Serbaserbi

Benda Ini Tujuan Penciptaannya Berbeda dengan Fungsinya yang Sekarang

Manusia menciptakan aneka macam benda untuk membantu meringankan kerja manusia. Dalam perjalanan sejarahnya, ada sejumlah benda yang penggunaannya di masa kini berbeda dari tujuan awal penciptaannya. Benda apa sajakah itu? Berikut ini adalah 5 contoh benda tersebut.

Bubble Wrap

bubble wrap
bubble wrap via anteraja.id

Pandemi COVID-19 menyebabkan orang-orang semakin sering menghabiskan waktu di dalam rumah. Salah satu dampak dari fenomena tersebut adalah semakin banyaknya orang-orang yang membeli barang dengan cara memesannya secara online.

Bagi mereka yang gemar memesan barang secara online (khususnya barang elektronik), maka bubble wrap atau plastik gelembung merupakan barang yang pastinya sudah tidak asing.

Bubble wrap adalah plastik yang bagian permukaannya dipenuhi dengan gelembung-gelembung kecil. Berkat keberadaan gelembung tersebut, benda yang dibungkus dengan bubble wrap menjadi lebih tahan terhadap benturan sehingga potensi kerusakannya bisa diminimalkan.

Bubble wrap sendiri pada awalnya diciptakan bukan sebagai benda pembungkus. Bubble wrap pada awalnya diciptakan pada tahun 1957 oleh sepasang insinyur yang bernama Alfred W. Fielding dan Marc Chavannes.

Saat menciptakan bubble wrap, pada awalnya Alfred dan Marc memasarkan benda tersebut sebagai wallpaper alias kertas pelapis dinding. Namun meskipun mereka sudah menawarkan produk ciptaannya ke mana-mana, tidak ada perusahaan yang berminat akan produk mereka.

Situasi tersebut baru berubah setelah pada tahun 1959, perusahaan teknologi IBM meluncurkan komputer baru mereka. Sealed Air Corp selaku perusahaan asal Alfred dan Marc kemudian menawarkan produk bubble wrap kepada IBM.

Mereka mengusulkan kepada IBM untuk menggunakan bubble wrap sebagai lapisan untuk melindungi komputernya. Gayung bersambut karena usulan tersebut disetujui oleh pihak IBM. Sejak itulah, bubble wrap pun menjadi benda yang lazim digunakan untuk menyelubungi perkakas elektronik sebelum dikirimkan untuk perjalanan jauh.

Listerine

Listerine
Listerine via hip2save.com

Menyikat gigi merupakan aktivitas yang dilakukan oleh orang setiap harinya untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Namun terkadang sekedar menyikat gigi saja tidaklah cukup. Pasalnya tidak jarang ada sisa makanan bagian sudut rongga mulut yang masih tertinggal dan tidak tersentuh oleh sikat gigi.

Untuk keperluan itulah, obat kumur atau mouthwash pun diciptakan. Sesuai dengan namanya, obat kumur memang digunakan dengan cara dikumur dan kemudian dimuntahkan kembali. Dari sekian banyak produk obat kumur yang beredar di pasaran, Listerine adalah salah satu yang paling terkenal.

Listerine sendiri pada awalnya diciptakan bukan untuk dipakai berkumur. Ide untuk menciptakan Listerine bermula ketika pada tahun 1865, Louis Pasteur merilis hasil penelitian yang menyatakan kalau di sekeliling kita, ada organisme-organisme kecil yang bisa menyebabkan penyakit jika sampai masuk ke dalam tubuh.

Sebagai tanggapan atas hasil penelitian Pasteur tersebut, operasi pembedahan pun sejak itu dilakukan di ruangan khusus yang steril dan bebas dari bakteri berbahaya. Orang pertama yang melakukan operasi di ruangan macam itu adalah Sir Joseph Lister.

Beberapa tahun kemudian, seorang dokter yang bernama Joseph Lawrence menciptakan cairan yang fungsi utamanya adalah membunuh bakteri. Ia memberikan nama Listerine untuk cairan ini karena terinspirasi dari Sir Joseph Lister.

Saat pertama kali dijual di pasaran, Listerine pada awalnya dijual sebagai pembersih lantai, deodoran, dan bahkan obat untuk mengobati luka. Baru sejak tahun 1923 Listerine mulai dijual sebagai obat kumur dan penghilang bakteri di rongga mulut.

Treadmill

Treadmill
Treadmill via t3.com

Bagi mereka yang sering pergi ke gym atau pusat kebugaran, treadmill merupakan pemandangan yang jamak ditemui. Treadmill sendiri pada dasarnya adalah ban berjalan yang bisa bergerak secara otomatis. Perangkat ini adalah perangkat yang sangat membantu bagi mereka yang ingin berlari-lari kecil, namun tidak bisa melakukannya di luar ruangan karena beragam alasan.

