Serbaserbi

Doa Nabi Ayyub yang Membuat Iblis Jengkel dan Marah

Nabi Ayyub ‘alahissalam adalah seorang yang sangat penyabar dan patut dijadikan teladan bagi orang-orang ditimpa musibah. Kisahnya diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai salah satu Hikmah agar manusia mengambil iktibar.

Kesabaran Nabi Ayyub saat diuji Allah dengan berbagai musibah benar-benar luar biasa. Beliau tidak mengeluh meskipun harta benda dan anak-anak yang dicintainya lenyap. Bahkan, penyakit yang menggerogoti tubuhnya bertahun-tahun justru dibalas dengan zikir dan rasa syukur kepada Allah.

Inilah kesabaran tingkat tinggi yang membuat Iblis cemburu padanya. Disebutkan ada satu doa Nabi Ayyub yang membuat Iblis jengkel dan marah kepadanya. Iblis pun tidak tinggal diam, dia berupaya melakukan tipu daya untuk mencelakai Nabi Ayyub.

Ibnu Katsir menerangkan bahwa Allah menceritakan kisah Nabi Ayyub dan musibah yang menimpanya. Musibah itu menimpa harta benda, anak-anaknya, juga tubuhnya. Nabi Ayub adalah seorang yang memiliki banyak ternak dan lahan pertanian, ia pun memiliki banyak anak serta tempat-tempat tinggal yang menyenangkan.

Maka Allah menguji Ayyub dengan menimpakan bencana, semuanya lenyap tiada tersisa. Kemudian cobaan ditimpakan pula kepada jasad atau tubuh Nabi Ayyub. Menurut satu pendapat, penyakit yang menimpanya adalah penyakit lepra yang mengenai sekujur tubuhnya, sehingga tidak satu bagian pun dari anggota tubuhnya yang selamat dari penyakit ini, kecuali hati dan lisannya yang selalu berzikir mengingat Allah.

Cobaan ini membuat orang-orang menjauhi Nabi Ayyub. Beliau pun tinggal terpencil menyendiri di pinggir kota tempat tinggalnya. Tidak seorang pun yang mau datang kepadanya kecuali istrinya yang setia menjaga dan mengurusi keperluannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda terkait ujian ini:

أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ الصَّالِحُونَ، ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ

Orang yang paling keras (berat) cobaannya ialah para Nabi, kemudian orang-orang saleh, lalu menyusul orang-orang yang utama dan orang-orang yang sebawahnya.”

Dalam hadis lain disebutkan: “Seorang lelaki diuji sesuai dengan kadar agamanya. Jika agamanya kuat, maka cobaan yang menimpanya diperkuat pula.”

Doa Nabi Ayyub

Ketika Allah menimpakan cobaan kepada Nabi Ayyub dengan melenyapkan keluarganya, harta benda, dan anak-anaknya, beliau bermunajat kepada Allah. Dalam doanya Nabi Ayyub berucap: “Aku memuji-Mu, wahai Tuhan semua makhluk. Engkau telah memberiku dengan pemberian yang baik, Engkau telah memberiku harta benda dan anak, sehingga tiada suatu ruang pun dalam kalbuku melainkan disibukkan olehnya. Lalu Engkau mengambil kesemuanya dariku dan Engkau kosongkan hatiku, sehingga tiada sesuatu pun yang menghalang-halangi antara aku dan Engkau (untuk berzikir mengingat-Mu). Seandainya musuhku si Iblis itu mengetahui apa yang aku perbuat, tentulah dia akan dengki kepadaku.” Mendengar hal itu, Iblis menjadi marah.

Al-Hasan dan Qatadah mengatakan bahwa Nabi Ayub diuji selama tujuh tahun lebih dalam keadaan terbaring di tempat pembuangan sampah kaum Bani Israil. Sehingga hewan-hewan berkeliaran menginjak tubuhnya. Lalu Allah membebaskannya dari cobaan itu dan memberinya pahala yang besar serta memujinya dengan pujian yang baik.

