Serbaserbi

Hewan Parasit yang Bisa Mengendalikan Pikiran Korbannya

Anehdidunia.com – Kemampuan mengendalikan pikiran bukan hanya muncul di karya fiksi. Di dunia nyata, sejumlah hewan parasit diketahui memiliki kemampuan serupa. Beberapa parasit bahkan bisa memaksa supaya inangnya melakukan tindakan ekstrim semisal bunuh diri. Berikut ini adalah contoh hewan-hewan parasit yang memiliki kemampuan mengendalikan pikiran korbannya.

Lalat Pseudacteon

Lalat Pseudacteon
Lalat Pseudacteon via bugguide.net

Pseudacteon adalah nama dari sejenis lalat yang hanya dapat ditemukan di Amerika Selatan. Lalat ini hidup sebagai hewan parasit bagi semut. Karena yang menjadi inangnya adalah semut, lalat ini pun memiliki ukuran yang amat kecil. Ada lebih dari 100 spesies lalat Pseudacteon yang sudah diketahui oleh manusia.

Siklus hidup lalat ini dimulai ketika lalat betina hinggap di atas punggung semut. Saat hinggap di atas semut, lalat betina akan menyuntikkan telurnya ke dalam tubuh semut. Jika telurnya sudah selesai dikeluarkan, lalat betina kemudian akan terbang menjauh.

Telur tersebut selanjutnya akan menetas menjadi larva yang kemudian berjalan ke arah kepala. Sesampainya di sana, larva akan memakan darah, otot, dan jaringan syaraf yang ada di kepala semut.

Saat larva tersebut sudah memakan sebagian besar otak semut, semut yang menjadi inangnya tidak akan bisa lagi mengendalikan dirinya. Semut tersebut akan berjalan tanpa tujuan layaknya zombie yang sudah tidak bisa lagi berpikir.

Saat larva sudah berusia sekitar 4 minggu, kepala semut akan terlepas dari badannya dan semut tersebut akan mati, sementara larva akan berubah menjadi kepompong di dalam kepala semut. Saat metamorfosisnya sudah selesai, lalat dewasa akan keluar dari kepompongnya dan kemudian terbang untuk menciptakan keturunan baru.

Cacing Hati Pisau

Cacing Hati Pisau
Cacing Hati Pisau via wildlife.org

Cacing hati pisau (Dicrocoelium dendriticum) adalah sejenis cacing parasit yang menjadikan hewan mamalia herbivora (misalnya sapi) sebagai inang utamanya. Saat berada di dalam tubuh inangnya, cacing ini biasanya tinggal di bagian hati atau liver. Itulah sebabnya cacing ini diberi nama “cacing hati”.

Jika cacing ini tidak sengaja dibuang keluar oleh saluran pencernaan inangnya, cacing ini bisa kembali memasuki inang favoritnya dengan cara memanipulasi hewan lain. Proses ini bermula ketika hewan mamalia yang menjadi inang cacing pisau melakukan buang air besar.

Saat ia mengeluarkan tinjanya, akan ada larva cacing yang ikut terbawa keluar bersama dengan tinja tadi. Tinja tersebut selanjutnya akan dimakan oleh siput. Saat memakan tinja, larva cacing hati akan masuk ke dalam tubuh siput dan kemudian tumbuh di dalam usus siput.

Saat siput tersebut mengeluarkan lendir, cacing hati akan ikut terbuang keluar. Karena lendir tersebut bersifat lembab dan mengandung cairan, akan ada semut yang menghampiri lendir. Pada saat inilah, cacing hati akan ganti menginfeksi semut.

Sesampainya di dalam tubuh semut, cacing hati akan pergi menuju jaringan syaraf yang terletak di tenggorokan semut dan kemudian menginfeksinya. Akibatnya, semut tersebut kini bergerak di bawah perintah cacing yang merasukinya.

Setiap malam, semut yang tubuhnya diinfeksi oleh cacing akan pergi menuju rumput dan berpegangan memakai rahangnya. Namun saat matahari terbit, cacing ini akan memerintahkan supaya semut kembali kembali ke sarangnya karena cacing ini tidak tahan akan sinar matahari.

Aktivitas ini diulangi oleh semut setiap harinya. Saat ada hewan herbivora yang memakan rumput tempat semut berpegangan, semut tersebut akan ikut tertelan bersama dengan cacing hati. Cacing hati kemudian akan pergi menuju organ hati dan melanjutkan hidupnya di dalam tubuh hewan herbivora ini.

Cacing Rambut

Cacing Rambut
Cacing Rambut via shutterstock.com

Semut bukanlah satu-satunya serangga yang dijadikan inang oleh hewan parasit pengendali pikiran. Hewan-hewan seperti jangkrik dan belalang juga kerap menjadi sasaran dari hewan parasit dengan kemampuan serupa.

