Keagamaan

Sajian Khusus: Ulama yang Wafat dalam Keadaan Sujud – Alif.ID

Sujud adalah ekspresi totalitas penghambaan seorang manusia kepada Allah Swt. Kepala yang merupakan simbol kemuliaan dalam rangka tubuh manusia diletakkan di tanah sama rendah seperti kaki. Dari itu, banyak ayat dalam al-Qur’an dan sabda nabi yang berbicara kemuliaan sujud. Misalnya dalam sebuah hadis nabi bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ، وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ»

“Dari Abu Hurairah sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda: Paling dekatnya kondisi manusia dengan tuhannya adalah saat ia sujud, maka perbanyaklah doa di sana”.

Dan masih banyak lagi, ayat-ayat dan hadis nabi yang memberi penjelasan terkait keutamaan sujud.

Dalam tulisan ini, penulis memberi kisah tentang lima ulama yang oleh Allah Swt diberi kemuliaan hidup. Mereka dipilih oleh Allah Swt sebagai contoh kebaikan. Lima ulama dalam tulisan ini disebut wafat dalam keadaan sujud. Mereka yang wafat dalam keadaan sujud dari kalangan sahabat nabi hingga seorang ulama perempuan.

Tulisan ini bisa disebut “ekstrak” dari sebuah buku ensiklopedik berjudul “Man Tuwufiya min al-Ulama Wahuwa Sajidun” artinya ulama-ulama yang wafat dalam keadaan sujud. Dalam tulisan ini dipilih nama dalam lintas zaman dan latar belakang.

Ada Abu Tsa’labah, seorang sahabat nabi yang pernah dipuji kecerdasannya oleh nabi. Kemudian Mujahid, seorang Tabi’in pakar ilmu-ilmu al-Qur’an. Ada nama Abu Hanifah, seorang tokoh besar fikih pendiri mazhab Hanafiyah. Sulaiman al-Jazuli, seorang tokoh sufi dan penulis buku wirid Dalailul Khairat yang popular di Indonesia dan terakhir Atikah, ulama perempuan pakar hadis.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.