Keagamaan

Khutbah Jumat Ramadhan 2022; Memohon Ampunan Allah

BincangSyariah.Com – Memohon ampunan Allah di bulan Ramadhan sangatlah potensial untuk dikabulkan. Hanya saja kita harus memperhatikan caranya dengan baik. Pada khutbah Jumat 2022 ini, saya ingin menyampaikan beberapa pesan baginda Rasulullah saw. agar kita mudah memohon ampunan Allah di bulan suci Ramadhan. (Baca: Penjelasan Mengapa Ramadan Disebut Sebagai Bulan Al-Qur’an)

Khutbah I

 الحمد لله الذي فضل أوقات رمضان على غيره من الأزمان وأنزل فيه القرآن هدى وبينات من الهدى والفرقان، أحمده سبحانه وأشكره وأشهد أن لا أله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن نبينا محمدا عبده ورسوله الذي كان يخص رمضان بما لم يُخَصُّ بِهِ غَيْرُهُ من صلاة وتلاوة وصدقة وبر وإحسان.

اللهم صل عليه وعلى آله وأصحابه الطاهرين الذين آثروا رضا الله على شهوات نفوسهم فخرجوا من الدنيا مأجورين وعلى سعيهم مشكورين وسلم تسليماً كثيراً إلى يوم الدين.

أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْاٰنِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ.

Maasyiral muslimin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

Pada kesempatan Jumat akhir bulan Sya’ban ini, saya sebagai khotib ingin mengawali khutbah yang singkat ini dengan wasiat takwa, karena takwa adalah bekal terbaik meraih kebahagian abadi di akhirat kelak. Marilah kita tingkatkan dan jaga ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala, terlebih kita akan memasuki bulan Ramadhan 1443 Hijriah.

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah

 Petang ini Kementerian Agama akan melakukan sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan. Jika hilal berhasil dilihat, maka besok hari Sabtu kita mulai berpuasa. Sebaliknya, jika petang ini hilal tidak berhasil dilihat karena mendung, hitungan bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari, dan kita memulai puasa Ramadan pada hari Ahad lusa.

Sidang Jumat yang dimuliakan Allah

Nama bulan Ramadan, menurut para ahli bahasa Arab, terambil dari kata kerja romidho yang berarti ‘panas hingga terasa seperti terbakar’. Bangsa Arab pada masa lalu memberi nama bulan sesuai dengan musim yang terjadi pada waktu itu. Setiap kali bulan Ramadan, pada masa lalu, bertepatan dengan musim panas.

Beberapa ulama memahaminya secara simbolik. Ramadan berarti waktu terbakarnya dosa-dosa. Maksud terbakarnya dosa di bulan Ramadan adalah dosa yang terampuni.

Bagaimana cara agar dosa-dosa kita terampuni di bulan Ramadan? Nabi Muhammad shollahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana terdapat dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim, pernah bersabda:

مَن قام رمضان إيمانًا واحتسابًا، غُفِر له ما تقدَّم من ذنبه

Siapa yang berpuasa dan menghidupkan malam-malam Ramadan dengan beribadah karena beriman dan mengharap ridha Allah, dosanya yang lalu pasti diampuni.

Hadirin yang dimuliakan Allah

 Dari hadis yang tadi khotib kutip tadi, kita dapat memahami bahwa dosa-dosa kita yang lampau, khususnya dosa kecil, itu dapat terampuni sebab kita melakukan ibadah puasa dan qiyamul lail Ramadan, yaitu salat tarawih, witir, tadarus Al-Qur’an dan ibadah lainnya.

Tapi dalam hadisnya yang lain, Rasulullah shollahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kepada kita untuk menahan hawa nafsu dari mengerjakan hal-hal buruk selama puasa Ramadan, seperti membuat kabar bohong atau hoaks, menebar kebencian, menggunjing orang lain, baik secara langsung maupun di media sosial.

Dari Abu Hurairah yang mendengar Rasulullah shollahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, Allah itu tidak butuh terhadap upaya menahan lapar dan dahaga seseorang (HR Bukhari).

 Hadirin yang dimuliakan Allah

Imam Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari mengutip pendapat Imam Ibn al-‘Arabi yang mengatakan bahwa pahala puasa tidak sebanding dengan perkataan buruk yang dilakukan orang yang sedang puasa. Artinya, orang yang berpuasa tapi ia masih melakukan tindakan yang tidak terpuji itu sama saja tidak mendapatkan pahala apa-apa dari puasanya. Kita hanya akan mendapatkan haus dan lapar saja.

Jangan sampai puasa kita seperti golongan yang Rasulullah shollahu ‘alaihi wa sallam sabdakan:

رُبَّ صائمٍ حظُّهُ مِن صيامِهِ الجوعُ والعطَشُ

Banyak orang yang berpuasa, tapi yang didapat dari puasanya hanya lapar dan dahaga (HR Ibnu Majah, an-Nasa’i, dan Ahmad).

 Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

 Dari khotbah yang tadi khotib sampaikan, ada hal penting yang perlu diperhatikan. Bila kita ingin puasa kita diterima secara sempurna oleh Allah, alangkah baiknya bila puasa kita itu bukan hanya sekedar menahan haus dan lapar. Kita harus berupaya mengendalikan nafsu yang menjerumuskan kita pada hal-hal negatif. Nafsu berburuk sangka, nafsu ingin menang sendiri, nafsu benci kepada orang lain yang berbeda, nafsu serakah, dan nafsu-nafsu lainnya.

Demikian khutbah singkat pada siang hari yang penuh keberkahan ini. Semoga bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin.

 أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II  

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ  أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ  عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.