Serbaserbi

5 Hewan Unik Khas Papua yang Tidak Banyak Diketahui Orang

Anehdidunia.com – Papua adalah pulau yang terletak di sebelah timur Indonesia. Jika bicara soal fauna khas Papua, maka yang diketahui oleh orang-orang biasanya tidak jauh-jauh dari burung cendrawasih atau burung kasuari. Padahal masih banyak satwa unik lain dari Papua yang tidak dapat ditemukan di tempat lain di Indonesia. Berikut ini adalah sebagian di antaranya.

Namdur

Namdur
Namdur via omkicau.com

Bagi mereka yang hendak menikah, menyiapkan mas kawin adalah hal yang biasa dilakukan sebelum maju ke pelaminan. Dengan mempersembahkan mas kawin, maka keluarga orang yang dilamar diharapkan menjadi luluh dan bersedia melepas anaknya untuk dinikahi.

Mempersembakan mas kawin berharga mahal sambil menggelar pesta yang mewah juga bisa menjadi cara untuk menunjukkan status sosial pelamar. Jika pelamar bisa mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk menikahi orang yang dicintainya, maka itu berarti ia tidak akan memiliki masalah untuk menunjang kehidupan pasangan barunya kelak.

Kebiasaan mempersembahkan hal-hal yang bersifat mewah kepada pasangan bukan hanya dilakukan oleh manusia. Burung pun juga ada yang melakukannya. Namdur atau bowerbird adalah contoh dari burung tersebut. Burung ini hanya dapat ditemukan di Papua dan Australia.

Saat pejantan ingin mendapatkan pasangan kawin, pejantan akan membuat sarang yang terbuat dari rumput kering. Rumput tersebut ditata sedemikian rupa supaya membentuk gerbang dengan bagian yang lowong di tengah-tengahnya. Bagian tengah tersebut dimaksudkan sebagai tempat bagi burung jantan dan betina untuk melakukan perkawinan.

Supaya betina semakin tertarik akan sarang yang dibuat oleh pejantan, pejantan akan menaruh benda-benda seperti buah, bulu, bunga, cangkang hewan, dan bahkan benda-benda buatan manusia semisal uang logam. Jika betina merasa tertarik dengan sarang yang dibuat oleh pejantan, keduanya lalu akan melakukan perkawinan di tengah-tengah sarang.

Biawak Papua

Biawak Papua
Biawak Papua via painterest.com

Jika bicara soal biawak khas Indonesia, maka orang seketika akan langsung membayangkan komodo. Ukuran komodo yang besar layaknya hewan prasejarah raksasa menyebabkan komodo bakal senantiasa menjadi pusat perhatian setiap kali menampakkan diri di depan manusia.

Namun selain komodo, Indonesia sebenarnya memiliki jenis biawak lain yang tak kalah menarik. Biawak Papua (Varanus salvadorii) adalah biawak yang dimaksud di sini. Tidak seperti komodo yang warnanya cenderung monoton, biawak Papua memiliki sisik yang dipenuhi oleh totol dan garis berwarna warni.

Keunikan biawak Papua belum berhenti sampai di sana. Hewan ini memiliki ekor yang amat panjang. Sejumlah biawak panjang bahkan diketahui mencapai hampir 2,5 meter. Panjangnya tersebut lantas menjadikan ini biawak ini sebagai salah satu spesies kadal terpanjang di dunia.

Biawak Papua kadang-kadang juga dijuluki sebagai “buaya pohon” karena biawak ini moncongnya panjang seperti buaya dan memiliki kebiasaan memanjat pohon. Berkat ekornya yang panjang dan cakarnya tajam, hewan ini bisa naik turun pohon dengan mudah.

Biawak Papua memiliki kebiasaan memanjat pohon karena mangsa biawak ini memang terdiri dari hewan-hewan yang tinggal di atas pohon. Mulai dari telur, burung, kelelawar, hingga hewan mamalia. Biawak Papua yang ukurannya cukup besar bahkan bisa mengalahkan babi dan anjing.

Burung Beracun Pitohui

Burung Beracun Pitohui
Burung Beracun Pitohui via jalaksuren.net

Burung memiliki banyak cara untuk mempertahankan diri. Jika burung merasa terancam, maka burung akan menyelamatkan diri dengan cara terbang atau berlari sekencang mungkin. Beberapa jenis burung juga memiliki bulu yang warnanya serupa dengan warna lingkungannya. Kalaupun burung sampai tertangkap, burung masih bisa melawan dengan memakai paruh atau cakarnya.

Meskipun burung memiliki banyak cara untuk membela diri, burung normalnya tidak dikenal sebagai hewan yang beracun. Pengecualian untuk pitohui karena burung ini memiliki racun sebagai alat pertahanan diri.

