Serbaserbi

Mulianya Khadijah Radhiyallahu'anha, Bahkan Allah Ta'ala Berkirim Salam Padanya

Begitu mulianya Khadijah Radhiyallahu’anha . Bahkan Allah Rabb Semesta Alam menitipkan salam kepada Khadijah radhiyallahu’anha melalui Jibril ‘Alaihissalaam. Ini adalah kedudukan yang luar biasa. Dijelaskan juga dalam beberapa nash yang menunjukkan keutamaan Khadijah dibandingkan istri beliau lainnya.

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, “Pada suatu ketika Jibril mendatangi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sambil mengatakan pada beliau :

‘Wahai Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, Khadijah telah datang. Bersamanya sebuah bejana yang berisi lauk, makanan, dan minuman. Jika dirinya sampai, katakan padanya bahwa Rabbnya dan diriku mengucapkan salam untuknya. Kabarkan pula bahwa untuknya rumah dari emas di surga, yang nyaman, tidak bising, dan tidak merasa letih’ (HR. Bukhari dan Muslim).”

Keutamaan lainnya bahwa Khadijah adalah salah satu dari wanita terbaik di dunia. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Cukup bagimu empat wanita terbaik di dunia: Maryam bintu Imran (Ibu dari nabi Isa), Khadijah bintu Khuwailid, Fatimah bintu Muhammad, dan Asiyah Istri Firaun” (HR. Ahmad, disahihkan Syuaib Al-Arnauth).

Dalam riwayat yang lain :

“Sebaik-baik wanita dunia adalah Maryam bintu Imran dan sebaik-baik wanita dunia di zamannya adalah Khadijah” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah memilih Khadijah menjadi satu-satunya wanita yang menemaninya menjalani kehidupan pernikahan dan mendampinginya di kala susah dan senang. Dalam kehidupan pernikahan Rasulullah dan Khadijah ini pun dihiasi begitu banyak cerita yang sangat romantis.

Hal ini tergambar pada salah satu peristiwa, saat itu Rasulullah mendapatkan wahyu pertama dari Malaikat Jibril Alaihissalam. Ketika itu Rasulullah menggigil ketakutan saat melihat kedatangan Malaikat Jibril. “Iqra!,Bacalah!”, ucap Jibril. “Maa ana biqaari`at, aku tidak bisa membaca,”jawab Rasulullah.

Percakapan tersebut pun terulang hingga tiga kali. Rasulullah pun masih terus menggigil, tubuh beliau membeku dalam kegelisahannya itu. Hingga Rasulullah pun meminta Ibunda Khadijah untuk menyelimuti tubuhnya yang menggigil tersebut. Kemudian Khadijah hadir memberikan ketenangan pada hati Rasulullah, dan memberikan pundaknya untuk menjadi sandaran bagi Rasulullah. Khadijah pun terus mencoba menenangkan Rasulullah yang dirundung rasa takut dan gelisah. Berkat kesabaran dan kelembutan hati Khadijah, Rasulullah pun menjadi lebih tenang dari sebelumnya.

Khadijah pun menjadi satu-satunya wanita yang mendampingi Rasulullah hingga akhir hayatnya. Selama 25 tahun ia menjadi seorang istri Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, dan mautlah yang memisahkan mereka berdua. Atas kepergian Khadijah itu pun menjadi duka mendalam bagi Rasulullah Shallallahuu’alaihi wa sallam.

Bahkan Rasulullah berkata bahwa ia tidak akan pernah mendapatkan istri seperti Khadijah. Betapa Rasulullah sangat mencintai dan setianya kepada Sayyidah Khadijah Radhiyallahu ‘anha, sampai-sampai rasa cinta Rasulullah yang begitu besar kepada Khadijah itu menimbulkan kecemburuan pada Aisyah.

Dalam sebuah hadis diceritakan bahwa Aisyah pernah berkata :

“Aku tidak pernah merasa cemburu terhadap istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam, melebihi rasa cemburuku kepada Khadijah, yang demikian karena begitu seringnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam menyebut-nyebut dan memuji kebaikannya. Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam untuk memberi kabar gembira kepadanya dengan rumah yang dipersembahkan untuknya di dalam surga yang terbuat dari marmer.”

Betapa indahnya kisah pernikahan yang terjalin antara Rasulullah Shallallahu alaihi Wa sallam dan Sayyidah Khadijah Radhiyallahu ‘anha. Sebagai seorang suami, Rasulullah berusaha memberikan perhatian dan kasih sayang sepenuhnya hanya kepada Khadijah seorang.

Wallahu A’lam

(wid) Widaningsih

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.