Berita

Ungkap Mafia Migor Besar, DPR Minta Kejagung Kembangkan Penyelidikan – kbr.id

ilustrasi: Warga menunjukkan  BLT subsidi minyak goreng di Kanoman, Kota Cirebon, Jabar, Rabu (13/4/

ilustrasi: Warga menunjukkan BLT subsidi minyak goreng di Kanoman, Kota Cirebon, Jabar, Rabu (13/4/2022). (Antara/Dedhez Anggara)

KBR, Jakarta-  Anggota Komisi Bidang Industri DPR,  Amin Ak, mendorong kejaksaan agung (kejagung) terus mengembangkan penyelidikan terkait dugaan permainan antara pejabat kementerian perdagangan dan perusahaan eksportir minyak goreng.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) itu, mendesak agar pejabat  lain bisa segera diselidiki dan dibuktikan perannya masing-masing, terkait dugaan mafia minyak goreng.

“Kalau itu terjadi, maka langkah maju dan tentu kami sangat mendukung. Kami tetap apresiasi kalau ada ditemukan oknum bermain, harus dibuktikan. Ini di level mana dan sejauh mana dia kontribusinya dalam sengkarut minyak goreng ini. Mungkin di wilayah tertentu dengan jumlah tertentu, sementara kita tahu jangan sampai yang besar-besarnya tidak disentuh,” ujar Amin saat dihubungi KBR, Rabu (13/4/2022).

Amin mengatakan, penyelesaian krisis minyak goreng harus dilakukan secara tuntas, agar penegakan hukum tidak hanya menyasar kepada pihak-pihak tertentu yang sifatnya parsial.

Baca juga:

Menurutnya, setiap temuan dari kejagung patut diapresiasi dan dia tetap meminta pemerintah menyelesaikan carut marut minyak goreng secara komprehensif dari hulu sampai hilir.

“Kami apresiasi, tapi jangan sebatas ini karena kita tahu bahwa pemerintah ngerti dimana sumber masalahnya. Pemerintah harus berani melawan,” tuturnya. 

Sebelumnya, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Supardi, membuka peluang mempersangkakan korporasi di dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO dan turunannya, termasuk minyak goreng selama 2021-2022.

Saat ini Kejagung tengah fokus memeriksa lima orang saksi saksi-saksi terkait ekspor CPO dan turunannya itu di Kementerian Perdagangan, Selasa, 12 April 2022 lalu.

Kelima orang itu di antaranya Sub Bidang Tanaman Tahunan Kemendag, DM, Ketua Tim Bidang Perkebunan Kemendag R, Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan di Kemendag FA dan SM serta F yang merupakan anggota verifikator di Kemendag.

Editor: Rony Sitanggang

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.