Berita

Masa Karantina Dipotong Lagi, Epidemiolog: Pemerintah Tak Komitmen Kendalikan Covid-19 – kbr.id

Masa Karantina Dipotong Lagi, Epidemiolog: Pemerintah Tak Komitmen Kendalikan Covid-19

ilustrasi karantina wilayah imbas lonjakan covid-19 yang sempat diberlakukan di Indonesia beberapa waktu lalu. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta – Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI) Masdalina Pane menilai keputusan pemerintah memotong masa karantina dari yang sebelumnya 7 hari menjadi 5 hari, tidak bijak.

Menurutnya langkah ini justru menunjukan pemerintah tidak berkomitmen kuat mengendalikan pandemi Covid-19.

“Setau saya WHO belum mengubah interimnya yang menyatakan bahwa Covid-19 itu masa inkubasi terpendeknya 2 hari, terpanjangnya 14 hari. Masa inkubasi menjadi dasar bagi berbagai intervensi yang dilakukan oleh pemerintah, salah satunya adalah karantina dan isolasi. Selama WHO belum mengubah interimnya, tentu sangat berbahaya sekali kita hanya merujuk kepada satu-dua jurnal saja yang belum tentu juga benar,” ujar Masdalina saat dihubungi KBR (02/02/22),

Masdalina Pane mempertanyakan pertimbangan pemerintah memotong masa karantina.

“Karena tidak tepat jika beralasan bahwa varian omicron disebut-sebut memiliki masa inkubasi hanya tiga hari,” jelasnya.

Ia juga menyayangkan langkah pemotongan masa karantina, di tengah perkembangan kasus Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan.

“Ini kadang-kadang banyak kebijakan kita yang menjadi kontroversi. Ketika kasus sedang naik saat ini, tiba-tiba kita kurangi jadi lima hari. Ini dampak konsekuensi logis yang kita dapatkan. Memang ini dibuat seperti ini. Memang nggak ada effort dan upaya untuk mengendalikan ini,” jelas Masdalina.

Berita lainnya:

Di gelombang covid-19 sebelumnya, para ahli epidemiolog menurunkan sumber daya manusia membantu pemerintah melakukan pelacakan guna menekan penyebaran virus korona di tengah masyarakat. Dan saat ini, kata dia, pemerintah belum melakukannya lagi.

“Kita sendiri sudah bosan ya. Teman-teman di daerah sudah teriak-teriak, kapan kita dibantu lagi untuk tracing? Kita bilang, terserah lah (pada pemerintah pusat). Capek, kita yang lalu di batch pertama 5 bulan, batch kedua 5,5 bulan, dan dia mampu menujukan pada semua betapa penurunan itu sangat baik. Tetapi kemudian yang dilakukan (saat ini), tidak,” kesal Masdalina Pane.

Editor: Kurniati Syahdan

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.