Keagamaan

Siapakah Imam Mahdi? Berikut Penjelasan, Tanda-tanda, dan Kemunculannya | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com– Salah satu tanda hari kiamat adalah datangnya Imam Mahdi, sebagai salah satu hamba Allah yang ditugaskan untuk menghilangkan segala kesalahan yang ada di muka bumi, dan mengembalikannya seperti semula, yaitu agama Islam dengan mentauhidkan Allah SWT. Ia adalah sosok pemimpin jujur yang kelak akan memimpin umat Islam dengan satu komando.

Ia merupakan sosok pemimpin yang Allah pilih secara langsung untuk menghancurkan segala kezaliman, ketidakadilan, permusuhan, untuk menegakkan kebenaran, keadilan dan persatuan antara umat Islam. (Baca juga: Ciri-ciri Imam Mahdi Dalam Hadis Nabi)

Kendati demikian, sosok pimpinan jujur sepertinya, agaknya sering menjadi perbincangan, khususnya di media sosial, bahkan tidak sedikit yang mulai berani mengaku dan menyatakan dirinya sebagai sosok al-Mahdi yang Allah janjikan akan hidup di detik-detik akhir zaman sebelum datangnya kiamat, termasuk di Indonesia, banyak yang sangat berani mengaku Imam Mahdi.

Dari beberapa kejadian seperti pengakuan tersebut, penting kiranya untuk diketahui dan ditelaah secara mendalam dan lebih serius perspektif kitab-kitab muktbarah (klasik), perihal siapa sosok Imam al-Mahdi yang digadang-gadang akan memenuhi dunia dengan keadilan ini? Dan bagaimana ciri-ciri serta tanda kemunculannya? Dengan demikian, kita akan tahu sebenarnya serta tidak mudah percaya ketika ada pengakuan sosok al-Mahdi.

Siapakah Imam Mahdi?

Secara bahasa, imam berarti pemimpin. Sedangkan al-Mahdi berarti orang yang dapat petunjuk. Dengan demikian sosok Imam Mahdi ialah pemimpin yang diberi petunjuk oleh Allah SWT. Ia akan datang di detik-detik akhir sebelum terjadinya kiamat. Dalam sebuah hadits, yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah bersabda:

لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا إِلا يَوْمٌ، لَبَعَثَ اللَّهُ رَجُلا مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يَمْلَؤُهَا عَدْلا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا

Artinya, “Jika tidak tersisa satu hari pun di dunia kecuali sehari saja, niscaya Allah akan (memperpanjang hari itu) dan mengirimkan seorang pria dari keluargaku, dia akan menebarkan keadilan (di dunia) sebagaimana (dunia) dipenuhi kezaliman.“

Ciri-Ciri Imam Mahdi

Dari segi fisik, al-Mahdi memiliki ciri-ciri kening lebar, berhidung panjang dan mancung. Ia juga masih keturunan Rasulullah. Al-Mahdi hanyalah sebagai julukan, karena sejatinya namanya sendiri sama dengan nama Nabi Muhammad dan nama ayahnya juga sama dengan nama ayah baginda Nabi. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

لَا تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى يَبْعَثَ اللهُ تَعَالَى رَجُلًا مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِيءُ اِسْمُهُ اِسْمِيْ وَاسْمُ أَبِيْهِ اِسْمَ أَبِي

Artinya, “Dunia tidak akan sirna hingga Allah mengutus seorang laki-laki dari keturunanku, namanya seperti namaku, nama ayahnya seperti nama ayahku.” (HR. Ibnu Mas’ud).

Tanda-tanda Kemunculan al-Mahdi

Ada beberapa tanda sebelum kemunculan Imam Mahdi. Hal ini menjadi sangat penting untuk diketahui, dengan tujuan ketika ada pengakuan dirinya sebagai al-Mahdi, kita tidak dengan mudah percaya dengannya.

Sayyid Muhammad bin Rasul al-Barzanji al-Husaini (wafat 1103 H) dalam kitabnya yang berjudul al-Isya’ah li Asyratis-Sa’ah menyebutkan beberapa tanda-tanda kemunculan Imam Mahdi, di antaranya, (1) akan terjadi gerhana bulan dua kali pada malam bulan Ramadhan; (2) bumi akan berguncang-guncang, sebab berbagai musibah seperti bencana alam dan peperangan;

(3) munculnya bintang berekor yang bercahaya dari arah timur; (4) api dahsyat dari timur akan muncul selama tiga hari atau tujuh hari; (5) sungai Eufrat akan mengering yang kemudian disusul dengan munculnya gunung emas dan lain sebagainya. (Sayyid al-Barzanji, al-Isya’ah li Asyratis-Sa’ah, [Darul Minhaj: 2005], halaman 180).

Kemunculan dan Pembaiatannya

Membahas perihal tempat munculnya Imam Mahdi, dalam hal ini para ulama memiliki banyak pandangan berbeda. Menurut Imam al-Hafiz Ibnu Katsir ad-Dimisyqi, dalam salah satu kitabnya menjelaskan bahwa Imam Mahdi akan datang dari arah timur,

والمقصود أن المهدي الممدوح الموعود بوجوده في أخر الزمان يكون أصل خروجه وظهوره من ناحية المشرق ويبايع له عند البيت

Artinya, “Yang dimaksud (dengan hadits al-Mahdi), bahwa sungguh Imam Mahdi yang ditunggu dan dijanjikan keberadaan (kedatangan)nya di akhir zaman, adalah asal kedatangan dan masyhurnya dari arah timur, sedangkan pembaiatannya di Ka’bah Makkah.” (Ibnu Katsir, an-Nihayah fi al-Fitani wa al-Malahimi, [Beirut, Darul Kutub Ilmiah: 1998], halaman 29).

Sedangkan Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa al-Mahdi akan muncul dari arah barat. Pendapat yang lain menjelaskan juga bahwa al-Mahdi berasal dari penduduk Madinah yang kemudian melarikan diri ke kota Mekah.

Adapun tentang pembaiatannya, maka telah diterangkan oleh berbagai hadis. Yang jelas, bahwa al-Mahdi akan dibaiat antara rukun Ka’bah dan Makam Ibrahim (Makkah). Dan tatkala al-Mahdi dibaiat, maka wajib bagi umat Islam untuk membaiatnya walaupun dengan merangkak di atas salju.

Demikian beberapa penjelasan pokok yang sangat penting untuk diketahui perihal sosok Imam Mahdi yang banyak disalahpahami oleh beberapa orang, mulai dari asal keturunannya, tanda-tanda, hingga tempat keluarnya.

Dengan demikian, jika ada orang-orang yang mendeklarasikan dirinya sebagai Imam al-Mahdi, maka pada kenyataannya merupakan deklarasi yang keliru dan tentunya sesat. Sebab, pada dasarnya Imam al-Mahdi tidak akan menyatakan dirinya sebagai “al-Mahdi”, sebelum dibaiat oleh semua umat Islam.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.