Berita

Perpanjang dan Pangkas, Pemerintah Sudah 10 Kali Ubah Aturan Masa Karantina demi Omicron – kbr.id

Sejak pertengahan 2021 lalu, pemerintah setidaknya sudah 10 kali melakukan perubahan masa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri yang masuk ke Indonesia, baik itu warga Indonesia maupun warga as

masa karantina

Aktivitas di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (16/1/2022). (Foto: ANTARA/Fauzan)

KBR, Jakarta – Sejak pertengahan 2021 lalu, pemerintah setidaknya sudah 10 kali mengubah masa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri yang masuk ke Indonesia, baik itu warga Indonesia maupun warga asing.

Masa karantina paling singkat sebanyak tiga hari yang dikeluarkan 2 November 2021. Sedangkan masa karantina paling lama diberlakukan 14 hari pada 20 Desember lalu.

Berikut catatan KBR, mengenai keputusan-keputusan pemerintah mengenai perubahan masa karantina, baik itu perpanjangan atau pemangkasan.

  • 5 Juni 2021: Pemerintah menyatakan karantina bagi pelaku perjalanan internasional selama lima hari. Hanya saja, pelaku perjalanan dari India atau melewati India diberlakukan karantina 14×24 jam. Pada 5 Juni 2021, terdapat peningkatan 6.594 kasus baru pasien terkonfirmasi COVID-19, dan sekitar 96 ribu kasus aktif COVID-19.
  • 6 Juli 2021: Pemerintah memperpanjang masa karantina dari lima hari menjadi delapan hari. Perpanjangan dilakukan setelah merebaknya varian Delta, dengan 2x tes PCR, saat kedatangan dan pada hari ke-7. Pada 6 Juli 2021, kasus aktif di Indonesia mencapai 324.597 orang yang merupakan rekor tertinggi selama pandemi. Ada tambahan 31.189 kasus baru dalam 24 jam terakhir.
  • 13 Oktober 2021: Pemerintah memangkas masa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri dari sebelumnya delapan hari menjadi lima hari. Masa karantina diberlakukan melalui Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 20/2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi COVID-19. Pada 13 Oktober 2021, jumlah kasus aktif positif COVID-19 di Indonesia berkurang 1.074 dari hari sebelumnya menjadi 20.551 kasus aktif. Jumlah tambahan kasus baru sebanyak 1.233 kasus dalam 24 jam terakhir.
  • 2 November 2021: Pemerintah kembali memangkas masa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri, dari sebelumnya lima hari menjadi tiga hari. Aturan ini dimuat dalam Addendum Surat Edaran Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 20/2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi COVID-19. Pada 2 November 2021, kasus aktif turun menjadi 11.629 kasus. Sementara tambahan kasus baru sebanyak 612 kasus dalam 24 jam terakhir.
  • 28 November 2021: Pemerintah memperpanjang masa karantina bagi WNI/WNA yang tiba di Indonesia, dari semula tiga hari menjadi tujuh hari, berlaku mulai 29 November 2021. Menurut Luhut, langkah-langkah pengetatan perbatasan dan kedatangan dari luar negeri ini diambil sebagai langkah waspada untuk mencegah varian Omicron masuk ke Indonesia. Pada 28 November 2021, jumlah kasus aktif COVID-19 berkurang menjadi 8.214 kasus aktif. Sementara penambahan kasus baru sebanyak 264 kasus dalam 24 jam terakhir.

Baca juga:

  • 2 Desember 2021: Pemerintah memperpanjang masa karantina dari tujuh hari menjadi 10 hari, mulai 3 Desember 2021. Pada 2 Desember 2021, jumlah kasus aktif turun menjadi 7.796 kasus. Sedangkan penambahan kasus baru sebanyak 311 kasus baru dalam 24 jam terakhir.
  • 20 Desember 2021: Pemerintah memperpanjang masa karantina kedatangan dari sebelumnya 10 hari menjadi 14 hari. Pada 20 Desember 2021, jumlah kasus aktif COVID-19 di Indonesia sebanyak 4.829 orang. Sedangkan penambahan kasus baru sebanyak 133 kasus dalam 24 jam terakhir.
  • 7 Januari 2022: Pemerintah memangkas masa karantina, dari semula 14 hari menjadi antara

    tujuh hingga 10 hari. Masa karantina 10 hari bagi WNI pelaku perjalanan luar negeri yang melewati negara terkonfirmasi virus korona varian Omicron. Sedangkan masa karantina tujuh hari bagi WNI dengan asal kedatangan dari luar negara-negara itu. Pada 7 Januari 2022, jumlah kasus aktif COVID-19 bertambah menjadi 114.766 orang. Ada penambahan kasus baru sebanyak 9.321 kasus dalam 24 jam terakhir.

  • 14 Januari 2022: Pemerintah menyamakan masa karantina bagi seluruh pelaku perjalanan luar negeri menjadi tujuh hari atau 7×24 jam. Ini dilakukan setelah pemerintah menghapus daftar 14 negara yang dilarang masuk Indonesia untuk menekan penyebaran varian Omicron. Pada 14 Januari 2022, jumlah kasus aktif COVID-19 sebanyak 7.877 orang. Ada penambahan kasus positif baru sebanyak 850 kasus dalam 24 jam terakhir.
  • 31 Januari 2022: Pemerintah mengubah aturan karantina dari tujuh hari menjadi lima hari, dengan catatan WNI/WNA yang masuk Indonesia wajib vaksinasi lengkap. Sedangkan yang baru vaksin satu dosis, wajib karantina tujuh hari. Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Luhut Panjaitan beralasan, ada berbagai riset yang menunjukkan bahwa masa inkubasi varian ini berada di sekitar tiga hari. Pada 31 Januari 2022, jumlah kasus aktif COVID-19 meningkat menjadi sebanyak 175.095 orang. Ada penambahan kasus positif baru sebanyak 12.001 orang dalam 24 jam terakhir.

Baca juga:

Editor: Rony Sitanggang

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.