Berita

BNPT Identifikasi 200-an Ponpes Terafiliasi Jaringan Teroris – kbr.id

Identifikasi 200-an Ponpes Terafiliasi Jaringan Teroris

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar saat rapat kerja dengan Komisi III DPR (25/1/2022). (Foto: Youtube Komisi III DPR)

KBR, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengklaim telah mengidentifikasi hampir 200-an pondok pesantren yang terafiliasi dengan kelompok teroris. Saat rapat dengan Komisi Hukum DPR, Kepala BNPT Boy Rafli Amar menyampaikan identifikasi itu dilakukan sepanjang tahun lalu untuk pencegahan.

“Kami juga himpun sejumlah pondok pesantren yang diduga terafiliasi. Ini dalam upaya pencegahan di lapangan,” kata Boy Rafli Amar saat rapat dengan Komisi III DPR, Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Boy memaparkan, ada 11 pondok pesantren terafiliasi dengan Jamaah Anshoru Khilafah, 68 pondok pesantren terafiliasi dengan Jamaah Islamiyah dan 119 pondok pesantren terafiliasi dengan Jamaah Anshorut Daulah yang merupakan simpatisan kelompok teroris ISIS.

Ia melanjutkan, BNPT juga mengidentifikasi puluhan rumah singgah milik jaringan terorisme. Rumah singgah itu antara lain ada di Depok, Jawa Barat yang dikelola BM Muhzatul Ummah. Rumah singgah ini terdiri dari 10 kontrakan, dengan dua mobil operasional, tiga buah motor serta tiga unit usaha yaitu toko herbal, warung mie bakso dan ayam geprek.

Baca juga:

– Wapres: Terorisme dan Radikalisme Tak Ada di Ajaran Agama Manapun

– Belasan Eks DI/TII dan NII Ikrar Setia kepada NKRI, Bagaimana Dua Juta Lainnya?

Sementara di Cikampek, Jawa Barat, rumah singgah dikelola BM Lan Tabur. Terdiri dari 30 kontrakan, dua mobil operasional, lima buah motor, serta dua unit usaha yaitu jahit gamis dan sembako.

Sedangkan di Cilacap, ada tiga unit kontrakan beserta dua motor operasional. Rumah singgah juga terdeteksi di Solo, Jawa Tengah yang dikelola oleh Anfiqu Center.

Editor: Fadli Gaper

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.