Keagamaan

Mengenal Nabi Isa As yang Akan Muncul di Akhir Zaman | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com– Berikut ini adalah artikel mengenal Nabi Isa As yang akan muncul di akhir zaman. Mengenal Nabi Isa, ia adalah salah sekian Nabi yang dikenal semua agama, hanya saja Islam mengakuinya sebagai Nabi, bukan Anak tuhan atau Tuhan sendiri, sebagaimana yang diyakini oleh Agama Nasrani

Nabi Isa adalah salah satu bukti kemahakuasaan Allah, yakni seorang anak bisa lahir tanpa seorang ayah. Bahkan lebih dari itu, Allah pernah menciptakan manusia, tanpa melalui seorang ayah dan ibu, yaitu Nabi Adam As.

Beliau lahir atas perintah Allah untuk meniupkan ruh di kantong ibunya, sehingga lahirlah Nabi Isa As. Kejadian ini bermula ketika Maryam hendak mandi, tiba-tiba datanglah seorang pemuda, ternyata ia adalah Jibril. Maka ia mengabarkan bahwa ia akan diberi seorang anak, syahdan lahirlah Nabi Isa As. (Tafsir Al-Munir 16/67

Ketika beliau kembali ke kaumnya, maka banyaklah omongan miring kepadanya. Maka Allah memerintahkan Nabi Isa yang masih belia untuk berbicara, kalamnya beliau ini tertera dalam al-quran surat Maryam ayat 30-33. 

قالَ إِنّي عَبدُ اللَّـهِ آتانِيَ الكِتابَ وَجَعَلَني نَبِيًّا* وَجَعَلَني مُبارَكًا أَينَ ما كُنتُ وَأَوصاني بِالصَّلاةِ وَالزَّكاةِ ما دُمتُ حَيًّا* وَبَرًّا بِوالِدَتي وَلَم يَجعَلني جَبّارًا شَقِيًّا* وَالسَّلامُ عَلَيَّ يَومَ وُلِدتُ وَيَومَ أَموتُ وَيَومَ أُبعَثُ حَيًّا.

Mengenai hal ini, Syekh Mutawalli Al-Sya’rawi mengatakan “Nabi Isa berkata demikian adalah dalam rangka menepis tuduhan miring yang dilayangkan kepadanya. Sebab mereka beranggapan bahwa Maryam telah berbuat hal yang niraadab”. (Khawatir al-Sya’rawy  h. 3450) 

Ini adalah mukjizat Nabi Isa untuk pertama kalinya, yakni berbicara di usia belia. Tak hanya itu, beliau juga bisa menyembuhkan penyakit lepra atau kusta, menyembuhkan orang buta yang sejak lahir, dan bahkan menghidupkan orang mati.

Mukjizat beliau terkait dengan ilmu kedokteran, sebab di eranya itu ilmu kedokteran sedang berkembang. Maka dengan melihat ini, mereka semua terpanah kepada Nabi Isa As. 

Sayangnya, beliau hendak dibunuh oleh kaumnya, dengan berbagai faktor. Pada usia ke 33, beliau diangkat ke langit. Agar tidak dibunuh oleh Kaumnya, maka kelak beliau akan turun lagi ke bumi. Hikmah mengapa Nabi Isa turun kembali di esok hari adalah sebagaimana keterangan berikut:

قَالَ الْعُلَمَاءُ : الْحِكْمَةُ فِي نُزُولِ عِيسَى دُونَ غَيْرِهِ مِنْ الْأَنْبِيَاءِ لِلرَّدِّ عَلَى الْيَهُودِ فِي زَعْمِهِمْ : أَنَّهُمْ قَتَلُوهُ فَبَيَّنَ اللَّهُ كَذِبَهُمْ وَأَنَّهُ الَّذِي يَقْتُلُهُمْ ، أَوْ نُزُولُهُ : لِدُنُوِّ أَجَلِهِ لِيُدْفَنَ فِي الْأَرْضِ إذْ لَيْسَ لِمَخْلُوقٍ مِنْ التُّرَابِ أَنْ يَمُوتَ فِي غَيْرِهَا ، وَقِيلَ : إنَّهُ دَعَا اللَّهَ لَمَّا رَأَى صِفَةَ مُحَمَّدٍ وَأُمَّتِهِ أَنْ يَجْعَلَهُ مِنْهُمْ فَاسْتَجَابَ اللَّهُ دُعَاءَهُ وَأَبْقَاهُ حَتَّى يَنْزِلَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ يُجَدِّدَ أَمْرَ الْإِسْلَامِ . فَيُوَافِقَ خُرُوجَ الدَّجَّالِ فَيَقْتُلَهُ وَالْأَوَّلُ أَوْجَهُ.

