Berita

PDPI: Jika Omicron Tak Terkendali, Sistem Kesehatan Kewalahan – kbr.id

PDPI: Jika Omicron Tak Terkendali, Sistem Kesehatan Kewalahan

Kawasan RS Darurat Wisma Atlet, Rabu (2/6/2021). (Antara-Rivan)

KBR, Jakarta – Sistem kesehatan Indonesia terancam kewalahan jika kasus Covid-19 meningkat tak terkendali. Itu disampaikan Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan, merespon kebijakan pemerintah soal penanganan varian Omicron di Tanah Air.

Dia mendorong pemerintah melakukan pengetatan guna menekan laju eskalasi kasus Covid-19.

“Salah satu sifat dari Omicron ini sangat-sangat mudah menular dan ini bisa dilihat dengan kemudian peningkatan kasus yang terjadi dari hari ke hari, karena dia mudah menular. Oleh sebab itu, kita harus lakukan pencegahan supaya dia bisa teratasi karena kalau tidak teratasi dan terus terjadi lonjakan kasus yang luar biasa, maka dalam hal ini sistem kesehatan akan kewalahan,” ujar Erlina saat dihubungi KBR, Rabu (2/2/2022).

Baca juga: Masa Karantina Dipotong Lagi, Epidemiolog: Pemerintah Tak Komitmen Kendalikan Covid-19

Dokter spesialis paru di RSUP Persahabatan ini mengingatkan masyarakat sadar dan mengetatkan protokol kesehatan. Dia berharap masyarakat selalu mengenakan masker dan menjaga jarak serta menjauhi kerumunan.

Kata dia, tertib protokol kesehatan harus dimulai dari diri sendiri tanpa menunggu instruksi pemerintah.

“Saya kira tidak perlu menunggu aba-aba dari pemerintah. Karena yang sakit ini kita, jadi kita yang berusaha jangan sampai sakit karena sekarang kasusnya meningkat ditambah lagi dengan sifat virusnya yang mudah menular,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memprediksi, puncak kasus Covid-19 akibat omiron bisa 3 hingga 6 kali lipat dari varian Delta. Lonjakan diperkirakan bakal terjadi di akhir Februari tahun ini.

Naik 40 Kali Lipat

Kasus Covid-19 di Tanah Air melonjak hingga puluhan kali lipat pada pekan ini. Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pada pekan-pekan sebelumnya kasus mingguan meningkat perlahan dari 1.400 menjadi 3 ribu, kemudian dari 5 ribuan menjadi 14 ribu kasus.

“Kemudian meningkat cukup besar menjadi 14 ribu dan di minggu ini kasus mengalami lonjakan menjadi 56 ribu kasus dalam satu minggu. Jumlah ini meningkat 40 kali lipat dibanding dengan awal Januari,” kata Wiku dalam konferensi pers daring, Rabu (2/2/2022).

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Presiden Perkirakan Tren Kenaikan Terus Berlanjut

Wiku Adisasmito menyebut, penambahan kasus setiap harian juga terus tinggi. Kemarin, kasus positif harian mencapai 16 ribu. Angka ini lebih tinggi dari pada penambahan harian pada gelombang pertama pada Desember 2020.

Lonjakan kasus harian membuat rasio positif Indonesia berada di atas enam persen, atau melampaui batas aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni lima persen.

Editor: Wahyu S.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.