Keagamaan

Pandangan Kiai Afifuddin Muhajir Tentang Pancasila dalam Hubungannya dengan Syariat Islam | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com – Kiai Afifuddin Muhajir merupakan salah satu  ulama yang alim dan gigih memperjuangkan Indonesia. IPandangan moderat  beliau senantiasa diterima lapisan masyarakat. Salah satunyanya adalah pandangan Kiai Afifuddin Muhajir tentang Pancasila dan hubungannya dengan syariat Islam.

Negara ini menderita oleh deretan episode penjajahan dalam rentang waktu yang panjang setelah mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Setelah proklamasi kemerdekaan, didirikanlah republik dan pemerintahan nasional. Dan untuk pertama kalinya setelah tiga ratus tahun bangsa ini merasakan nikmatnya kemerdekaan. Setelah melewati perbedaan pendapat yang tajam, para pendiri bangsa akhirnya sepakat menjadikan Pancasila sebagai dasar bagi Negara yang baru didirikan.

Dalam perjalanan Bangsa Indonesia, masih ada pihak-pihak yang masih berusaha membenturkan nilai-nilai Pancasila dengan nilai-nilai agama. Ada sebagian pihak yang menyebutkan bahwa tidak ada hukum yang lebih tinggi selain hukum Tuhan. Padahal, Pancasila itu sendiri dirumuskan oleh para pendiri bangsa yang termasuk di dalamnya adalah para ahli agama.

Salah satu pakar fikih-ushul fikih kebanggaan NU, Kiai Afifuddin Muhajir berpendapat secara tegas bahwa Pancasila tidak bertentangan dan justru selaras dengan syariat Islam. Menurut beliau dalam tulisan yang berisi tentang kajian Pancasila dengan judul “Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam Timbangan Syariat, menyatakan bahwa Pancasila dalam hubungannya dengan syariat islam berkisar diantara tiga hal.

Pertama, Pancasila tidak bertentangan dengan syariat karena berdasarkan kajian induktif atas teks-teks syariat, tak ditemukan satu ayat atau satu hadis pun yang bertentangan dengan isi Pancasila.

Kedua, Pancasila selaras dengan syariat karena berdasarkan kajian tersebut, ditemukan beberapa ayat dan hadis yang sesuai dengan isi Pancasila.

Ketiga, Pancasila adalah syariat itu sendiri karena dalam teks-teks syariat ditemukan sejumlah ayat dan hadis yang patut menjadi dalil dan landasan bagi masing-masing sila.

Berdasarkan pandangan kedua yang menyatakan bahwa Pancasila selaras dengan syariat, dapat menjadi jawaban moderat dan sudah cukup untuk menjadikannya sebagai dasar negara yang mayoritas penduduknya muslim. 

Bahkan seandainya pendapat pertama yang dipilih, bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan syariat, cukup sudah untuk mengakhiri perdebatan ini, karena dalam persoalan-persoalan muamalah yang menaungi persoalan politik pada dasarnya adalah boleh selama tidak ada dalil yang melarangnya, disamping bahwa yang dijadikan acuan dalam politik adalah mewujudkan maslahat dan menolak mafsadat.

Sehingga, Pancasila bukan penghalang untuk menerapkan aturan syariat di negara yang berlandaskan atasnya. (Baca: Agama dan Negara dalam Pandangan Ahmad Wahib dan K.H. Afifuddin Muhajir).

Demikian pandangan kiai Afifuddin Muhajir tentang Pancasila dan hubungan dengan syariat Islam. Semoga membuka wawasan kita tentang Islam dan Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.