Serbaserbi

4 Jenis Serangga yang Banyak Digunakan untuk Mengobati Luka Manusia

Anehdidunia.com – Serangga merupakan hewan yang amat mudah dijumpai di sekitar kita. Saat manusia sudah hidup berdampingan dengan serangga dalam kurun waktu yang demikian lama, manusia pun mulai memanfaatkan serangga untuk aneka macam keperluan. Berikut ini adalah beberapa contoh serangga yang ternyata pernah digunakan oleh manusia untuk mengobati luka.

Lebah Madu

Lebah Madu
Lebah Madu via ikhwanattamimi.blogspot.com

Lebah adalah hewan yang sudah tidak asing bagi manusia. Meskipun sengatannya terasa amat menyakitkan bagi manusia, serangga ini membawa manfaat yang tidak sedikit bagi manusia. Pasalnya dari serangga inilah, manusia bisa memperoleh madu.

Lebah juga dipandang sebagai hewan yang berguna bagi kalangan petani karena membantu penyerbukan dan perkembangbiakan tanaman. Saat lebah hinggap pada bunga, akan ada serbuk sari yang menempel pada tubuh lebah secara tidak sengaja.

Ketika lebah masuk ke dalam bunga untuk menghisap nektarnya, serbuk sari tadi akan menempel pada putik. Hasilnya, terjadilah penyerbukan dan bunga tersebut nantinya akan menghasilkan biji.

Jika bicara soal madu yang dibuat oleh lebah, maka kalangan awam pada umumnya mengira kalau madu hanya bisa dikonsumsi dengan cara diminum atau dicampurkan pada makanan lain. Padahal penggunaan madu sebenarnya jauh lebih luas dari itu.

Madu bisa digunakan untuk mengobati luka bakar. Setelah luka bakar seseorang dibasuh dengan air, luka tersebut selanjutnya bisa diolesi dengan madu. Tujuannya agar luka tersebut tidak terpapar oleh angin sehingga rasa sakitnya berkurang. Bisa dibilang kalau madu berfungsi sebagai pengganti perban.

Alasan lain penggunaan madu untuk menutupi luka bukan hanya itu. Karena madu juga mengandung air, madu bisa menjaga supaya sel-sel di sekitar luka tetap lembab. Madu juga mengandung senyawa antiseptik sehingga madu yang menutupi luka bisa membantu mencegah timbulnya infeksi pada luka tersebut.

Madu yang digunakan untuk mengobati luka dikenal dengan nama Manuka dan dihasilkan oleh lebah madu dari spesies Apis mellifera. Karena madu terbukti ampuh dalam mengobati luka, lembaga FDA di Amerika Serikat sudah melegalkan penggunaan madu sebagai obat alternatif. Hasil uji klinis juga menunjukkan kalau luka bakar yang diobati dengan Manuka bisa sembuh lebih cepat.

Ulat Sutra

Ulat Sutra
Ulat Sutra via indozone.id

Sutra adalah benang yang dihasilkan oleh sejenis serangga bernama ulat sutra. Ulat sutra sendiri aslinya merupakan fase larva dari ngengat sutra. Saat ulat berubah menjadi kepompong, ulat akan membungkus dirinya dengan memakan lapisan yang terbuat dari benang sutra.

Dalam budidaya ulat sutra, kepompong inilah yang dipanen supaya benang sutranya bisa diambil dan diolah menjadi kain sutra. Kain sutra terkenal sebagai kain yang berharga amat mahal karena proses pembuatannya yang rumit dan teksturnya yang terasa lembut serta sejuk saat dipakai.

Benang sutra sendiri ternyata bukan hanya bisa digunakan sebagai bahan pakaian semata. Di dunia kedokteran, benang sutra juga bisa digunakan untuk menolong penderita serangan jantung.

Kita semua tentu sudah tahu kalau seseorang yang terkena serangan jantung memiliki peluang untuk tetap hidup. Yang tidak banyak diketahui orang adalah mereka yang pernah terkena serangan jantung biasanya memiliki jantung yang lebih lemah.

Penyebabnya adalah saat serangan jantung terjadi, seringkali ada bagian jantung yang rusak dan tidak bisa menyembuhkan diri akibat terhentinya pasokan oksigen. Akibatnya, jika orang tersebut kembali terkena serangan jantung, maka resiko orang tersebut untuk kehilangan nyawanya akibat serangan jantung menjadi lebih besar.

Ilmuwan lantas memutar otak untuk menemukan cara supaya bagian jantung yang rusak bisa kembali menyembuhkan diri dan menjadi kuat seperti sedia kala. Beragam serat sudah dicoba oleh ilmuwan untuk menyambungkan bagian jantung yang rusak dan merangsang regenerasinya.

