Keagamaan

Buya Arrazy: Saya Difitnah Melakukan Baiat Jual Nama Ruh  | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com– Buya Arrazy Hasyim angkat bicara terkait isu nama ruh yang tengah ramai dibicarakan publik. Ia membantah isu yang bertebaran terkait dirinya, melakukan jual beli nama ruh. Isu jual beli nama ruh, memang tengah berhembus kencang di media sosial.

“Saya difitnah membuat baiat online, saya juga dijuga difitnah melakukan baiat jual nama ruh, dan guru saya juga difitnah, kata Buya Razy, seperti dikutip dalam akun Youtube, AL-BadR Channel .

Nama ruh dalam tasawuf belakangan tengah viral belakangan tengah ramai dibicarakan. Pangkal persoalannya, menurut Buya Razy, setiap ruh manusia memiliki nama. Penjelasan itu bertebaran di video Youtube; misalnya akun Café Rumi Jakarta, Al-BadR Channel, dan Ribath Nouraniyyah Hasyimiyyah.

Dalam penjelasannya terkait nama ruh, Buya Arrazy, mengatakan referensi kitab terkait nama ruh, memiliki rujukan yang kuat dari ulama sufi terdahulu. Kitab al-Gunyah karangan Syekh Abdul Qodir Jaelani, merupakan salah satu kitab rujukan berisi terkait nama ruh setiap orang.

Di bagian belakang kitab Al Gunyah, terkait pembahasan Risalatu at Tasawwuf, dijelaskan bahwa murid jika dia sudah sampai maqom murad, Allah akan berikan dia nama dengan nama yang hanya Allah yang tahu.

Nama yang diberikan tersebut, menurut Buya Razy disimpan oleh Allah dalam qalbu Rasul. Dan pewarisnya Rasulullah SAW. Dan Allah akan berikan dia asma dan laqab.  Yang demikian itu Allah simpan dalam khazanahnya. Yang Ilmunya titipkan dalam kalbu Rasul dan kalbu para Ghaus.

“Dari Rasul turun kepada walinya. Begitu. Ada kitabnya. Dia enggak baca, di kitab Gunyah,” lanjut Buya Razy.

Selain Al-Gunyah, ada satu rujukan lagi yang berbicara tentang nama ruh, yakni kitab Rasail Ibnu Sab’in, karya ulama sufi Ibnu Sab’in.  Pada satu kesempatan, Ibnu Sab’in berkata pada anaknya;  “Wahai anak ku, Allah menamakan engkau Abul Haq, jangan lupakan nama ini sampai mati ya,”.

Nama-nama tersebut menurut Buya Razy adalah nama walayah (kewalian), yang menghubungkan manusia dengan Allah, yakni hubungan kekasih. Dengan Nama itu, Maka Allah akan memanggil kita wahai hamba Ku. Jika kita menebarkan kasih sayang kepada makhluk kita akan dipanggil dengan Abdurrahman, Ibadur Rahman, Abdur Razaq. “Inilah nama-nama walayah,” kata Buya Razy dalam Café Rumi Jakarta.

Sebagai kesimpulan, adakah nama ruh? Minimal dua imam ini mengajarkan kita ada nama ruh.  “Cukuplah dengan mereka, kita mengatakan bahwa ruh ada nama,” tutup Buya Razy dalam penjelasannya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.