Serbaserbi

Badan Malaikat Itu Sangat Besar, Begini Penjelasan Al-Quran dan Hadits Nabi

Besarnya fisik malaikat tidak bisa dibandingkan dengan manusia. Rasulullah SAW pernah melihat Jibril dalam wujud aslinya. ” Jibril memiliki enam ratus sayap dan setiap satu sayap mampu menutup cakrawala,” ujar Rasulullah SAW.

Prof Dr Umar Sulaiman al-Asyqar dalam bukunya berjudul “Rahasia Alam Malaikat, Jin, dan Setan” menjelaskan hadits ini diriwayatkan dalam Musnad-nya dari Ibnu Mas’ud.

Ibnu Katsir dalam bukunya berjudul “Al-Bidayah wa Al-Nihayah” saat mengomentari hadits ini menyatakan: “Sanad hadis ini jayyid.”

Sementara itu, dalam Sunan at-Tirmidzi, dengan sanad yang sahih, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menceritakan tentang Jibril, “Aku melihat Jibril turun dari langit. Besarnya tubuh Jibril menutupi antara langit dan bumi.”

Abu Dawud juga meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Aku diizinkan untuk menceritakan tentang salah satu malaikat penyangga Arsy. Jarak antara daun telinga dan pundaknya adalah perjalanan tujuh ratus tahun.” (HR. Abu Dawud)

Pen-tahgig kitab Misykat al-Mashabih mengatakan, “Sanad hadis adalah sahih.” (Jilid 3, hlm. 121)

Selain itu, Imam Thabrani, dalam Al-Mu’jam al-Ausath, dengan sanad yang sahih dari Anas, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Aku diizinkan untuk menceritakan tentang salah satu malaikat penyangga Arsy. Kedua kakinya menginjak bumi paling bawah, Arsy berada di atas tanduknya, antara daun kedua telinga dan pundaknya adalah sejauh tujuh ratus tahun terbangnya burung. Malaikat itu berucap: ‘Mahasuci Engkau di mana pun berada’” (HR Ath-Thabrani)

Dalam menggambarkan tentang Jibril, Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya, al-Qur’an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril). Yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai Arsy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.” ( QS At-Takwir : 19-21)

Syaikh Umar Sulaiman menjelaskan “utusan mulia” yang dimaksud di sini adalah Jibril, sementara “Yang mempunyai Arsy” adalah Allah Taala.

Diciptakan dari Cahaya

Hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah binti Abi Bakar ra, Rasulullah SAW memberitahukan bahwa malaikat diciptakan dari cahaya.

Rasulullah bersabda, “Malaikat itu diciptakan dari cahaya. Jin diciptakan dari api yang menyala-nyala, sedangkan Adam diciptakan dari apa yang telah dijelaskan kepada kalian.” (HR Muslim)

Rasulullah SAW tidak menjelaskan cahaya apakah yang menjadi asal penciptaan malaikat. “Karena itu, kita tidak bisa mengkaji lebih detail karena perkara ini merupakan hal gaib yang tidak dijelaskan lebih jauh melebihi hadis di atas.”

Selanjutnya, hadits yang diriwayatkan oleh Ikrimah bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Para malaikat diciptakan dari cahaya keagungan, sedangkan Iblis diciptakan dari api kesombongan.”

Selanjutnya, hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Allah menciptakan malaikat dari cahaya (yang keluar dari) kedua hasta dan dada.”

Tiga Macam

Waliyullah ad-Dahlawi, dalam Al-Hujjah al-Balighah menuturkan bahwa al-Mala’ al-A’la itu ada tiga macam:

Pertama, kelompok ilmu al-Haq, yaitu sistem kebaikan tergantung pada mereka. Mereka diciptakan dalam wujud cahaya, semacam api Musa, kemudian ditiupkan ruh-ruh mulia.

Kedua, kelompok yang bersamaan dengan terciptanya sosok dalam uap tipis dari sejumlah unsur, dan mengakibatkan terpancarnya jiwa-jiwa bersih yang menolak keburukan.

Ketiga, jiwa-jiwa manusia yang dekat dengan al-Mala’ al-A’la, selama mereka melakukan perbuatan yang menyelamatkan, dan dapat mengantarkan untuk bergabung dengan al-Mala’ al-A’la tersebut, sehingga mampu bergabung dengan al-Mala’ al-A’la dan menjadi bagian dari mereka.

“Akan tetapi tidak ditemukan dalil sahih yang membenarkannya,” ujar Syaikh Umar Sulaiman.

Kapan Malaikat Diciptakan?

Syaikh Umar Sulaiman mengakan kita tidak tahu kapan para malaikat diciptakan karena Allah tidak memberitahukan hal ini. “Akan tetapi, kita tahu bahwa penciptaan mereka lebih dahulu dibandingkan dengan penciptaan Adam as, bapak manusia. Hal itu karena Allah mengabarkan pada para malaikat bahwa Dia akan mengangkat seorang khalifah di atas bumi,” ujarnya.

Allah SWT berfirman:

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya, Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi’.” ( QS Al-Baqarah : 30)

Khalifah yang dimaksud adalah Adam. Selanjutnya, Allah memerintah para malaikat untuk bersujud kepada Adam setelah Dia ciptakan. Hal ini sebagaimana disebut dalam ayat berikut:

فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ

Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”” ( QS Al-Hijr : 29)

(mhy Miftah H. Yusufpati

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.