Berita

Gairahkan UMKM Produk Halal dan Pelaku Ekonomi Syariah, Muslim LifeFair 2022 Resmi Dibuka – kbr.id

Gairahkan UMKM Produk Halal dan Pelaku Ekonomi Syariah, Muslim LifeFair 2022 Resmi Dibuka

Area Pintu Masuk Muslim LifeFair 2022 yang mulai dipadati pengunjung.

KBR, Jakarta – Indonesia Muslim LifeFair 2022 resmi dibuka pada Jumat, 25 Maret 2022. Event ini akan berlangsung selama 3 hari, dari 25-27 Maret 2022 di Istora GBK, Senayan, Jakarta.

Digagas Lima Event yang berkolaborasi dengan Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Muslim LifeFair 2022 merupakan bagian dari rangkaian event puncak menuju Indonesia Muslim LifeFest yang akan digelar pada bulan Agustus 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta.

Pada perhelatan pertama, Agustus 2019 di JCC, Muslim LifeFest sukses menarik perhatian 60 ribu pengunjung. Sementara Muslim LifeFest 2022 ini ditargetkan bisa membukukan transaksi sekitar Rp50 miliar.

Muslim LifeFair 2022 menghadirkan sekitar 195 eksibitor pelaku UMKM produk halal dan ekonomi syariah di Indonesia dari berbagai sektor, mulai dari modest fashion, islamic education, hobbies and communities, islamic book & publisher, halal travel, kuliner halal aman & sehat, beauty & pharmaceutical hingga thibbun nabawi herbal.

Beberapa Pengunjung Muslim Lifefair 2022 asyik memilih pakaian muslimah yang dipamerkan.

Ketua KPMI Rachmat Sutarnas Marpaung mengatakan, “Muslim Life Fair 2022 bukan sekadar ajang pameran. Kami berharap semoga Muslim Life Fair juga dapat menjadi momentum bagi para pelaku UMKM untuk menggairahkan produk halal terbaiknya pada masyarakat Indonesia.”

Turut berpartisipasi dalam event ini pesantren dan sekolah Islam, antara lain; Al Binaa IBS Bekasi, BQ Islamic Boarding School, Mahad Aisyah Binti Abu Bakar, dan Pesantren Al Andalus.

Melalui pameran ini, diharapkan #KitaBersama bisa membangkitkan semangat UMKM khususnya para pelaku usaha muslim untuk terus tumbuh dan berkembang. Walaupun belanja online sudah menjadi tren, namun pameran offline yang mempertemukan secara fisik antara penjual dan pembeli tetap diperlukan untuk melengkapi dengan pertumbuhan digitalisasi dan e-commerce.

Baca juga: BI: Peluang Ekspor Produk Halal Diproyeksi Capai US$5,1 Miliar Terhadap PDB

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.