Treadmill sendiri ternyata tergolong sebagai perangkat yang berusia amat tua. Pasalnya perangkat serupa ternyata sudah pernah digunakan oleh bangsa Romawi Kuno. Treadmill pada masa itu tidak menggunakan mesin, melainkan menggunakan tenaga manusia. Fungsinya pun bukan untuk menjaga kebugaran, tetapi sebagai katrol raksasa untuk membantu aktivitas pembangunan.

Ratusan tahun berlalu, penggunaan treadmill kembali muncul. Di Inggris pada abad ke-19, para tahanan akan diperintahkan berjalan di treadmill yang terhubung dengan alat penggiling jagung. Setiap kali tahanan berjalan di atas treadmill, maka alat penggilingan akan bergerak.

Penggunaan treadmill sempat kembali mati suri setelah pada tahun 1889, pemerintah Inggris melarang penggunaan tahanan untuk kerja paksa. Hingga kemudian pada tahun 1960-an, treadmill untuk keperluan olah raga diciptakan oleh Bill Staub dan Kenneth Cooper. Sejak itu, treadmill pun menjadi salah satu alat kebugaran paling populer di dunia.

Permen Karet

Permen Karet
Permen Karet via unair.ac.id

Permen karet adalah permen yang teksturnya menyerupai karet. Mereka yang mahir bahkan bisa meniup permen karet hingga mengembang layaknya balon. Selain memiliki rasa yang enak, permen karet juga banyak dikonsumsi oleh kalangan segala usia karena mengunyah permen ini membantu menurunkan emosi dan melatih kesehatan rahang.

Meskipun begitu, mereka yang membenci permen karet juga sedikit. Pasalnya karena permen ini memiliki tekstur yang kenyal atau lengket, permen karet amat sulit dibersihkan jika sampai menempel pada rambut atau kain.

Permen karet sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang karena bangsa Maya dan Aztek ternyata sudah melakukannya sejak ratusan tahun yang lalu. Di masa itu, mereka mengunyah getah karet sebagai makanan alternatif dan penyegar nafas.

Tahun 1869, saat seorang wirausahawan asal Amerika Serikat yang bernama Thomas Adams mendengar maraknya penggunaan getah karet di Meksiko, ia mencoba menciptakan aneka macam produk dair getah karet dan menjualnya ke pasaran. Produk-produk tersebut di antaranya adalah sepatu kedap air, mainan, hingga topeng.

Produk-produk buatannya tidak ada yang sukses di pasaran. Melihat hal tersebut, Thomas memutuskan untuk menambahkan penyedap rasa pada getah karet dan menjualnya sebagai permen karet pada 1870. Kali ini inovasinya berakhir dengan kesuksesan dan permen karet kini menjadi salah satu permen favorit semua usia.

Dasi

Dasi
Dasi via spinsuck.com

Bagi kalangan anak sekolah dan pegawai kantoran, dasi merupakan aksesoris yang wajib dipakai di seragam. Bahkan mereka yang tidak termasuk dalam dua golongan tadi pastinya tetap pernah mengenakan dasi. Misalnya saat pergi ke pesta dan acara formal.

Penggunaan dasi sendiri ternyata sudah dikenal sejak Abad Pertengahan. Namun pada masa itu, dasi bukan hanya berfungsi sebagai aksesoris semata. Saat wilayah Eropa masih dilanda Perang 30 Tahun, raja Perancis Louis VIII menyewa sejumlah tentara bayaran asal Kroasia.

Para tentara bayaran tersebut memiliki kebiasaan mengenakan aksesoris menyerupai dasi di lehernya supaya jaketnya tidak sampai terlepas. Saat melihat dasi tersebut, raja Louis VIII merasa begitu terkesan.

Supaya makin banyak orang yang memakai dasi, raja Louis VIII mengumumkan bahwa di setiap acara jamuan yang digelar oleh pihak kerajaan, para peserta harus mengenakan dasi. Sejak itu, dasi lambat laun menjadi semacam aksesoris wajib dalam acara-acara resmi bagi kaum pria.

Dasi pada masa itu berbeda dengan dasi di masa kini karena fungsi utamanya adalah sebagai pengikat jaket. Dasi seperti yang kita kenal sekarang baru mulai diproduksi dan digunakan secara luas sejak tahun 1920-an.

Sumber :

Top 10 Products Which Aren’t Used for Their Original Purpose

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.