Cacing rambut (Spinochordodes tellinii) adalah hewan parasit yang menjadikan jangkrik dan belalang sebagai inang utamanya. Cacing ini diberi nama demikian karena tubuh cacing ini memang nampak panjang dan tipis layaknya helai rambut.

Larva cacing rambut hidup sebagai parasit di dalam tubuh hewan inangnya. Selama berada di dalam, larva hidup dari memakan organ-organ tubuh inangnya.

Saat cacing rambut sudah tumbuh cukup besar, cacing ini akan menghipnotis inangnya supaya pergi ke arah air. Sesampainya di sana, hewan inangnya tersebut akan segera menceburkan diri.

Karena hewan inang tadi tidak bisa berenang, maka ia akan segera mati akibat tenggelam. Namun tidak demikian halnya dengan cacing rambut. Saat inangnya sudah mati, ia akan pergi meninggalkan tubuh inangnya dan melanjutkan hidupnya sebagai hewan air.

Tawon Parasit Kosta Rika

Tawon Parasit Kosta Rika
Tawon Parasit Kosta Rika via viva.co.id

Laba-laba terkenal sebagai hewan pemakan serangga. Berkat taringnya yang beracun dan jaringnya yang lengket, hewan ini bisa menangkap dan membunuh setiap serangga yang terjerat di jaringnya.

Namun hal tersebut tidak lantas membuat laba-laba aman dari ancaman serangga. Tawon parasit Kosta Rika adalah contoh dari serangga yang menjadikan laba-laba sebagai sasaran utamanya.

Saat tawon betina sudah menemukan laba-laba, tawon betina akan menyengat laba-laba supaya lumpuh untuk sementara waktu. Sesudah itu, tawon betina akan memasukkan telurnya ke dalam tubuh laba-laba sebelum kemudian terbang menjauh.

Saat laba-laba sudah pulih kembali, ia kemudian akan melanjutkan hidupnya seperti sedia kala. Namun hidupnya tidak akan lagi sama karena sekarang ada larva tawon yang bersemayam di dalam tubuhnya.

Larva akan hidup dari menghisap darah laba-laba. Saat larva tersebut sudah menjadi tahap pertumbuhan terakhirnya, larva tersebut akan menghipnotis laba-laba supaya membuat jaring yang desain konstruksinya sama sekali tidak mirip dengan desain jaring yang selama ini ia buat.

Sesudah selesai membangun jaring, laba-laba akan segera pergi ke tengah jaring dan berdiam di sana. Larva sesudah itu akan membunuh laba-laba dan kemudian berubah menjadi kepompong.

Berkat jaring yang dibangun oleh laba-laba inangnya, kepompong tersebut akan senantiasa berada dalam kondisi aman hingga tawon dewasa keluar dari dalamnya.

Euhaplorchis californiensis

Euhaplorchis californiensis
Euhaplorchis californiensis via today.line.me

E. californiensis adalah hewan parasit yang siklus hidupnya penuh dengan petualangan. Pasalnya hewan ini menjadikan hewan darat sekaligus hewan air sebagai inangnya. Siklus hidup parasit ini bermula ketika E. californiensis memproduksi telur saat hidup di dalam usus burung laut.

Telur-telur tersebut akan keluar dari tubuh burung laut bersama dengan tinja. Dari sana, telur tersebut akan masuk ke dalam tubuh siput saat ada siput yang memakan tinja burung. Di dalam tubuh siput, telur E. californiensis akan menetas menjadi larva.

Saat E. californiensis sudah tumbuh cukup besar, E. californiensis akan hidup terombang ambing di air payau. Ketika ada ikan yang berenang di dekatnya, E. californiensis akan masuk ke dalam tubuh ikan melalui celah insangnya.

E. californiensis sesudah itu akan pergi menuju otak ikan melalui jaringan pembuluh darahnya. Sesampainya di sana, E. californiensis akan menghipnotis inangnya supaya berenang ke arah permukaan air dan membuat gerakan menggelepar. E. californiensis bahkan bisa memaksa ikan inangnya supaya berenang dalam posisi terbalik.

Karena tertarik akan gerakan aneh yang ditimbulkan oleh ikan tadi, akan ada burung laut yang mendatangi ikan tersebut. Burung laut tadi kemudian akan mencaplok ikan dan menelannya bersama dengan E. californiensis. E. californiensis sesudah itu akan melanjutkan siklus hidupnya di dalam saluran pencernaan burung.

Sumber :

10 Fascinating Cases of Mind Control

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.