Keagamaan

Siapakah Dajjal? Berikut Penjelasan, Tanda-tanda, dan Pembunuhannya | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com– Di antara pembahasan yang sangat misterius perihal akhir zaman adalah berita kemunculan Dajjal. Lantas, siapakah Dajjal? Bagaimana sosoknya? 

Pembahasan yang satu ini selain menarik sebagaimana fenomena yang sering terdengar, juga sangat horror dan misterius. Oleh karenanya, penting memahami tanda-tanda akhir zaman melalui Al-Qur’an sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad, yang dijelaskan oleh para ulama.

Sebagai umat Islam dengan paham Ahlussunnah wal Jamaah, kita wajib iman bahwa pada hari akhir zaman, akan muncul Dajjal yang akan merusak semua keimanan umat Islam. Dengan segala kekuatannya, ia akan mengajak orang-orang untuk berada di bawah ajaran sesat yang dibawanya.

Pembahasan tentang Dajjal merupakan salah satu pembahasan yang masuk dalam daftar “ghaib” atau dalam ilmu tauhid juga dikenal dengan sam’iyyat. Kita wajib iman akan keberadaannya, dengan cara meyakini seutuhnya sesuai informasi dari Rasulullah sebagai nabi yang mendapatkan informasi dari Allah.

Dalam hal ini, Imam Abu Ja’far bin Muhammad bin Salamah yang lebih populer (popular) dengan sebutan Imam at-Thahawi (wafat 321 H), dalam kitabnya mengatakan,

وَنُؤْمِنُ بِأَشْرَاطِ السَّاعَةِ مِنْهَا: خُرُوْجُ الدَّجَّالِ وَنُزُوْلُ عِيْسَى مِنَ السَّمَاءِ وَنُؤْمِنُ بِطُلُوْعِ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَخُرُوْجِ دَابَةِ الْأَرْضِ مِنْ مَوْضِعِهَا

Artinya, “Kami mengimani tanda-tanda kiamat, di antaranya, yaitu: keluarnya Dajjal, turunnya Nabi Isa bin Maryam ‘alaihissalam dari langit, kami mengimani munculnya matahari dari barat, dan keluarnya binatang bumi dari tempatnya.” (Imam ath-Thahawi, al-Aqidah ath-Thahawiyah, [Beirut, Darul Fikr], halaman 59).

Pengertian Siapakah Dajjal dan Tanda-tandanya

Munculnya sosok misterius itu merupakan salah satu tanda-tanda terbesar kiamat. Kedatangannya selain membawa petaka, ia juga menjadi corong kerusakan di muka bumi. Bahkan, ia tidak hanya sendiri, namun mengajak orang lain untuk turut serta sebagai anak buahnya dan memiliki visi yang sama dengannya.

Oleh karenanya, para ulama mengartikan Dajjal dengan arti sebagai orang yang menutup sesuatu. Maksud menutup dalam hal ini dikarenakan ia telah menutup kebenaran, dan merupakan orang yang paling berdusta. Semua yang ada di garis kebenaran ia bunuh.

Ada beberapa riwayat hadits shahih yang menjelaskan tentang Dajjal. Di antaranya, hadits riwayat Abdullah ibnu Umar, beliau berkata, “Rasulullah berdiri di depan para sahabat, maka Rasulullah memuji Allah yang memang ahlinya, kemudian beliau menuturkan tentang Dajjal, dan berkata:

“Aku mengingatkanmu dan tidaklah setiap nabi kecuali mengingatkan kaumnya, tetapi akan aku katakan padamu perkataan yang tidak pernah dikatakan oleh para nabi kepada kaumnya. Sesungguhnya Dajjal itu bermata satu dan sesungguhnya Allah tidak bermata satu,” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadits Ubadah bin ash-Shamit dalam beberapa riwayat lain yang juga membahas tentang Dajjal, Rasulullah bersabda:

إِنَّ مَسِيْحَ الدَّجَّالِ رَجُلٌ، قَصِيْرٌ، أَفْجَعُ، جَعْدُ، أَعْوَرٌ، مَطْمُوْسُ الْعَيْنِ، لَيْسَ بِنَاتِئَةٍ وَلاَ جَحْـرَاءَ، فَإِنْ أَلْبَسَ عَلَيْكُمْ؛ فَاعْلَمُوْا أَنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ. 

Artinya, “Sungguh, Dajjal adalah seorang laki-laki, pendek, jarak antara kedua betisnya berjauhan, keriting, buta sebelah, mata yang terhapus tidak terlalu menonjol, tidak pula terlalu ke dalam, maka jika dia melakukan kerancuan (mengaku sebagai Rabb) kepadamu, maka ketahuilah sesungguhnya Rabb kalian tidak buta sebelah,” (HR Abu Dawud).

