Serbaserbi

Andai Al-Qur'an Diturunkan kepada Gunung Niscaya Akan Terpecah Belah

Sebuah perumpamaan indah tentang kemuliaan Al-Qur’an diabadikan dalam satu ayat yang sering kita baca. “Sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah.”

Allah ‘Azza wa Jalla menggambarkan keagungan Al-Qur’an dalam Surat Al-Hasyr Ayat 21 yang patut kita renungi. Seandainya gunung-gunung itu diberi akal, pikiran, dan perasaan seperti yang telah dianugerahkan kepada manusia, kemudian diturunkan Al-Qur’an kepadanya, tentulah gunung-gunung itu tunduk kepada Allah, bahkan hancur-lebur karena takut kepada-Nya. Akan tetapi, Al-Qur’an bukan untuk gunung, melainkan untuk manusia.

Berikut firman-Nya:

لَوۡ اَنۡزَلۡنَا هٰذَا الۡقُرۡاٰنَ عَلٰى جَبَلٍ لَّرَاَيۡتَهٗ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنۡ خَشۡيَةِ اللّٰهِ‌ؕ وَتِلۡكَ الۡاَمۡثَالُ نَضۡرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُوۡنَ

Sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir.” ( QS Al-Hasyr : 21)

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Ibnu Abbas mengatakan bahwa Allah berfirman, “Seandainya Aku turunkan Al-Qur’an ini kepada gunung untuk dipikulnya, niscaya akan terpecah belahlah dan tunduk karena beratnya Al-Qur’an dan karena takut kepada Allah.” Maka Allah memerintahkan kepada manusia apabila diturunkan kepada mereka Al-Qur’an, hendaklah mereka menerimanya dengan takut yang sangat (kepada Allah) dan tunduk.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Qatadah dan Ibnu Jarir.

Di dalam hadis Mutawatir disebutkan ketika Rasulullah dibuatkan sebuah mimbar. Sebelumnya Nabi apabila berkhutbah selalu berdiri di sebelah batang pohon kurma yang menjadi tiang-tiang masjid. Maka setelah mimbar diletakkan pada yang pertama kali, lalu Nabi datang untuk berkhutbah.

Maka beliau melewati batang kurma itu menuju ke mimbarnya. Ketika itu batang kurma tersebut menangis dan merintih sebagaimana anak-anak merintih karena rindu kepada zikir dan wahyu yang biasa ia dengar di sisinya, maka Nabi mendiamkannya.

Menurut sebagian riwayat hadis ini, disebutkan bahwa Al-Hasan Al-Basri berkata: “Kalian seharusnya lebih merindukan Rasulullah SAW ketimbang batang kurma itu.”

Demikianlah bunyi ayat yang mulia tersebut bahwa apabila gunung-gunung yang merupakan benda mati, seandainya ia mendengar Kalamullah dan memahaminya, niscaya tunduklah ia dan berpecah belahlah ia karena takut kepada Allah. Maka bagaimana dengan kita (manusia), padahal kita telah mendengar dan memahaminya.

Perumpamaan-perumpamaan yang terdapat dalam Al-Qur’an itu selayaknya menjadi pelajaran bagi orang yang mau menggunakan akal, pikiran, dan perasaannya. Dengan demikian, mereka dapat melaksanakan petunjuk-petunjuk Al-Qur’an yang mulia.

(rhs) Rusman H Siregar

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.