Berita

Lokasi Benda-Benda Kuno di Rembang Bakal Jadi Lapangan Bola – kbr.id

Lokasi Benda-Benda Kuno di Rembang, Akan Jadi Lapangan Bola

Deretan batu bata kuno terpendam di bawah tanah di lokasi bakal lapangan sepak bola Desa Sriombo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Foto: KBR/Musyafa

KBR, Rembang– Sejumlah benda peninggalan sejarah ditemukan di Desa Sriombo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, pada 2018. Antara lain patung kepala Buddha, dan susunan batu bata kuno.

Benda-benda itu ditemukan saat proses pembangunan gapura desa, dan ketika akan membuat lapangan sepak bola di sana. Dari bekas galian dan pemerataan tanah, tampak susunan batu bata kuno yang jumlahnya cukup banyak dan luas.

Kepala Desa Sriombo,Bambang Purwanto mengatakan sejak temuan patung kepala Buddha sampai sekarang belum ada penanganan lebih lanjut dari instansi terkait.

“Dulu bahkan sempat di-police line juga,” kata Bambang, Senin, (4/4/2022).

Titik temuan patung kepala Buddha berada di tanah bengkok Kaur Umum dan Perencanaan Desa Sriombo. Sedangkan tanah yang kini dijadikan lapangan sepak bola, adalah lahan bengkok Kepala Dusun Keben Desa Sriombo. Posisinya saling berdekatan.

“Sudah ada Musdes (Musyawarah Desa) untuk pengalihan lapangan. Seandainya kelak ada rencana penggalian, bisa difokuskan dulu di temuan kepala Buddha,” imbuhnya.

Kata Bambang, deretan batu bata kuno ditemukan pada kedalaman 1–1,5 meter di lokasi lapangan sepak bola. Bentuknya bertingkat-tingkat dengan susunan batu bata dan tanah liat. Namun, belum diketahui pasti apakah bangunan itu berbentuk candi atau pagar?

“Kita hanya tahu bagian atasnya saja, terlihat miring-miring bersap-sap. Jadi batu bata, kemudian tanah liat, batu bata lagi. Yang temuan kali ini, berada di pinggir lapangan, enggak semua ada kok,” terangnya.

Selain batu bata kuno, ditemukan pula sejumlah batu karang. Padahal, Sriombo bukan desa yang berada persis di pinggir pantai utara Jawa.

“Jadi perlu penelitian lagi, apakah kampung kami dulunya laut atau pernah terjadi gelombang tsunami yang membawa material batu karang ke sini,” pungkas Bambang.

Ia memperkirakan, masih cukup banyak bangunan peninggalan sejarah yang terpendam di bawah tanah.

Sebab, Sriombo merupakan lokasi Kerajaan Pucangsulo, salah satu kerajaan tertua di Tanah Jawa pada abad ke-VI Masehi. Sriombo juga berbatasan dengan Desa Bonang, wilayah yang kental dengan sejarah tempo dulu.

Tak Boleh Ada Kegiatan di Area Temuan

Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Rembang, Retna Dyah Radityawati menanggapi temuan sejumlah benda-benda kuno di Desa Sriombo, salah satunya patung Buddha.

Berdasarkan informasi yang ia peroleh, Balai Arkeologi (Balar) sudah mengalokasikan anggaran untuk penelitian lebih lanjut di Desa Sriombo. Namun, karena ada pandemi COVID-19, maka alokasi anggaran tersebut dialihkan.

“2018 temuan, kemudian tahun 2019 baru diajukan perencanaan anggarannya. Tahun 2020 ada pandemi, sehingga kena refocusing. Informasi yang saya terima seperti itu,” tuturnya.

Retna menambahkan, TACB perlu mengecek lokasi tersebut, karena seharusnya tidak ada kegiatan proyek di area sekitar benda yang diduga cagar budaya. 

Selain untuk memastikan tidak ada kerusakan, Balai Arkeologi juga ingin mengedukasi masyarakat soal keberadaan benda-benda tersebut.

“Kita akan bicarakan dengan pihak desa, bagaimana sebaiknya,” imbuh Retna.

Baca juga:

Editor: Sindu

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.