Serbaserbi

Metode Unik Pertahanan Diri yang Dimiliki oleh Katak dan Kodok

Anehdidunia.com – Sebagai hewan yang hidup di alam liar, katak dan kodok menghadapi resiko dimakan oleh hewan pemangsanya setiap saat. Oleh karena itulah, banyak jenis katak dan kodok mengembangkan teknik pertahanan diri yang sesuai dengan habitatnya masing-masing. Berikut ini adalah aneka macam teknik pertahanan diri tersebut.

Kamuflase

Kamuflase
Kamuflase via detik.com

Kamuflase adalah metode pertahanan diri dengan cara menyamar supaya menyerupai lingkungan sekitarnya. Dengan melakukan kamuflase, hewan menjadi lebih sulit dilihat oleh pemangsanya sehingga peluangnya untuk bertahan hidup menjadi lebih tinggi.

Katak dan kodok juga mengenal teknik kamuflase. Bergantung dari jenisnya, masing-masing katak dan kodok memiliki teknik kamuflase yang berbeda-beda. Pasalnya lingkungan yang berbeda membutuhkan kamuflase yang berbeda pula. Sebagai contoh, kamuflase yang digunakan untuk menyamar di lantai hutan tidak akan berguna saat digunakan pada habitat semisal kolam.

Katak dan kodok yang habitatnya berada di lantai hutan normalnya bakal memiliki kulit berwarna hijau hingga kelabu. Tujuannya supaya katak tersebut tidak bisa dibedakan dari lantai hutan yang dipenuhi timbunan daun kering saat dilihat dari puncak pohon oleh hewan-hewan pemangsanya.

Selain memiliki warna yang menyerupai daun, beberapa jenis kodok juga memiliki tubuh yang bentuknya menyerupai daun supaya penyamarannya semakin meyakinkan. Kodok Suriname (Pipa pipa) adalah contoh dari kodok dengan wujud macam itu.

Kodok ini memiliki tubuh yang pipih dan berbentuk menyerupai wajik. Kodok ini juga sangat jarang bergerak saat sedang berada di dalam air supaya nampak tidak berbeda dari daun hanyut.

Manfaat kamuflase bagi katak dan kodok bukan hanya supaya aman dari pemangsa, tetapi juga supaya mereka lebih mudah mendapatkan mangsa. Saat mereka diam tak bergerak, serangga akan melintas di dekat katak dan kodok tanpa curiga. Ketika serangga tersebut sudah berada tepat di hadapan katak, serangga tadi akan langsung dicaplok oleh katak.

Racun

Racun
Racun via kompas.com

Katak panah racun adalah sejenis katak yang berasal dari Amerika Selatan dan Tengah. Katak ini ukurannya hanya sebesar ujung jari manusia. Meskipun kecil, katak ini amat mudah dikenali dengan melihat tubuhnya yang berwarna warni bak pelangi.

Warna warni yang dimiliki oleh katak panah bukanlah untuk hiasan, melainkan untuk memperingatkan musuhnya kalau katak ini merupakan hewan yang beracun. Katak panah racun merupakan salah satu hewan paling mematikan di dunia. Jika racunnya sampai masuk ke aliran darah, maka hewan yang memakannya bakal mengalami kejang-kejang.

Katak panah juga memiliki mekanisme khusus dalam tubuhnya supaya ia tidak terpengaruh oleh racunnya sendiri. Tubuh katak ini mengandung molekul-molekul khusus yang menyebabkan sel-sel tubuh katak ini kebal terhadap racunnya.

Racun yang dimiliki oleh katak panah lantas menjadi penyebab mengapa katak ini kerap dicari-cari oleh suku tradisional setempat untuk melumuri ujung anak panahnya. Itulah sebabnya katak ini memperoleh julukan “katak panah”.

Racun katak ini sendiri tidak berbahaya bagi manusia selama racunnya tidak tertelan atau masuk ke aliran darah. Katak yang dipelihara sejak kecil juga cenderung tidak menghasilkan racun karena katak ini mendapat makananya dari hewan-hewan beracun di alam liar.

Tendangan Maut

Tendangan Maut
Tendangan Maut via teribunnews.com

Katak kaca adalah sejenis katak kecil yang diberi nama demikian karena katak ini memiliki tubuh yang tembus pandang layaknya kaca. Sebagai akibatnya, organ-organ dalam katak ini bisa terlihat dengan mudah. Jika dilihat dengan seksama, jantung katak ini bahkan dilihat sedang berdenyut.

Tubuh transparan yang dimiliki oleh katak ini membantu hewan yang bersangkutan membaur dengan tempatnya hidup. Sebagai contoh, katak yang sedang bertengger di atas daun warnanya bakal terlihat serupa dengan daun.

