Berita

Akan Diperiksa, Politikus Demokrat Andi Arief Tunggu Jubir KPK Minta Maaf – kbr.id

OTT Bupati Penajam Paser Utara

Tersangka suap Bupati Penajam Paser Utara nonaktif Abdul Gafur Mas’ud usai pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (8/2/2022). (Antara/Galih Pradipta)

KBR, Jakarta – Kepala Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief menunggu permintaan maaf Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Hal itu disampaikan Andi melalui media sosialnya terkait rencana KPK menjadwalkan pemeriksaan Andi Arief. Ia tidak terima namanya tiba-tiba dimasukkan dalam agenda pemeriksaan kasus tanpa pemberitahuan.  

“Saya menunggu permintaan maaf Jubir KPK yang sudah membuat berita hoaks dan tidak profesional, sehingga merugikan saya,” kata Andi Arief lewat akun Twitternya @Andiarief__ pada Senin (28/3/2022).

KPK berencana memeriksa Andi Arief sebagai saksi terkait operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) nonaktif, Abdul Gafur Mas’ud. 

Andi mempertanyakan sejumlah hal terkait rencana pemeriksaan tersebut.

“Apakah saya dipanggil hari ini saksi kasus gratifikasi Bupati Panajam Utara? Pertama, mana surat pemanggilan saya? Kedua, apa urusan saya kok tiba-tiba dihubungkan? Jubir KPK salah bicara atau sengaja perlakukan saya seperti ini?” ujar Andi.

Politikus Demokrat itu mengatakan  akan memanggil Jubir KPK resmi ke DPP.

Dia juga sudah melaporkan hal tersebut kepada  anggota Komisi III DPR partai Demokrat untuk memanggil Jubir KPK. Pemanggilan dilakukan untuk mempertanyakan  motif mengumumkan rencana pemeriksaan tersebut. 

“Saya sudah lapor anggota Komisi III DPR Partai Demokrat untuk memanggil Jubir KPK dan apa motifnya umumkan sembarangan berita salah,” kata Andi Arief.

Baca juga:

Sebelumnya Juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangan tertulis mengatakan, Andi yang juga berstatus sebagai wiraswasta itu diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Abdul Gafur. Abdul Gafur merupakan politisi Partai Demokrat yang menjabat Ketua DPC Partai Demokrat Balikpapan.

Ali belum merinci riksa yang akan didalami dari Politikus Demokrat itu. 

“Terkait tindak pidana korupsi kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur 2021-2022,” kata Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Senin (28/3/2022).

Editor:  Agus Luqman

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.