Serbaserbi

5 Contoh Kekejaman Genghis Khan dan Para Pengikutnya

Anehdidunia.com – Genghis Khan merupakan tokoh di balik berdirinya Kekaisaran Mongol pada Abad Pertengahan. Pada puncak kekuatannya, wilayah Mongol membentang mulai dari China hingga Eropa Timur. Karena Genghis Khan melakukannya lewat jalur perang, sejarah pun mencatat ada begitu banyak peristiwa sadis yang terjadi sepanjang upaya penaklukannya. Berikut ini adalah contoh-contoh peristiwa yang menunjukkan bagaimana kejamnya Genghis Khan dan para pengikutnya.

Genghis Khan Pernah Membunuh Saudaranya Sendiri Karena Berebut Makanan

Genghis Khan Pernah Membunuh Saudaranya Sendiri Karena Berebut Makanan
Genghis Khan Pernah Membunuh Saudaranya Sendiri Karena Berebut Makanan via idntimes.com

Sebelum dikenal dengan nama Genghis Khan, Genghis pada awalnya lahir dan besar dengan nama Temujin. Di masa kecilnya, Temujin memiliki kehidupan yang cukup terjamin karena ia adalah putra dari seorang kepala suku Mongol yang disegani.

Situasi tersebut seketika berubah ketika ayah Temujin diracun oleh suku saingannya hingga tewas. Akibatnya, Temujin dan keluarganya sejak itu terpaksa hidup terlunta-lunta. Untuk bertahan hidup, mereka memakan tanaman dan bangkai hewan yang teronggok di tepi jalan. Sulitnya kehidupan yang harus dijalani oleh Temujin secara berangsur-angsur mengubah kepribadiannya.

Saat Temujin menginjak usia 14 tahun, ia menemukan ikan dan kemudian membawanya pulang untuk dimakan bersama-sama. Namun saat Temujin sudah tiba di rumahnya, ikan tersebut malah dimakan sendirian oleh saudaranya yang bernama Behter.

Temujin jelas tidak terima karena ikan yang sudah ia dapat dengan susah payah malah dimakan sendirian oleh saudaranya. Sejak itu, Temujin pun menaruh dendam kepada Behter. Saat ia melihat Behter sedang sendirian di tempat sepi, Temujin langsung memanah Behter hingga tewas.

Tindakan Temujin tersebut ternyata diketahui oleh ibunya. Maka, ibu Temujin pun kemudian langsung memarahi Temujin. Namun teguran keras dari ibunya nampaknya tidak banyak mengubah sikap Temujin. Pasalnya di kemudian hari, ia bakal membunuh lebih banyak orang demi mewujudkan ambisi pribadinya.

Genghis Khan Pernah Membantai Orang-Orang Hanya Karena Mereka Terlalu Tinggi

Genghis Khan Pernah Membantai Orang-Orang Hanya Karena Mereka Terlalu Tinggi
Genghis Khan Pernah Membantai Orang-Orang Hanya Karena Mereka Terlalu Tinggi via quora.com

Sudah disinggung sebelumnya kalau Genghis Khan harus kehilangan ayahnya begitu dini akibat diracun oleh suku saingannya. Maka, saat Genghis Khan sudah menginjak usia 20 tahun dan memiliki pasukannya sendiri, ia memerintahkan pasukannya untuk menyerbu suku Tatar yang sudah menewaskan ayahnya.

Upaya balas dendam tersebut berhasil terwujud. Genghis dan pasukannya berhasil mengalahkan pasukan Tatar dan menjadikan mereka sebagai tawanan. Untuk menentukan orang-orang mana saja yang sebaiknya dibunuh, Genghis menggunakan metode yang terbilang unik.

Setiap tawanan perang Tatar diperintahkan untuk berdiri di samping roda kereta kuda yang panjang diameter asnya kurang lebih mencapai 90 cm. Jika orang tersebut lebih pendek dibandingkan bagian tegak as roda, maka orang tersebut akan dibiarkan hidup.

Namun jika orang tersebut lebih tinggi dibandingkan as roda, Genghis akan memerintahkan kepada anak buahnya supaya orang tersebut dibunuh dengan cara dipenggal. Akibatnya, hampir semua kaum pria Tatar tewas dalam eksekusi massal tersebut. Yang tersisa hanyalah orang-orang Tatar yang masih berusia anak-anak.

Anak Buah Genghis Pernah Berpesta di Atas Tubuh Musuhnya

Anak Buah Genghis Pernah Berpesta di Atas Tubuh Musuhnya
Anak Buah Genghis Pernah Berpesta di Atas Tubuh Musuhnya via painterest.com

Sebelum menjadi negara raksasa seperti sekarang, wilayah Rusia atau Rus pada awalnya hanya mencakup Eropa bagian timur. Pada tahun 1223, wilayah tersebut pernah diserbu oleh pasukan Mongol. Saat pasukan Rus mencoba menghentikan laju pasukan Mongol, pasukan Mongol dengan cerdik berhasil mengalahkan pasukan Rus di tepi Sungai Kalka.

Usai kemenangan tersebut, pasukan Mongol melanjutkan perjalanannya menuju kota-kota Rusia. Layaknya pasukan yang sedang dilanda euforia kemenangan, pasukan Mongol memutuskan untuk merayakan kemenangan ini dengan cara menggelar pesta.