Seperti halnya katak panah racun, katak kaca juga hanya dapat ditemukan di Amerika Tengah dan Selatan. Katak ini baru aktif mencari makan pada malam hari. Pada siang hari, katak ini bersembunyi dengan memanfaatkan ukurannya yang kecil dan habitatnya yang dipenuhi tanaman rimbun.

Katak kaca bisa dibilang sebagai hewan yang kecil-kecil cabe rawit. Pasalnya jika katak ini berhadapan dengan hewan pemangsa yang ukurannya tidak berbeda jauh darinya, katak ini bisa membela diri dengan gigih. Perilaku agresif ini utamanya ditunjukkan oleh katak jantan saat melindungi telur-telur yang ditinggalkan oleh betina.

Jika ada hewan pemakan telur yang mendekat, katak ini akan menakut-nakuti musuhnya dengan cara mengeluarkan suara keras. Namun jika musuhnya masih tidak mau mundur, katak ini akan melompat ke arah musuhnya dan kemudian menendangnya.

Mengubur Diri

Mengubur Diri
Mengubur Diri via wikipedia.org

Satu lagi hewan amfibi yang habitat aslinya berada di Benua Amerika. Kodok kaki sekop Amerika adalah sejenis kodok yang hanya dapat ditemukan di Amerika Utara dan Tengah.

Kodok ini memiliki tubuh yang gemuk dengan kulit berwarna cokelat atau abu-abu. Kulit kodok ini juga dipenuhi dengan bisul-bisul kecil supaya kodok ini nampak serupa dengan tanah dan kerikil di sekitarnya.

Kodok kaki sekop diberi nama demikian karena kodok ini menggali tanah dengan memakai kaki belakangnya. Saat kodok ini sudah selesai menggali, kodok ini kemudian akan bersembunyi di dalam lubang yang sudah dibuatnya. Seolah-olah kodok ini sedang mengubur dirinya sendiri.

Saat berada di bawah tanah, kodok ini menjadi aman dari pemangsanya karena hewan pemangsa tidak bisa melihat kodok ini. Selain untuk berlindung dari pemangsa, alasan lain mengapa kodok kaki sekop mengubur dirinya sendiri adalah supaya kodok ini terlindung dari cuaca panas.

Habitat yang dihuni oleh kodok kaki sekop kebetulan merupakan kawasan gurun yang terletak tidak jauh dari sungai. Saat hari sedang panas, kodok ini akan bersembunyi di bawah tanah. Saat musim hujan sudah tiba, kodok ini akan keluar secara beramai-ramai dari tanah dan kemudian berkembang biak di genangan air.

Baik kodok maupun berudu memiliki selera makan yang rakus. Kodok dewasa hidup dari memakan serangga dan hewan kecil. Berudu pada awalnya memakan plankton. Namun saat sudah berukuran cukup besar, berudu akan memakan hewan kecil dan bahkan berudu lain yang ukurannya lebih kecil.

Terbang

Terbang
Terbang via researchgate.net

Katak dijuluki sebagai hewan yang hidup di 2 alam karena hewan ini bisa bergerak di darat maupun di air sama baiknya. Di darat, katak bergerak dengan cara melompat-lompat. Sementara kalau di air, katak bisa bergerak dengan cara berenang.

Selain mahir bergerak di darat dan di air, ternyata katak juga bisa bergerak di udara alias terbang! Katak terbang Wallace (Rhacophorus nigropalmatus) adalah nama dari katak dengan kemampuan hebat tersebut.

Lebih menariknya lagi, habitat katak ini ternyata berada di Indonesia. Tepatnya di Pulau Kalimantan dan Sumatra. Di luar Indonesia, katak ini juga dapat ditemukan di Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam, dan China.

Katak terbang Wallace sebenarnya tidak benar-benar terbang, melainkan hanya sebatas melayang. Lantas, bagaimana cara katak ini melayang di udara? Pasalnya tidak seperti hewan-hewan semisal cicak terbang atau tupai terbang, katak terbang nampak tidak memiliki sayap atau semacamnya.

Katak terbang bisa melayang di udara dengan memakai kakinya. Pada sela-sela jari katak ini, terdapat membran yang membantu mengangkat tubuh katak ini saat sedang berada di udara. Katak ini juga memiliki jari-jari yang panjang supaya membrannya bisa menangkap udara sebanyak mungkin.

Tujuan katak terbang melayang adalah supaya ia bisa berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya tanpa harus turun ke atas panah. Seekor katak terbang bisa melayang hingga sejauh 15 meter.

Sumber :

https://animals.mom.com/which-frogs-scream-12559671.html

https://www.livescience.com/poison-dart-frog

https://allthatsinteresting.com/glass-frog

https://en.wikipedia.org/wiki/American_spadefoot_toad

https://en.wikipedia.org/wiki/Wallace%27s_flying_frog

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.