Namun tidak ada serat yang cocok karena seratnya terlalu rapuh atau karena sistem kekebalan tubuh menolaknya. Hingga kemudian sekelompok ilmuwan dari Institut Teknologi India melakukan uji coba pada jantung tikus memakai benang sutra.

Uji coba tersebut berakhir dengan kesuksesan. Ilmuwan pun berharap supaya hasil penelitian ini bisa dikembangkan lebih jauh sehingga metode serupa bisa digunakan untuk memulihkan jantung manusia.

Belatung

Belatung
Belatung via idntimes.com

Jika ada timbunan sampah atau bangkai hewan yang sudah teronggok selama berhari-hari di tempat terbuka, maka kita bakal menemukan gerombolan belatung yang bersembunyi di dalamnya. Belatung sendiri aslinya adalah fase larva dari lalat.

Mereka hidup dari memakan daging hewan mati atau sisa-sisa sampah organik. Jika belatung sudah tumbuh cukup besar, belatung akan berubah menjadi kepompong dan kemudian lalat.

Karena belatung kerap dijumpai di tempat-tempat yang berbau busuk, belatung pun menyandang reputasi sebagai hewan yang jorok dan menjijikan. Jika belatung sudah berubah menjadi lalat dewasa, reputasi negatif yang dimilikinya hanya semakin menjadi karena lalat dikenal sebagai hewan penyebar penyakit.

Di luar stigma negatif yang dimilikinya, belatung ternyata memiliki manfaat bagi manusia. Belatung kerap dimanfaatkan untuk membantu mengobati luka. Bahkan sejak tahun 2004, lembaga FDA yang berbasis di Amerika Serikat sudah memberikan izin penggunaan belatung untuk membantu penyembuhan luka.

Mekanisme perawatan luka dengan memakai belatung sendiri terbilang sederhana. Setelah lukanya dibersihkan, belatung akan ditaruh pada luka dan dibiarkan memakan sel-sel kulit mati yang ada pada luka. Belatung yang digunakan tentunya yang sudah dibiakkan dalam tempat bersih.

Ada dua alasan mengapa belatung dipandang sebagai hewan yang berguna dalam penyembuhan luka. Pertama, belatung bisa membedakan sel kulit mati dengan sel yang masih hidup.

Alasan kedua, belatung menghasilkan zat khusus dari air liurnya saat memakan sel-sel kulit mati di kulit manusia. Zat tersebut membuat sistem kekebalan tubuh tetap aktif sehingga luka tersebut tidak akan mengalami infeksi.

Semut

Semut
Semut via theconservation.com

Semut adalah hewan yang terkenal akan perilakunya yang gemar bergotong royong. Berkat kemampuan tersebut, semut pun bisa melakukan aneka macam hal yang normalnya tidak akan bisa dilakukan oleh semut jika sendirian. Misalnya mengalahkan hewan yang ukurannya lebih besar atau menghabiskan makanan yang berukuran besar.

Bagi manusia, semut lebih sering dianggap sebagai gangguan. Alasannya tidak lain karena semut kerap memasuki persediaan makanan yang disimpan oleh manusia. Semut-semut tertentu semisal semut api juga bisa memberikan gigitan yang terasa amat menyakitkan pada manusia.

Namun tidak semua semut dianggap sebagai gangguan semata oleh manusia. Di Afrika, ada sejenis semut yang bisa digunakan untuk mengobati luka. Padahal semut ini juga dikenal dengan gigitannya amat berbahaya.

Semut kemudi adalah nama dari semut tersebut. Semut ini dapat dikenali dengan melihat rahangnya yang berukuran amat besar. Rahang semut itulah yang dimanfaatkan oleh manusia untuk mengobati luka.

Saat seseorang terluka, maka luka tersebut harus segera ditutup supaya darah yang keluar tidak terlalu banyak. Jika seseorang sedang berada di tengah hutan dan tidak ada benda yang bisa digunakan untuk menutup luka, maka semut kemudi bisa digunakan sebagai metode darurat untuk menambal luka.

Untuk melakukannya, rahang semut kemudi akan diposisikan di atas luka. Sesudah itu, badan semut tersebut akan dicabut hingga terputus, sementara kepala dan rahang semut tadi masih tetap menancap di sekitar luka.

Karena semut kemudi memiliki rahang yang demikian kuat, luka yang ditutup memakai rahang semut kemudi akan tetap berada dalam kondisi demikian meskipun semutnya sudah mati.

Sumber :

10 Strange Creepy-Crawly Medical Treatments That Actually Work

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.