Serbaserbi

Vaksin Covid Dari Tembakau Berhasil Dikembangkan di Thailand

Pengujian vaksin Covid dari bahan tembakau yang dilakukan ilmuwan Thailand sudah menemukan secercah harapan. Pengujian vaksin ini sebetulnya sudah dilakukan dari tahun 2020. Dalam prosedurnya, ada beberapa tahap sehingga akhirnya bisa diuji coba kepada manusia.

Menariknya, jikalau memang ternyata uji coba ini berhasil maka temuan ini akan menjadi vaksin Covid-19 berbasis tanaman pertama di dunia. Bahan uji cobanya merupakan varietas tembakau Australia yang rendah nikotin. 

Penelitian ini dilakukan oleh perusahaan Baiya Phytopharm yang didirikan oleh Dr. Suthira Taychakhoonavudh dan Dr. Waranyoo Phoolcharoen. Di Desember 2021, penelitian ini sudah melalui percobaan kepada manusia (fase satu). Dilihat dari hasilnya, semua sukarelawan pada uji coba selamat. 

Masih ada beberapa fase uji coba lagi yang harus dilalui. Rencananya, uji coba fase dua akan dilakukan di Februari 2022 dan fase tiga di Juni 2022. Sebagai pendiri, Dr. Suthira optimis bahwa bisa segera menyerahkan data administrasi penelitian dan segera mendapatkan persetujuan vaksin agar bisa segera melakukan produksi secara massal.

Upaya Untuk Bisa Memproduksi Vaksin Covid Secara Mandiri

Apa yang dilakukan oleh para ilmuwan Thailand dalam penelitian vaksin Covid dari Tembakau perlu di apresiasi. Meningat, yang sampai sekarang jadi masalah dari negara-negara importir vaksin adalah ketersediaannya yang masih terbatas. Tingkat produksi vaksin masih lamban untuk bisa memenuhi kebutuhan seluruh negara importir di dunia, termasuk di Indonesia.

Apalagi, negara harus menanggung hutang besar untuk memenuhi kebutuhan vaksin seluruh masyarakatnya. Kalau ternyata bisa memproduksinya sendiri, bukankah itu bisa menekan biaya dan titik baiknya adalah memajukan bidang penelitian di negara tersebut?

“Dan kami ingin menjadikan produk farmasi yang kami hasilkan menjadi produk yang terjangkau. Tidak hanya bagi masyarakat Thailand tetapi juga bagi masyarakat lain yang tidak memiliki akses terhadap obat-obatan,” kata Dr. Suthira, selaku pendiri, dikutip dari hasil wawancaranya dengan salah satu media.

Bukan Kali Pertama Tembakau Jadi Bahan Pengobatan

Sebelumnya, perusahaan Baiya Phytopharm telah berhasil menggunakan tanaman tembakau yang sama untuk mengembangkan obat anti kanker dan perawatan anti penuaan. Dan sampai sekarang masih memproduksinya.

Penelitian lain juga membuktikan bahwa pemanfaatan protein tembakau bisa untuk menstimuli antibody sebagai penangkal virus human papilloma. Virus ini adalah penyebab terjadinya kanker Rahim.

Di Eropa, temabakau bisa diolah untuk ​​memproduksi obat diabetes dan kekebalan tubuh. Salah satu proyek penelitian pharma-planta membuat tembakau transgenik yang memproduksi interleukin, yang merupakan cytokine antiradang yang ampuh. Itu baru beberapa, masih banyak literatur penelitian yang membuktikan pemanfaatan tembakau sebagai bahan pengobatan.

Kita, sebagai masyarakat Indonesia, mungkin hanya akan bisa bertepuk tangan dari jauh atas penelitian-penelitian yang dilakukan negara-negara lain terhadap pemanfaatan tumbuhan tembakau. Sebab, sampai saat ini, negara kita hanya bisa menjadikan tanaman temabaku sebagai sumber devisa, benar kan?

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.