Keagamaan

Kisah Hikmah; Faedah Menyantuni Para Janda | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com – Orang yang menyantuni para janda dan orang-orang miskin seperti orang yang berjihad di jalan Allah atau seperti orang yang selalu berpuasa siang harinya dan selalu sholat malam pada malam harinya.” (HR Al-Bukhari).

Imam Adz-Dzahabi dalam karyanya Kitab Al-Kaba’ir (Juz 1 Hlm. 68-69) ketika mengulas hadis di atas, beliau mengisahkan tentang hikmah menyantuni para janda. Adapun kisahnya sebagai berikut: Sepasang suami-istri keturunan Alawiyin hidup bahagia dan mempunyai banyak keturunan. 

Namun kebahagiaan itu tidak bertahan lama, karena suaminya meninggal dunia. Sejak ditinggal suami, si istri hidup dalam kemiskinan.

Akhirnya si istri dan anak-anaknya pindah dari kota yang didiaminya. Dalam perjalanan untuk pindah mereka singgah di sebuah Masjid dan mereka bertemu dengan dua lelaki. Dua lelaki itu berbeda agama, yang satu beragama Islam, yang satunya lagi beragama Majusi.

Wanita keturunan Alawiyin itu menyapa lelaki yang beragama Islam, dan menjelaskan statusnya, bahwa ia adalah keturunan Alawiyin. Mendengar pengakuan itu, lelaki yang beragama Islam menimpali; 

“Datangkanlah seorang saksi bahwa kamu adalah keturunan Alawiyin”  Mendengar pernyataan itu, wanita itu teriris hatinya. 

Akhirnya wanita itu, mendatangi lelaki yang beragama Majusi dan juga menjelaskan statusnya, bahwa ia adalah keturunan Alawiyin. Tidak disangka lelaki yang beragama Majusi menyambutnya dengan baik, bahkan menyuruh istrinya mempersilahkan wanita itu bertamu ke rumahnya, dan ia dilayani dengan hidangan yang mewah, dan juga diberi pakaian yang mewah.

Ketika malam tiba, lelaki  beragama Islam itu bermimpi hari kiamat, ia melihat istana yang terbuat dari Zamrud hijau, lenteranya dari Mutiara dan Yakut, menaranya terbuat dari  batu Mutiara dan Marjan. Lalu si Muslim berkata kepada Rasulullah; “Untuk siapa istana ini wahai Rasulullah?.  Rasulullah menjawab, “Untuk lelaki muslim yang bertauhid”

Ia berkata kepada Rasulullah, “Saya adalah lelaki muslim yang bertauhid” Rasulullah menjawab:  “Datangkan saksi kepadaku bahwa engkau lelaki muslim yang bertauhid” Lelaki itu kebingungan! Kemudian Rasulullah berkata: “Apa tujuanmu untuk mendatangkan saksi kepada wanita keturunan Alawiyin bahwa ia keturunan Alawiyin, sekarang  datangkan saksi bahwa engkau adalah seorang muslim yang bertauhid”

Kemudian ia terbangun, dan menyesal atas sikapnya kepada wanita keturunan Alawiyin. Ia pun bergegas, berusaha mencari wanita itu di berbagai sudut kota, tanpa henti.  Akhirnya ada yang memberitahu bahwa wanita Alawiyin itu berada dirumah seorang lelaki yang beragama Majusi. 

Ia berkata kepada lelaki beragama Majusi itu, “Saya hendak menjemput wanita itu dari rumahmu” Lelaki  beragama Majusi  menjawab: “Tidak bisa karena sebab wanita itu aku mendapatkan barokah”

Mendengar jawaban si Majusi, si Lelaki  beragama Islam menyatakan keinginan hatinya untuk meminta maaf. Dan  berkeinginan hati untuk menyerahkan uang pada wanita alawiyin tersebut. “Sampaikan uang ini kepadanya”.

Mendengar permintaan itu,  lelaki beragama Majusi berkata: “Itu tidak perlu engkau lakukan,” Kenapa? kata lelaki  beragama Islam, lelaki beragama Majusi berkata, ” Apa yang engkau inginkan aku yang lebih berhak, dan istana yang engkau lihat dalam mimpimu aku juga yang lebih berhak”

Lelaki beragama Islam terkejut dan berkata: Apakah engkau sudah masuk Islam? Lelaki  beragama Majusi menjawab;

“Demi Allah aku dan keluargaku telah masuk Islam di tangan wanita itu, dan aku bermimpi seperti mimpimu, dalam mimpiku Rasulullah bertanya kepadaku, apakah wanita keturunan Alawiyin dan anaknya bersamamu, lalu aku menjawab, iya’, Rasulullah berkata kepadaku, bahwa istana itu buat kamu dan keluargamu, Allah telah mentakdirkan sebagai orang yang beriman di zaman Azal”

Kemudian lelaki yang beragama Islam itu bergegas pulang dari rumah lelaki yang beragama Majusi, dengan perasaan sedih dan menyesal. (Baca: Doa Nabi Saw. Kepada Perempuan Janda).

Demikian penjelasan terkait kisah hikmah; faedah menyantuni para janda. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam Bishawab.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.