Serbaserbi

Lailatul Qadar, Jibril dan Para Malaikat Turun Mengatur Segala Urusan

Salah satu yang membuat Lailatul Qadar sangat istimewa adalah turunnya Jibril dan para Malaikat. Dengan izin Allah pada malam itu para Malaikat turun mengatur segala urusan.

Sebagaiman diketahui, Lailatul Qadar adalah malam yang keutamannya sebanding dengan beribadah 1000 bulan. Keutamaan beribadah pada malam Lailatul Qadar dijelaskan dalam Kitab Sahihain melalui Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa yang melakukan Qiyam (sholat sunnah) pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala dan ridha Allah, maka diampunilah baginya semua dosanya yang terdahulu.”

Allah menerangkan turunnya Jibril dan para Malaikat pada malam kemuliaan itu. Berikut firman-Nya dalam Al-Qur’an:

تَنزلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

Artinya: “Pada malam itu turun para malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS Al-Qadar Ayat 4)

Dalam tafsir Ibnu Katsir, ayat ini artinya banyak Malaikat yang turun di malam kemuliaan ini karena berkahnya yang banyak. Para Malaikat turun bersamaan dengan turunnya berkah dan rahmat, sebagaimana mereka turun ketika Al-Qur’an dibacakan dan mengelilingi halaqah-halqah zikir.

Para Malaikat meletakkan sayap mereka menaungi orang yang menuntut ilmu dengan benar karena menghormatinya.

Adapun mengenai ar-Ruh dalam ayat ini, menurut suatu pendapat adalah Jibril ‘alaihissalam yang hal ini berarti termasuk ke dalam Bab “Ataf khusus kepada umum.”

Menurut pendapat lain menyebutkan, ar-Ruh adalah sejenis Malaikat tertentu, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam surat An-Naba. Hanya Allah sajalah Yang Maha Mengetahui.

Makna “mengatur segala urusan” dalam QS Al-Qadar ayat 4 itu, artinya sejahteralah (selamatlah) malam kemuliaan itu dari semua urusan. Bahwa malam itu penuh keselamatan, setan tidak mampu berbuat keburukan padanya atau melakukan gangguan padanya.

Qatadah dan lainnya mengatakan bahwa semua urusan ditetapkan di dalamnya dan semua ajal serta rezeki ditakdirkan, sebagaimana disebutkan dalam ayat lain: “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS Ad’ Dukhan: 4)

Adapun makna ayat terakhir Surat Al-Qadar:

سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Al-Qadar: 5)

Sa’id ibnu Mansur mengatakan dari Asy-Sya’bi maksudnya adalah salamnya para Malaikat di malam Lailatul Qadar kepada orang-orang yang ada di dalam masjid sampai fajar terbit.

Dari Ibnu Abbas, bahwa ia membaca ayat ini dengan bacaan berikut: “Min kulli imri’in” yang artinya menjadi seperti berikut: “Kepada setiap orang (malaikat memberi salam) di malam Lailatul Qadar sampai terbit fajar, yang dimaksud adalah ahli masjid.

Imam Al-Baihaqi meriwayatkan sebuah atsar yang garib yang menceritakan turunnya para Malaikat dan lewatnya mereka kepada orang-orang yang sedang salat di malam itu (malam kemuliaan) sehingga orang-orang yang salat mendapat berkah karenanya.

Rasulullah SAW pernah bersabda: “Sesungguhnya malam kemuliaan (Lailatul Qadar) itu jatuh pada malam 27 atau 29 (Ramadhan), dan sesungguhnya para Malaikat di bumi pada malam itu jumlahnya lebih banyak daripada bilangan batu kerikil.”

Demikian penjelasan Malaikat turun pada malam Lailatul Qadar. Semoga Allah berkenan mempertemukan kita dengan malam kemuliaan itu. Aaminn.

(rhs) Rusman H Siregar

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.