Serbaserbi

Anya Geraldine Merokok, Terus Kenapa?

Beberapa waktu lalu, media sosial digegerkan oleh potongan video yang memperlihatkan artis Anya Geraldine tengah merokok di jalanan bersama teman-temannya. Video tersebut berasal dari kanal Youtube Keanu Agl saat tengah vakansi ke Paris.

Beragam komentar pun muncul dari netizen, ada yang pro dan ada juga yang kontra. Ketika ada laki-laki yang merokok, hal ini dipandang lumrah dan wajar sebagai kehidupan sosialnya. Namun, perempuan yang merokok seolah tidak memiliki tempat di tatanan sosial masyarakat. Perempuan selalu menjadi korban atas stigma negatif yang beredar di masyarakat.

Merokok itu adalah sebuah pilihan orang dewasa. Kita berhak merokok dan berhak untuk tidak merokok. Perokok mempunyai hak untuk merokok. Yang tidak merokok juga mempunyai hak untuk menghirup udara bebas tanpa asap rokok. Dan itu menjadi tugas dari pemerintah untuk menyediakannya. Ngomong-ngomong soal Anya Geraldine yang ketahuan merokok di jalanan, membuat stigma negatif terhadap perempuan merokok itu semakin tebal. Merokok dianggap hal yang bersifat jahat dan rasanya tidak patut dilakukan oleh perempuan. Jika itu dilakukan oleh seorang laki-laki, saya yakin media tidak menganggap berita tersebut menjadi heboh.

Ketika melihat isi dari berita yang mengangkat soal Anya merokok, aktifitas merokok diblur, yang membuat kita berfikiran bahwa Anya seperti sedang memegang narkoba atau barang haram lainnya. Padahal perbedaanya jelas sekali bahwa rokok itu merupakan produk yang legal, sedangkan narkoba produk yang ilegal. Rasanya berlebihan jika pemberitaan di media membuat aktifitas merokok itu menjadi buram atau blur. Seperti adegan porno di televisi yang diburamkan, aktifitas merokok dan rokok itu sudah diatur seacara ketat dalam regulasi PP 109 tahun 2012.

Iklan di televisi soal rokok pun sudah diatur jam tayangnya dan tidak menampilkan produk dan aktifitas merokoknya. Namun di media massa, tidak ada regulasi khusus yang mengatur soal memburamkan aktifitas merokok. Tidak etis jika media melakukannya tanpa melihat aturan-aturan yang berlaku di Indonesia. Merokok itu bukan tindakan kejahatan bukan?

Soal komentar dari netizen tentu kita tidak bisa mengontrol itu. Setiap isu yang beredar di media sosial tentu ada pro dan kontranya. Yang mengherankan tentu masih banyak yang menghujat Anya Geraldine dengan aktifitas merokoknya, bahkan tak jarang yang menghujatnya pun juga sama-sama perokok. Kita sebagai mahluk sosial tidak sepantasnya saling menghujat, apalagi kita sama-sama penikmat rokok. Artis atau tidak, mempunyai hak yang sama untuk merokok. Asalkan usianya sudah lebih dari 18 tahun, itu yang tercantum dalam regulasi di negara ini.

Tidak ada yang salah terhadap perempuan merokok, meskipun dia merupakan seorang publik figur. Kita sebagai fans, tentu tidak punya hak untuk mengatur seorang meski ia adalah publik figur. Walau mungkin prinsip yang mereka punyai tidak sejalan dengan prinsip yang kita percayai. Artis atau publik figur juga manusia biasa seperti kita. Mereka punya prinsip yang mereka pegang dan mereka punya hak untuk itu. Kita juga sama seperti mereka. Jika kemudian berjalannya waktu prinsip publik figur yang kita idolakan tidak sejalan dengan kita, tentu kita sebaiknya tidak menghujat atau menyudutkan mereka.

Apalagi yang dihujat adalah aktifitas biasa aja dan legal tentunya. Jangan disamakan dengan pelaku tindak kejahatan. Bahkan pelaku tindak kejahatanpun sudah bukan ranah kita untuk menghakimi. Sudah ada lembaga sendiri yang mengurus akan hal itu.

Anya yang menampilkan dirinya sebagai seorang perokok itu merupakan sebuah ketulusan. Dia tidak membedaki image-nya dengan seolah-olah tidak merokok. Walau seperti kita tahu, banyak publik figur yang seperti itu untuk menjaga pamornya di masyarakat. Semua dikarenakan stigma negatif yang sudah sejak lama disematkan pada perokok. Kita seharusnya mengapresiasi keberanian dari Anya.

Kalau misalkan kita tidak suka dengan apa yang Anya Geraldine tampilkan di media sosialnya, ya tinggal unfollow aja, gampang kan? Daripada menghujat kemudian kita juga bisa kena UU ITE.

Sumber gambar: tribunnews.com

Penulis di Komunitas Kretek

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.