Pembunuhan Dajjal

Sedangkan pembunuhan terhadapnya, Rasulullah menyatakan bahwa selepas berhasil membunuh Dajjal, Nabi Isa ibn Maryam tinggal di bumi selama 40 tahun.  Sayyidah Siti Aisyah mengatakan, bahwa Rasulullah bersabda,

 إِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّالُ وَأَنَا حَىٌّ كَفَيْتُكُمُوهُ وَإِنْ يَخْرُجِ الدَّجَّال بَعْدِى فَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ إِنَّهُ يَخْرُجُ فِى يَهُودِيَّةِ أَصْبَهَانَ حَتَّى يَأْتِىَ الْمَدِينَةَ فَيَنْزِلَ نَاحِيَتَهَا وَلَهَا يَوْمَئِذٍ سَبْعَةُ أَبْوَابٍ عَلَى كُلِّ نَقْبٍ مِنْهَا مَلَكَانِ فَيَخْرُجَ إِلَيْهِ شِرَارُ أَهْلِهَا حَتَّى الشَّامِ مَدِينَةٍ بِفِلَسْطِينَ بِبَابِ لُدٍّ. وَقَالَ أَبُو دَاوُدَ مَرَّةً حَتَّى يَأْتِىَ فِلَسْطِينَ بَابَ لُدٍّ. فَيَنْزِلَ عِيسَى فَيَقْتُلَهُ ثُمَّ يَمْكُثَ عِيسَى فِى الأَرْضِ أَرْبَعِينَ سَنَةً إِمَاماً عَدْلاً وَحَكَماً مُقْسِطاً 

Artinya, “Jika Dajjal telah keluar dan saya masih hidup maka saya akan membela (menjaga) kalian, namun Dajjal keluar sesudahku, sesungguhnya Rabb kalian tidaklah buta sebelah (bermata satu) dan Dajjal akan keluar di Yahudi Ashbihan hingga ia datang ke Madinah dan turun di tepinya, yang mana Madinah pada waktu itu memiliki tujuh pintu.

Pada setiap pintu terdapat malaikat yang menjaga, lalu akan keluar (menuju) kepada Dajjal sejelek-jelek penduduk Madinah darinya hingga ke Syam tepat di kota Palestina di pintu Lud.” 

Sesekali Abu Daud berkata, “Hingga Dajjal datang (tiba) di Palestina di pintu Lud, lalu Isa ‘alaihis salam turun dan membunuhnya, kemudian Nabi Isa tinggal di bumi selama empat puluh tahun dan menjadi imam yang adil dan hakim yang adil.” (HR Ahmad).

Dari beberapa hadits di atas, pendapat para sahabat, dan ulama yang mu’tabar (otoritatif) mengatakan, bahwa Dajjal itu adalah, (1) Individu-seseorang; (2) orang Yahudi; (3) keluar dari Khurasan, atau Ashbihan, dan sekitar itu.

Apa yang dilakukan seorang Dajjal itu ada yang hakikatnya seperti itu dan ada yang majazi (kiasan). Namun, ia tetap satu orang. Dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim dinyatakan bahwa Dajjal itu adalah seorang Yahudi.

إِنَّهُ يَهُوْدِيٌ وَإِنَّهُ لَا يُوْلدُ لَهُ وَلَدٌ وَإِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْمَدِيْنَةَ وَلَا مَكَّةَ

Artinya, “Sesungguhnya, ia adalah seorang Yahudi. Sesungguhnya ia tidak punya keturunan. Sesungguhnya ia tidak bisa masuk di Madinah, dan tidak masuk Makkah.”

Sebelum Dajjal akhir zaman ini akan ada banyak pendusta. Rasulullah menyebut akan ada hampir tiga puluh orang pendusta yang berkarakter Dajjal. Hadits dari Hudzaifah, dengan jumlah 27:

في أُمَّتِي كَذَّابُونَ ودَجَّالُونَ سَبَعَةٌ وَعِشْرُوْنَ مِنْھُمْ أَرْبَعُ نِسْوَةٍ وإِنِّي خَاتَمُ النَّبِیِیْنَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي 

Artinya, “Dalam umatku ada 27 para pendusta yakni para Dajjal, di antara mereka empat orang wanita, dan sesungguhnya aku adalah penutup para Nabi, tidak ada Nabi setelahku,” (HR Ahmad & Thabarani, disahihkan oleh al-Haithami).

Demikian penjelasan perihal siapakah sosok fitnah akhir zaman dan tanda-tanda kemunculannya. Sebagai umat Islam, waspada darinya merupakan salah satu cara terbaik agar dihindari oleh Allah darinya, termasuk fitnah-fitnah yang muncul darinya.

Semoga kita terhindar darinya dan segala upaya yang satu tujuan buruknya. Wallahu A’lam bisshawab. (Baca: Sahabat Nabi yang Pernah Bertemu Dajjal).

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.