Berita

Bulog Sebut Belum Dapat Izin Impor Kedelai Murah – kbr.id

Bulog Sebut Belum Dapat Izin Impor Kedelai Murah

Pengolahan kedelai untuk tahu, oleh pengrajin di Pasir Koja, Bandung, Jawa Barat. Foto: Raisan ANTARA

KBR, Jakarta- Perum Bulog menyebut siap mengimpor kedelai dari negara yang menjual dengan harga murah. Akan tetapi, Bulog belum mendapat izin maupun penugasan terkait hal tersebut. Hal itu disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, dalam Rapat Kerja Bersama Komisi IV Bidang Pertanian DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selasa (22/3/2022).

“Banyak negara-negara lain yang memproduksi kedelai sudah kami jajaki, kurang lebih ada tujuh negara produksi kedelai yang relatif lebih murah ketimbang kita impor dari Amerika Serikat. Persoalannya kembali lagi, ini dibuka nggak atau diizinkan nggak kita ngambil dari negara lain selain Amerika. Ini juga kembali lagi dari Kementerian Pertanian kan tentunya, kalau itu ada penugasan ke Bulog,” ujar Budi dalam Rapat Kerja Bersama Komisi Bidang Pertanian DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/3/2022).

Budi Waseso mengatakan, selama ini impor kedelai masih mengandalkan peran importir-importir kawakan yang cukup kuat. Hal tersebut, kata dia, membuat Bulog tidak punya pilihan, karena hanya dapat membeli kedelai dari para importir tersebut.

“Kami berhadapan dengan importir-importir yang kuat selama ini sudah mengakar mereka. Jadi seperti kemarin penugasan ya mau nggak mau kita harus beli sama importir, akhirnya ya tujuan dan sasaran kita mau lebih murah jadi nggak bisa juga,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi IV DPR, Lulu Nurhamidah, juga meminta agar pemerintah melibatkan Bulog dalam kebijakan khusus komoditas kedelai. Bulog dapat ditugaskan untuk membantu pemerintah dalam impor yang terkendali sekaligus memastikan penyerapan kedelai lokal para petani.

“Saya kira agark riskan jika impor sepenuhnya dilakukan pihak swasta. Saya kira Bulog harus dikembalikan menjadi bagian penting untuk menjaga ketahanan pangan di kedelai ini,” kata Luluk.

Ia menilai, sudah saatnya impor kedelai dibatasi bagi pihak swasta. Hal itu agar peningkatan produksi dalam negeri bisa lebih fokus dan mendapatkan kepastian.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengimpor 2,49 juta ton kedelai pada 2021. Amerika Serikat menjadi pemasok kedelai terbesar dengan 86,5 persen dari total impor kedelai Indonesia.

Baca juga:

Kedelai Mahal, Anggota DPR Desak Perbaikan Regulasi Importasi seperti Impor Bawang

Harga Kedelai Naik, Kemendag Akui Tidak Bisa Berbuat Banyak

Editor: Dwi Reinjani

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.