Serbaserbi

Peralatan Canggih dan Kreatif yang Pernah Digunakan oleh Agen Rahasia di Dunia Nyata

Anehdidunia.com – Jika bicara soal film bertema agen rahasia, maka orang-orang akan langsung membayangkan film bergenre action yang para tokohnya nampak seperti orang biasa, namun aslinya sangat mahir bertarung dan dilengkapi dengan alat-alat canggih.

Kendati hal-hal yang ada dalam film bertema agen rahasia seringkali sudah dilebih-lebihkan, faktanya agen rahasia di dunia nyata memang benar-benar pernah menggunakan aneka macam peralatan rahasia yang tergolong canggih pada masanya. Berikut ini adalah contoh dari alat-alat tersebut.

Pistol Lipstik

Pistol Lipstik
Pistol Lipstik via kompas.com

Lipstik merupakan benda yang pastinya sudah sangat akrab bagi kaum hawa. Ya, itulah benda yang biasa digunakan oleh manusia untuk memberi warna pada bibir. Bagi mereka yang sangat mementingkan penampilan, membawa lipstik ke mana-mana sudah dianggap layaknya kewajiban tak tertulis.

Namun jika anda hidup pada tahun 1960-an, sebaiknya anda bersikap ekstra waspada jika anda melihat wanita membawa lipstik ke mana-mana. Terlebih lagi jika wanita tersebut kebetulan berasal dari Uni Soviet. Pasalnya di masa itu, KGB – badan intelijen Uni Soviet – mengembangkan senjata khusus yang bentuknya menyerupai lipstik.

Senjata yang dimaksud di sini adalah sejenis pistol kecil yang dilengkapi dengan peluru berkaliber 4,5 mm. Karena bentuknya nampak menyerupai lipstik, senjata ini pun bisa dibawa ke mana-mana tanpa mengundang kecurigaan. Oleh pihak Uni Soviet, senjata ini dijuluki sebagai “Ciuman Kematian”.

Supaya orang-orang di sekitarnya menjadi semakin tidak curiga, yang mengoperasikan pistol lipstik ini biasanya adalah agen wanita KGB. Dikombinasikan dengan penampilan para agen yang terlihat cantik dan anggun, maka mereka yang akan menjadi sasaran biasanya sama sekali tidak merasa curiga saat didekati oleh agen KGB.

Saat musuh sedang berada dalam posisi lengah, barulah sang agen menjalankan aksinya dan membunuh sasarannya tersebut dengan memakai pistol lipstik ini. Tidak diketahui berapa banyak orang yang pernah menjadi korban senjata lipstik ini.

Satu hal yang pasti, pistol lipstik ini memang benar-benar ada dan benar-benar pernah digunakan sebagai senjata pembunuh. Salah satu senjata ini sekarang dipamerkan di International Spy Museum.

Alat Penyadap di Hak Sepatu

alat penyadap di hak sepatu
alat penyadap di hak sepatu via allsetbrunatte.wordpress.com

Dalam dunia spionase, menyadap atau menguping pembicaraan orang lain merupakan hal yang amat lazim dilakukan. Dengan mengetahui apa yang sedang direncakan oleh pihak lawannya, maka pihak yang melakukan penyadapan bisa melakukan antisipasi supaya hal yang direncakan oleh pihak lawan tidak berjalan sesuai keinginan mereka.

Saking seringnya aktivitas penyadapan dilakukan, orang-orang pun menjadi ekstra waspada setiap kali mereka hendak melakukan pembicaraan rahasia. Oleh karena itulah, pihak intelijen pun harus memutar otak supaya bisa menyadap sasarannya tanpa ketahuan.

Badan intelijen Rumania memiliki jawabannya sendiri untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pada tahun 60 hingga 70-an, badan intelijen Rumania secara diam-diam bekerja sama dengan perusahaan pos di negara mereka. Sahabat anehdidunia.com sasaran mereka adalah duta besar negara-negara Barat yang sedang bertugas di Rumania.

Para duta besar tadi memiliki kebiasaan memesan sepatu ke perusahaan negara-negara Barat. Momen inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pihak intelijen Rumania. Sebelum para duta besar menerima sepatu pesanan mereka, agen rahasia Rumania secara diam-diam akan memasang alat penyadap pada hak sepatu.

Sepatu tersebut kemudian dikirimkan ke alamat pemesannya. Saat sang duta besar memakai sepatunya, setiap dialog dan gerak geriknya bakal dipantau secara seksaman oleh agen rahasia Rumania.

Teknik ini pada akhirnya berhasil terbongkar saat sang duta besar melakukan pertemuan di sebuah ruangan yang dipantau ketat. Awalnya pihak keamanan menduga kalau ada yang memasang alat penyadap di ruangan karena mereka mendeteksi adanya sinyal dari dalam ruangan.

