Keagamaan

Mengapa Umat Islam Indonesia Bermazhab Syafi'i? Ini Jawaban Ulama Nusantara | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com – Tak bisa dipungkiri, di Indonesia, mayoritas bermazhab Syafi’i. Fenomena ini tentu sangat menarik untuk di teliti. Pasalnya, hal itu berbeda jauh dengan mayoritas masyarakat di negara Islam, seperti Maroko, Iran, dan Arab Saudi. Artikel ini akan menjawab pertanyaan mengapa umat Islam Indonesia mayoritas bermazhab Syafi’i?

Mengenal pelbagai mazhab dalam fikih 

Perlu diketahui, bahwasanya madzhab fikih itu bukan hanya 4 sahaja, melainkan berjumlah 13. Antara lain: Madzhahib al-arba’ah, Sufyan Ats-tsauri, Sufyan Bin Uyainah, Laits bin Sa’ad, Dawud Adz-dzahiri, Auzai, Ishaq bin Rahawayh, Abu tsaur, Jarir At-thabari, Hasan Al-basri. Namun yang lestari hanya 4 sahaja, maka dari itu yang jamak diketahui madzhab fikih ada 4. Padahal berjumlah banyak, hanya saja madzhab yang selain 4 itu lenyap, tidak terwariskan. 

Ada banyak faktor, di antaranya yang sering didawuhkan oleh Gus baha’ mengenai Lenyapnya madzhab Laits bin Sa’ad. Yaitu disebabkan oleh santrinya sendiri, Seperti yang telah dikatakan oleh Imam Syafi’i, yang dikutip oleh Al-qasthalani, Irsyad As-sari Syarh Sahih al-Bukhari,Juz 1 halaman 61 :

وقد روينا عن الشافعي أنه قال: الليث أفقه من مالك إلا أن أصحابه لم يقوموا به، وفي رواية عنه ضيعه قومه.

“Sebenarnya Imam Laits bin Sa’ad itu lebih faqih (alim di bidang fikih) dari pada Imam Malik, hanya saja para santrinya itu menyia-nyiakannya.” 

Menyia-nyiakan di sini dalam artian tidak mendokumentasikan produk hukum dan paradigma sang imam, serta tidak disebarkan dan di ajarkan kepada khalayak. Maka dari itu ketika mereka telah wafat, madzhabnya juga hilang, hanya tinggal nama. Kejadian serupa juga mengalami madzhab fikih lainnya, hingga pada akhirnya hanya ada 4 madzhab fikih saja yang ada. 

Alasan mayoritas umat Islam Indonesia bermazhab Syafi’i

Di Indonesia sendiri, mayoritas masyarakatnya dalam fikih, menggunakan madzhabnya Iman Syafi’i. Fenomena ini mengandung pelbagai alasan. Pertama,  karena memang Walisongo bermadzhab Syafi’i. Para Walisongo ini memang memberikan sumbangsih cukup besar dalam penyebaran Islam di Indonesia. 

Maka tak heran, masyarakat Indonesia banyak menyerap dan menduplikasi cara mereka mengamalkan ajaran agama Islam, termasuk dalam hal ini adalah fikih. Ini sebagai konsekuensi logis, dari peran Walisongo.

 kedua, ada keterangan yang cukup menyita perhatian dari Syekh Nawawi Al-bantani., bahwa Mazhab Syafi’i adalah mazhab yang diridhai Allah. Simak penjelasan Imam Nawawi dalam Qut Al-habib Al-gharib, halaman 13 berikut; 

كما إتفق لبعض أولياء الله تعالى أنه رأى ربه في المنام ورؤيته تليق بذاته الأقدس فقال له يا رب بأي مذهب أشتغل فقال له الشافعي نفيس 

“Sebagaimana konsensus sebahagian wali-wali Allah Swt yang bermimpi melihat Tuhannya, mimpinya sesuai dengan dzat Allah yang maha suci, ia bertanya kepada Allah: “Ya Rabb, dengan madzhab apa aku menyibukkan diri?” Syahdan, dijawab oleh Allah Swt “Madzhab Syafi’i bagus”. 

Tak heran, dalam madzhab Syafi’i, banyak cendekia dan elit agama yang bernaung. Berikut adalah ucapan yang sangat objektif dari Shah Wali Allah al-Dihlawi (1176/1762) tentang mazhab Syafii, padahal beliau sendiri bermadzhab Maliki. Beliau berkata dalam kitab al-Insaf fi bayan asbab al-ikhtilaf, halaman 85 : 

وأما مذهب الشافعي فأكثر المذاهب مجتهدا مطلقا، ومجتهدا في المذاهب، و أكثر المذاهب أصوليا متكلما وأوفرها مفسرا للقران وشارحا للحديث وأشدها إسنادا ورواية وأقواها ضبطا لنصوص الامام وأشدها تميزا بين أقوال الأمام ووجوه الأصحاب وأكثرها اعتناء بترجيح بعض الأقوال والوجوه على بعض.

“Mazhab Syafii adalah mazhab yang paling banyak menghimpun (ulama bertaraf) mujtahid mutlaq dan mujtahid mazhab. Mazhab yang paling banyak memiliki ahli usul dan ahli kalam. Yang paling banyak memiliki pentafsir al-Quran dan pensyarah hadith.

Yang paling kuat sanad dan riwayatnya. Yang paling kuat memelihara nusus imamnya. Yang paling teliti membezakan antara ucapan imam dan wujuh ashab. Yang paling sering mentarjih aqwal   dan wujuh satu dengan yang lainnya.” 

Demikian pelbagai alasan kenapa umat Islam Indonesia bermazhab Syafi’i, yang sangat banyak pengikutnya di Nusantara. Tanpa merendahkan madzhab fikih yang lainnya, kesemuanya juga sama-sama bagus, asal teruji validitasnya. Terlebih madzhab yang 4 itu lah yang mu’tabar. Wallahu A’lam.

(Baca: Bacaan Takbir yang Dianjurkan dalam Mazhab Syafi’i)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.