Cara pasukan Mongol dalam menggelar pesta terbilang sadis. Para bangsawan dan prajurit Rus yang masih hidup dipaksa berbaring di atas tanah. Sesudah itu, sebuah papan raksasa ditempatkan di atas tubuh para bangsawan Rus tadi. Mereka juga menaruh meja dan alas duduk di atas papan raksasa tersebut.

Saat semuanya sudah siap, pasukan Mongol kemudian naik ke atas papan raksasa dan menggelar pesta minum-minum. Sementara para bangsawan Rus yang ada di bawahnya perlahan-lahan mati akibat tergencet.

Ada alasan khusus mengapa pasukan Mongol menggelar perayaan dengan cara sekejam ini. Pasukan Mongol percaya bahwa darah golongan bangsawan tidak pantas untuk ditumpahkan. Jadi supaya mereka bisa membunuh bangsawan musuh tanpa membuatnya berdarah, mereka akan membunuh bangsawan musuh dengan cara menindihnya hingga tewas.

Saking Banyaknya Jumlah Korban Pasukan Mongol, Timbunan Mayat Mereka Nampak Seperti Gunung

Saking Banyaknya Jumlah Korban Pasukan Mongol, Timbunan Mayat Mereka Nampak Seperti Gunung
Saking Banyaknya Jumlah Korban Pasukan Mongol, Timbunan Mayat Mereka Nampak Seperti Gunung via kaskus.co.id

Wilayah China utara pada abad ke-13 sedang diperintah oleh Dinasti Jin. Jika dibandingkan dengan Mongol, perbandingan kekuatan antara Jin dengan Mongol ibarat bumi dan langit. Jika wilayah Jin dihuni oleh 53 juta orang yang bisa direkrut paksa menjadi prajurit, maka Mongol hanya memiliki 1 juta penduduk.

Namun bukan Mongol namanya jika merasa gentar duluan. Pada tahun 1211, pasukan Mongol memulai invasinya wilayah Dinasti Jin. Secara perlahan tapi pasti, wilayah-wilayah milik Dinasti Jin ganti dikuasai oleh pasukan Mongol.

Tahun 1214, pasukan Mongol akhirnya tiba di luar kota Zhongdu (sekarang bernama Beijing). Kota tersebut dilindungi oleh tembok raksasa setinggi 12 meter dan membentang sejauh 29 kilometer di sekeliling kota.

Karena kota tersebut terlalu kokoh untuk ditembus, pasukan Mongol memutuskan untuk melakukan blokade di sekeliling kota tersebut. Dengan begitu, penduduk kota Zhongdu tidak bisa lagi mendatangkan pasokan makanan dari luar.

Siasat tersebut berhasil. Hanya dalam rentang waktu beberapa bulan, persediaan makanan di Zhongdu sudah begitu menipis sehingga penduduknya terpaksa saling bunuh dan melakukan kanibalisme. Saat kondisi di dalam kota sudah demikian parah, penguasa kota Zhongdu pun memutuskan untuk menyerah dan membiarkan pasukan Mongol menduduki kota tersebut.

Namun mimpi buruk bagi penduduk Zhongdu ternyata baru saja dimulai. Sebagai hukuman karena penduduk kota tersebut tidak bersedia untuk menyerah begitu saja, pasukan Mongol membakar kota tersebut dan membantai para penduduknya.

Sesudah selesai melakukan pembantaian, pasukan Mongol kemudian pergi meninggalkan Zhongdu yang kini sudah berubah menjadi puing-puing dan timbunan mayat. Menurut kesaksian seseorang yang pernah melewati Zhongdu beberapa bulan kemudian, kondisi kota tersebut masih nampak begitu mengerikan. Tulang belulang para korban tewas nampak menumpuk hingga terlihat seperti gunung dari kejauhan.

Orang yang Memakamkan Genghis Khan Ikut Dibunuh

Orang yang Memakamkan Genghis Khan Ikut Dibunuh
Orang yang Memakamkan Genghis Khan Ikut Dibunuh via biografiku.com

Sebelum meninggal dunia, Genghis Khan sempat berpesan kepada anak buahnya supaya ia dikuburkan secara sembunyi-sembunyi agar tidak ada yang bisa menemukan jasadnya. Dan hal itulah yang dilakukan oleh para pengikutnya. Saat Genghis Khan akhirnya meninggal dunia, mereka membawa jasad pemimpin mereka ke kawasan pedalaman.

Prosesi penguburan jasad Genghis Khan dilakukan oleh sejumlah budak sambil diawasi oleh para prajurit bawahan Genghis Khan. Supaya para budak tersebut tidak bisa memberitahukan lokasi makam Genghis Khan, budak-budak tersebut dibunuh oleh para prajurit dan dikuburkan di tempat yang sama dengan makam Genghis Khan.

Saat lubang makam Genghis Khan sudah ditutup, para prajurit Genghis Khan menginjak-injak tanah di atasnya dengan memakai kuda. Supaya makamnya semakin sulit ditemukan, mereka juga menanam pohon di atas makam Genghis Khan.

Setelah selesai menguburkan Genghis Khan dan menyamarkan makamnya, para prajurit tersebut akan kembali ke pemukimannya. Setibanya mereka di sana, mereka ganti dibunuh oleh prajurit yang lain supaya mereka tidak bisa membocorkan lokasi makam Genghis Khan. Hasilnya, makam Genghis Khan pun tidak pernah diketahui hingga sekarang karena orang-orang yang mengetahui keberadaannya sudah dibunuh semua.

Sumber :

10 Brutal Moments in the Conquests of Genghis Khan

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.