Berita

Bahlil Targetkan Raup Rp250 Triliun Investasi Baru dari Acara TIIWG G20 – kbr.id

Ilustrasi: Aktivitas pengolahan nikel smelter di Kawasan Industri Virtue Dragon Nickel Industrial, M

Ilustrasi: Aktivitas pengolahan nikel smelter di Kawasan Industri Virtue Dragon Nickel Industrial, Morosi, Sulawesi Tenggara. Selasa (14/12/21). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta— Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia  menargetkan dapat meraup Rp200 hingga 250 triliun dari acara Trade, Investment and Industry Working Group (TIIWG) G20 yang akan dilaksanakan pada Maret mendatang.

“Tapi sektor yang kita dorong adalah sektor hilirisasi. Jadi selain pariwisata perkebunan saya pikir itu sudah terjadi dan yang menjadi fokus kita itu hilirisasi. Di sektor apa? Batu bara untuk menuju kepada dimetil eter, nikel menuju kepada battery, kemudian copper (tembaga) harus ada minimal 70 persen nilai tambahnya. Ini kalau angka kasar ya, bukan angka pasti. Dalam target kami minimal Rp200-250 triliun. Tapi detail angkanya lagi susun,” katanya dalam acara Inagurasi Kelompok Kerja Perdagangan, Investasi, dan Industri G20, Selasa (8/2/2022).

Dia mengatakan, momentum G20 akan dimanfaatkan untuk mendorong investasi yang berkelanjutan dan inklusif. Indonesia harus berada di posisi terdepan untuk berperan dalam memanfaatkan energi hijau.

Baca Juga:

Serapan Tenaga Kerja 1,2 Juta Orang, INDEF: Investasi di Sektor Primer & Sekunder Rendah

Dorong Investasi Berkualitas, Menteri Bahlil Ingin Pendapatan Perkapita 12 Ribu USD

“Kita mempunyai sumber daya alam yang cukup luas biasa. Dunia hari ini pengen meninggalkan fosil. Masuk kepada energi baru terbarukan, termasuk mobil listrik. Satu-satunya negara di dunia yang sedang mendorong industrinya dari hulu ke hilir itu Indonesia,” sambungnya.

Bahlil mencontohkan, Indonesia menjadi negara pertama yang memulai pembuatan batu baterai dari industri tambang nikel. 

Tidak kalah penting, kata dia, pemerintah juga mendorong realisasi investasi yang ramah lingkungan dan berkeadilan.

Oleh karena itu, lanjutnya, investasi yang nantinya masuk ke Indonesia diwajibkan bermitra dengan pengusaha-pengusaha lokal dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tempat investasi itu berada. Tujuannya, realisasi investasi dapat memberikan dampak positif dalam memberdayakan dan meningkatkan ekonomi masyarakat daerah.

“Jadi yang punya teknologi itu, ada di Eropa, Korea, Jepang, Thailand harus kolaborasi dengan kita. Sudah cukup Freeport menjadi suatu pelajaran terpenting pada saat investasi mereka masuk. Sekarang BUMN dan pengusaha besar kita dorong,” pungkasnya.

Editor: Rony Sitanggang

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.