Pitohui adalah jenis burung yang hanya ditemukan di Papua. Burung ini memiliki bulu yang berwarna warni di sekujur badannya.

Namun jangan terkecoh dengan warna indah yang dimilikinya. Pitohui memiliki bulu berwarna demikian untuk memperingatkan pemangsanya supaya tidak sembarangan memakan burung ini. Selain untuk melindungi diri dari pemangsa, pitohui juga memanfaatkan racunnya untuk mengusir hewan parasit penghisap darah.

Pitohui normalnya tidak akan dimakan oleh manusia. Namun dalam kondisi darurat dan tidak ada makanan lain yang tersedia, manusia kadang-kadang memakan burung ini. Supaya pitohui bisa dimakan dengan aman, seluruh bulu dan kulit burung ini harus dibuang terlebih dahulu. Sesudah itu, daging pitohui harus dibungkus memakai arang sebelum kemudian dipanggang.

Ikan Gergaji

Ikan Gergaji
Ikan Gergaji via greeners.co

Danau Sentani adalah danau yang terletak di dekat Jayapura, Papua Barat. Di danau inilah, terdapat hewan air bernama ikan gergaji (Pristis microdon) yang wujudnya seperti gabungan antara ikan pari sekaligus ikan hiu.

Seperti halnya ikan pari, ikan gergaji memiliki sirip depan yang pipih dan lebar. Namun berbeda halnya dengan ikan pari yang ekornya panjang dan kecil menyerupai pecut, ikan gergaji justru memiliki ekor yang besar layaknya ekor ikan hiu.

Ikan gergaji mudah dikenali dengan melihat moncongnya yang panjang dan dipenuhi dengan gigi-gigi tajam di sisi moncongnya. Karena bentuk moncongnya tersebut nampak seperti gergaji, ikan ini pun lantas diberi nama “ikan gergaji”.

Apa yang nampak seperti gigi di moncongnya tersebut aslinya adalah kulit yang sudah termodifikasi sehingga nampak keras dan runcing. Fungsi dari duri-duri tersebut adalah sebagai alat sensor supaya ikan ini bisa menemukan mangsanya. Ikan gergaji juga bisa menggunakan moncongnya yang berduri sebagai alat pertahanan diri.

Ikan gergaji adalah hewan karnivora yang makanannya mencakup hewan-hewan penghuni dasar danau. Mangsanya terdiri dari ikan kecil, kepiting, udang, dan lobster air tawar. Selain jenis yang hidup di Danau Sentani, ada pula ikan gergaji yang habitatnya berada di air asin alias laut.

Kanguru Pohon

Kanguru Pohon
Kanguru Pohon via palmoildetectives.com

Jika mendengar nama kanguru, maka orang akan membayangkan hewan yang hidup di tanah dan memiliki kantung di perutnya. Namun kanguru sendiri bukan hanya hidup di atas tanah. Ada pula jenis kanguru yang bisa hidup di atas pohon. Dan hewan tersebut adalah kanguru pohon.

Sesuai dengan namanya, kanguru pohon memang memiliki kebiasaan untuk tinggal di atas pohon. Tidak seperti kerabatnya yang hidup di atas tanah, kanguru pohon tidak memiliki kaki belakang yang besar. Namun sebagai gantinya, hewan ini memiliki kaki dengan cakar yang melengkung untuk memudahkannya mencengkeram batang pohon.

Kanguru pohon juga memiliki bobot yang cukup ringan supaya dahan pohon tempatnya tinggal cukup kuat untuk menahan dirinya. Bukan hanya itu, kanguru pohon dilengkapi dengan ekor yang panjang untuk membantunya menjaga keseimbangan di puncak pohon.

Ada beberapa spesies kanguru pohon yang sudah diketahui manusia. Semua spesies kanguru pohon hanya dapat ditemukan di Australia dan Pulau Papua. Kanguru pohon nemena (Dendrolagus ursinus) adalah contoh spesies kanguru pohon yang dapat ditemukan di wilayah Indonesia.

Makanan utama kanguru pohon terdiri dari daun dan buah-buahan. Hewan ini jarang terlihat oleh manusia karena ia baru aktif pada malam hari.

Seperti halnya kanguru yang hidup di atas tanah, kanguru pohon juga memiliki kantung. Fungsi kantung tersebut adalah untuk menampung bayi yang dilahirkan oleh kanguru betina. Induk kanguru pohon juga bisa memberi minum anaknya melalui kantung karena di dalam kantung tersebut terdapat puting susu.

Sumber :

https://en.wikipedia.org/wiki/Bowerbird

https://en.wikipedia.org/wiki/Varanus_salvadorii

https://en.wikipedia.org/wiki/Pitohui

https://en.wikipedia.org/wiki/Ursine_tree-kangaroo

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190321180624-199-379539/kenali-dua-hiu-air-tawar-yang-ada-di-papua

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.