍ، يَتَتَابَعْنَ كَمَـا تَتَابَعَ الْخَرَزُ فِي النِّظَامِ

“Munculnya tanda-tanda (Kiamat) sebagiannya mengikuti bagian yang lain, saling mengikuti bagaikan mutiara pada sebuah rangkaian.” (HR at-Thabrani)

Bumi Gelap Gulita

Pertanda Kiamat besar akan diawali dengan peristiwa Dukhan (kabut), asap yang menyelimuti bumi. Keadaan bumi akan gelap selama 40 hari 40 malam.

Dalam satu kajiannya, Ustaz Zulkifli Muhammad Ali menyebutkan, kabut asap yang menyelimuti bumi selama 40 hari 40 malam sebagai pembuka terjadinya tanda besar Kiamat. Dukhan akan terjadi pada fase ke-4 umat Islam, dimana fase kediktatoran merajalela.

Belum diketahui secara pasti apa penyebabnya dan kapan terjadinya, yang jelas Dukhan terjadi ketika maksiat sudah dipertontonkan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ

Maka tunggulah hari ketika langit membawa Dukhan (kabut) yang nyata yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih.” (QS Ad-Dukhan Ayat 10-11)

Imam Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan, makna Dukhan ada tiga pendapat, yaitu:

1. Ad-Dukhan adalah salah satu tanda hari Kiamat yang belum terjadi. Di antara yang berpendapat demikian adalah Ali, Ibnu Abbas, Ibnu ‘Amr, Abu Hurairah, Zaid bin Ali, Al Hasan dan Ibnu Abi Mulaikah.

2. Ad-Dukhan adalah khayalan yang menimpa kaum Quraisy ketika mereka mengalami kelaparan ekstrem atas doa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Sehingga orang-orang ketika itu seperti melihat dukhan (asap) di antara langit dan bumi. Ini adalah pendapat Ibnu Mas’ud.

3. Ad-Dukhan adalah debu yang mengepul di hari Fathu Makkah sehingga menutupi langit. Ini adalah pendapat Abdurrahman Al-A’raj.

Disebutkan, Dukhan ini bentuknya berupa asap yang apabila mengenai orang Muslim maka mereka merasakan seperti pilek. Sedangkan jika mengenai orang kafir akan keluar cairan dari kuping mereka dan merasakan kesakitan luar biasa.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu, Nabi bersabda:

يَأْتي النَّاسَ يَومَ القِيَامَةِ دُخَانٌ، فَيَأْخُذُ بأَنْفَاسِهِمْ حتَّى يَأْخُذَهُمْ منه كَهَيْئَةِ الزُّكَامِ

“Akan datang Dukhan (asap) kepada manusia di hari Kiamat, yang memasuki pernapasan mereka, sehingga mereka akan merasakan seperti pilek.” (HR Muslim 2798)

Dari Abu Malik Al-Asy’ari, Nabi bersabda: “Sesungguhnya Rabb kalian memperingatkan kalian dari tiga hal: asap yang jika mengenai orang Muslim maka mereka merasakan seperti pilek. Sedangkan jika mengenai orang kafir maka mereka akan sesak nafas dan keluar cairan dari kuping mereka, kemudian yang kedua munculnya Dabbah dan yang ketiga munculnya Dajjal.” (HR at-Thabrani, dihasankan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya, 7/235)

Pandangan Sains Terhadap Dukhan

Ketika langit membawa kabut yang tampak jelas (Dukhan) merupakan satu peristiwa yang amat mengerikan, sebagaimana firman-Nya dalam Surat Ad-Dukhan Ayat 10-11 di atas. Ketika itu langit membawa kabut, yaitu debu yang beterbangan dari tanah akibat kekeringan berkepanjangan yang tampak jelas bagi mereka.

Menurut kajian ilmiah, pada hari Kiamat nanti akan diawali dengan adanya benturan dahsyat antara bumi dengan benda-benda langit (planet atau asteroida lainnya). Benturan ini diperkirakan akan menyebabkan berhamburannya material bumi maupun benda langit tadi dalam jumlah yang sangat-sangat besar.

Material tersebut berhamburan ke angkasa seperti awan debu (ad dukhan) dalam jumlah yang sangat besar. Awan debu inilah yang kemungkinan akan meyelimuti atmosfer bumi sehingga sinar matahari tidak lagi menembus bumi, suhu akan turun drastis, akan terjadi kematian semua makhluk hidup.

Para ahli palaentologi (ahli masalah-masalah kepurbaan), termasuk para ahli paleogeologi (geologi-purba) maupun paleobiologi (biologi purba), mengemukakan teori punahnya spesies dinosaurus 66,4 juta tahun yang lalu, dengan mengemukakan suatu hipotesis yang dikenal dengan nama Asteroid Theory (Teori Asteroida). Teori ini muncul setelah Walter Alvarez menemukan adanya konsentrasi iridium yang sangat tinggi dan tidak biasa (anomaly high concentration of iridium) pada rangkaian stratigrafik masa Cretaceous-Tertiary di Gubbio, Italia.

Konsentrasi iridium yang tidak normal ini menimbulkan dugaan bahwa iridium itu berasal dari benda-benda langit. Punahnya spesies Dinosaurus menurut Asteroid Theory ini terjadi oleh adanya benturan bumi dengan asteroida, yang mengakibatkan munculnya awan debu luar biasa yang menyelimuti bumi. Sehingga menghalangi sinar matahari masuk, menurunkan suhu dan mematikan spesies hayati purba.

Teori ini didukung oleh tingginya kadar iridium di lokasi ditemukannya Dinosaur. Apakah ad-Dukhan pada Ayat 10 di atas juga disebabkan adanya benturan bumi dengan benda-benda langit, menjelang Kiamat. Wallahu A’lam!

rhs) Rusman H Siregar

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.