Iblis Menemui Dua Orang Palestina

Dikisahkan, Iblis pergi menemui dua orang Palestina sahabat karib Nabi Ayyub, keduanya bersaudara. Ketika Iblis bertemuu keduanya, dia mengatakan: “Saudara kamu berdua yang bernama Ayub sedang mengalami cobaan anu dan anu. Maka datanglah kamu berdua kepadanya seraya membesuknya, dan bawalah besertamu minuman ini. Sesungguhnya minuman ini berasal dari khamr negeri kalian; jika dia mau meminumnya, tentulah ia akan sembuh dari penyakitnya.”

Kedua lelaki itu lalu datang menjenguk Nabi Ayyub. Ketika keduanya melihat keadaan Ayyub, keduanya menangis. Nabi Ayyub bertanya, “Siapakah Kamu berdua?” Keduanya menjawab: “Saya adalah anu dan Fulan.” Beliau menyambut kedatangan keduanya dan mengatakan: “Marhaban (selamat datang) dengan orang-orang yang tidak menjauhiku saat aku tertimpa cobaan ini.”

Keduanya berkata, “Hai Ayyub, barangkali kamu menyembunyikan sesuatu, lalu menampakkan yang lainnya. Oleh karena itu, Allah mengujimu dengan cobaan ini.”

Maka Ayyub menunjukkan pandangannya ke langit, lalu berkata: “Dia mengetahui saya tidak menyembunyikan sesuatu di balik apa yang saya lahirkan, tetapi Tuhanku sengaja sedang mengujiku untuk Dia lihat apakah saya bersabar ataukah mengeluh (tidak sabar).”

Lalu keduanya berkata: “Hai Ayyub, minumlah khamr yang kami bawa ini, karena sesungguhnya jika kamu meminum sebagian darinya, tentulah kamu akan sembuh.”

Nabi Ayyub marah dan berkata: “Rupanya si busuk (Iblis) itu telah datang kepada kalian berdua dan menganjurkan agar menyampaikan ini. Kalian haram berbicara denganku; begitu pula makanan dan minuman kalian haram bagiku.” Lalu keduanya pergi meninggalkan Ayyub.

Nabi Ayyub Sembuh dari Penyakitnya

Dikisahkan, suatu hari sejumlah orang dari kalangan Bani Israil lewat di dekat tempat Nabi Ayyub berada. Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain: “Musibah yang menimpanya tiada lain karena dosa besar yang dikerjakannya.”

Maka saat itu juga Nabi Ayyub berdoa kepada Allah sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

“Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. (QS Al-Anbiya: 83)

Suatu hari dua saudaranya datang mengunjunginya, tetapi keduanya tidak mau mendekatinya karena bau Nabi Ayyub yang tidak enak. Maka keduanya berdiri dari kejauhan. Salah seorang berkata kepada yang lain: “Seandainya Allah mengetahui adanya kebaikan pada diri Ayub, tentulah Dia tidak mengujinya dengan cobaan ini.”

Nabi Ayyub merasa berduka dan terpukul dengan perkataan keduanya, duka cita yang belum pernah ia alami sebelumnya. Beliau pun memanjatkan doa berkali-kali.

Setelah itu Nabi Ayyub bermunajat: “Ya Allah, demi Keagungan-Mu,” lalu Ayub menyungkur bersujud seraya berkata, “Demi Keagungan-Mu, aku tidak akan mengangkat kepalaku selama Engkau belum menyembuhkan diriku dari penyakit ini.”

Nabi Ayyub tidak mengangkat kepalanya hingga akhirnya Allah melenyapkan cobaan yang menimpanya.

Ibnu Abbas mengatakan bahwa Allah mengembalikan semua harta dan anak-anaknya saat itu juga, kemudian diberi lagi anak yang berjumlah sama dengan mereka.

وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ

Dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka.” (Al-Anbiya: 84)

Demikian cobaan Allah terhadap hamba-hamba-Nya dengan berbagai ujian yang dikehendaki-Nya. Semoga kita dapat memetik hikmah di balik ujian besar Nabi Ayyub ini.

(rhs) Rusman H Siregar

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.