Hikmah mengapa Nabi Isa kelak turun ke bumi, bukan nabi yang lainnya, adalah karena untuk mengcounter klaim yahudi, bahwa mereka telah membunuh Nabi Isa As. Maka turunlah nabi Isa, dan bahkan beliau kelak akan membunuh bangsa Yahudi.

Ada juga yang mengatakan bahwa Karena Nabi Isa adalah manusia, dan manusia terbuat dari tanah, maka kelak diturunkan, agar meninggal di bumi.

Dan ada juga yang mengatakan bahwa karena Nabi Isa dulu itu berdoa kepada Allah agar dijadikan ummatnya Nabi Muhammad Saw, maka Allah mengabulkannya, sehingga kelak beliau turun di akhir zaman, dan melestarikan nilai-nilai keislaman.

Karena turunnya beliau bersamaan dengan eranya dajjal, maka beliau lah kelak yang akan membunuhnya. Dari ketiga pendapat ini, yang paling aujuh (dipilih) adalah yang pertama. (Hasyiyah Al-Bujairimi Ala Al-Khatib )

Mengenai siapa yang membunuh Nabi Isa, memang terjadi saling klaim, Yahudi dan Nasrani saling beranggapan bahwa mereka yang membunuh Nabi Isa, padahal ternyata yang dibunuhnya adalah Syibhi Isa, yakni orang yang diserupakan dengan Nabi Isa As. Maka esok beliau turun, dan turunnya beliau ini juga sebagai tanda kiamat kubro. 

Keduanya bergelar Al-Masih, hanya saja Isa Al-Masih berkonotasi positif, dan Masih Al-Dajjal berkonotasi negatif. Dijelaskan

و {المسيح} : فعيل بمعنى مفعول ، لأنه مُسِحَ من الأقذار ، أي : طهر منها ، أو مسح بالبركة ، أو كان مسيح القدم ، لا أخمص له ، أو مسحه جبريل بجناحه من الشيطان. أو بمعنى فاعل ؛ لأنه كان يمسح المرضى فيبرؤون ، أو يمسح عين الأعمى فيبصر ، أو لأنه كان يسيح في الأرض ولا يقيم في مكان ؛ فتكون الميم زائدة.وأما المسيح الدجّال فإنه ممسوح إحدى العينين ، أو لأنه يطوف الأرض ويمسحها ، إلا مكة والمدينة ، والحاصل : أن عيسى مسيح الخير ، والدجال مسيح الشر ، ولذلك قيل : إن المسيح يقتل المسيح.

“Al-Masiih adalah (mengikuti wazan) fa’iilun dengan makna maf’uulun (obyek), karena beliau disucikan dari segala jenis kotoran atau karena beliau diusap dengan keberkahan, atau telapak kakinya terusap (tiada bagian lekuk dari telapak kaki baginya), atau karena Malaikat Jibril telah mengusap beliau dengan sayapnya dari godaan syetan.

Al-Masiih mengikuti wazan fa’iilun juga dapat memakai makna Faa’ilun (pelaku), karena beliau mengusap orang-orang yang sakit kemudian menjadi sembuh, atau karena beliau mengusap orang buta kemudian dapat melihat, atau karena beliau penjelajah yang tidak menetap disatu tempat, dengan demikian mim pada al-masiih adalah tambahan.

Sedang al-Masiih pada Dajjal karena ia terhpus salah satu dari kedua matanya, atau karena ia mampu menjelajahi semua daerah kecuali makkah dan madinah.

Kesimpulannya, bahwa al-masiih pada gelar nabi Isa As berkonotasi pada arti kebaikan sedang pada Dajjal pada kejelekan, maka dari itu tersebut adagium “Al-Masiih memerangi al-Masiih”, yakni Nabi Isa membunuh Dajjal.  (Al-Bahr al-Madiid

Tak hanya itu, Nabi Isa kelak juga akan menikah. Dijelaskan:

ثم أن عيسى يتزوج بإمرآة من أهل عسقلان ويولد له ولدان منها ثم أن عيسى عليه السلام يحج إلى بيت الله الحرام ويزور قبر محمد صلى الله عليه وسلم فيمرض هناك فيموت ويدفن إلى جانب قبر رسول الله صلى الله عليه وسلم. 

Kemudian sesungguhnya isa menikah dengan wanita dari penduduk asqolan dan dikaruniai 2 anak kemudian isa As hajji ke baitullah alharom dan berziarah dimakam nabi Muhammad saw lalu beliau sakit disana dan akhirnya wafat pula disana dan disemayamkan disamping makam nabi Muhammad saw. (Bada’i Izzuhur

Demikianlah selayang pandang terkait mengenal Nabi Isa As yang akan muncul di akhir zaman. Semoga penjelasan tentang mengenal Nabi Isa bermanfaat. (Baca: Hadis Akhir Zaman: Islam Akan Melawan Orang Bermata Sipit?)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.