Saat pemeriksaan dilakukan, nyatanya tidak ada alat penyadap yang ditemukan di dalam ruangan. Mereka akhirnya berhasil mendapat petunjuk karena setiap kali sang duta besar pergi meninggalkan ruangannya, sinyal yang berasal dari alat penyadap juga menghilang.

Saat perlengkapan milik duta besar diperiksa oleh petugas keamanan, mereka akhirnya tahu kalau ada yang memasang alat penyadap pada hak sepatu yang dipakai oleh si duta besar.

Alat Pemancar Berwujud Tinja

alat pemacar berwujud tinja
alat pemacar berwujud tinja via worthpoint.com

Bagi banyak orang, tinja atau kotoran dipandang sebagai benda yang menjijikan. Itulah sebabnya orang-orang normalnya tidak akan mau menyentuh tinja. Terlebih lagi tinja seringkali memancarkan bau yang tidak sedap.

Cara orang dalam memandang tinja lantas dimanfaatkan oleh CIA. Saat Perang Vietnam masih berlangsung, mereka mengembangkan alat pemancar yang bentuknya menyerupai tinja hewan-hewan liar.

Penggunaan alat pemancar ini terbilang sederhana. Alat pemancar yang bentuknya disamarkan hingga menyerupai tinja akan disebar di lokasi-lokasi yang diduga kerap dilalui oleh pasukan musuh.

Dengan cara ini, CIA bisa mengetahui posisi dan aktivitas musuh sehingga mereka bisa menyerang lokasi musuh secara akurat. Dan karena gerilyawan Vietnam tidak mau repot-repot memeriksa tinja satu per satu, keberadaan alat pemancar ini kerap luput dari pantauan musuh.

Payung Pembunuh

payung pembunuh
payung pembunuh via caping.co.id

Di Indonesia, kita mengenal peribahasa “sedia payung sebelum hujan”. Kalau untuk kasus agen rahasia Bulgaria, kalimat tadi bisa sedikit diubah menjadi “sedia payung sebelum membunuh sasaran”. Kalimat tersebut merupakan gambaran singkat mengenai bagaimana cara agen rahasia Bulgaria menghabisi musuhnya.

Saat Bulgaria masih diperintah oleh rezim komunis, sejumlah rakyat Bulgaria melarikan diri ke luar negeri supaya mereka bisa bebas mengkritik pemerintah tanpa khawatir bakal dibunuh. Hal itu pulalah yang mungkin ada di benak Georgi Markov saat meninggalkan Bulgaria dan bekerja sebagai kontributor untuk kantor berita BBC di London, Inggris.

Hari naas bagi Markov terjadi pada tanggal 7 September 1978. Saat ia sedang berjalan-jalan, mendadak ia merasakan tusukan pada kakinya. Sahabat anehdidunia.com saat Markov membalikkan badannya, ia melihat seorang pria yang sedang membawa payung berlari ke dalam taksi dan kemudian menghilang.

Tidak lama seusai peristiwa tersebut, Markov jatuh sakit dan akhirnya meninggal. Saat mayatnya diperiksa, kondisi Markov sungguh mengenaskan. Paru-parunya nampak terisi cairan dan organ-organ dalamnya mengalami pendarahan.

Senyawa beracun juga terdeteksi dalam darah Markov. Saat tim forensik memeriksa luka pada kaki Markov, mereka menemukan kalau luka tersebut nampak seperti luka tembak karena adanya serpihan peluru pada kaki Markov. Namun tembakan tersebut tidak berasal dari senjata api biasa.

Polisi lantas menduga kalau Markov dibunuh dengan memakai senjata api yang disamarkan sebagai payung. Polisi juga meyakini kalau peluru yang digunakan untuk membunuh Markov sudah dicampur dengan Ricin, sejenis racun yang sedang dikembangkan oleh Uni Soviet.

Ricin merupakan racun yang amat mematikan bagi manusia karena bisa membuat korbannya mengalami demam, kesulitan bernapas, muntah-muntah, diare, dan kematian sesudah beberapa hari.

Dugaan kalau Markov menjadi korban pembunuhan oleh agen rahasia Uni Soviet dibenarkan oleh Oleg Kalugin dan Oleg Gordievsky, dua mantan anggota KGB Uni Soviet. Menurut penuturan mereka, senjata yang membunuh Markov aslinya dikembangkan oleh Uni Soviet.

Uni Soviet kemudian memberikan senjata payung ini kepada agen rahasia Bulgaria supaya mereka yang menjalankan misi pembunuhan. Kelanjutan dari kisah ini sudah bisa kita tebak. Markov ditembak dengan memakai payung ini dan kemudian meninggal akibat efek racun yang digunakan pada peluru payung.

Sumber :

10 Innovative Devices From the History of Espionage

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.