Keagamaan

Kisah Hikmah Klasik (24): Syekh Al-Murta'isy Tergoda Gadis Berparas Cantik – Alif.ID

Al-Murta’isy, nama lengkapnya adalah Abdullah bin Muhammad Al-Murta’isy Al-Naisaburi. Biasa dipanggil dengan Abu Muhammad. Di bawah ini sekilas tentang kisah Syekh Al-Murta’isy ketika menikahi gadis cantik asal kota Baghdad, Irak. Berikut kisahnya:

Pada suatu hari Syekh Al-Murta’isy jalan-jalan mengelilingi kota Baghdad. Di tengah perjalanan ia merasa kehausan dan mendatangi rumah penduduk untuk sekadar meminta seteguk air.

Dari dalam rumah, keluarlah seorang gadis yang cantik jelita dengan membawa kendi yang berisi air dingin. Ketika Syekh Al-Murta’isy memandang gadis yang berparas cantik itu, seketika itu ia jatuh hati pada kecantikannya. Syekh Al-Murta’isy duduk di depan pintu gadis cantik itu, sambil menunggu orang tuannya.

Ketika pemilik rumah datang Syekh Al-Murta’isy berkata: ” Ya fulan, aku menjual hatiku dengan air ini, di rumahmu ini aku melepaskan dahagaku dengan air ini, dan hatiku berburu cinta di rumah ini.”

Orang tua gadis itu menjawab: “Di rumahku ini ada anak perempuanku, jika kamu mau menikahinya marilah masuk ke dalam rumahku.” Masuklah Syekh Al-Murta’isy ke rumah itu setelah mendapat izin dari pemilik rumah. Dinikahkanlah Syekh Al-Murta’isy dengan gadis yang cantik jelita itu, setelah mendapatkan restu dari orang tuanya.

Setelah akad nikah selesai Syekh Al-Murta’isy meminta izin untuk masuk kamar mandi, di kamar mandi ia mengganti pakaiannya dengan pakaian yang bagus dan bersih. Setelah menjelang malam, gadis cantik yang sudah menjadi istrinya itu mau masuk kamar untuk menjalani malam pertama, masuklah ia ke kamarnya, seraya mengucapkan salam pada Syekh Al-Murta’isy yang sudah menjadi suaminya.

Syekh Al-Murta’isy menyibukkan diri dengan melakukan sholat sunnah. Di pertengahan sholat Syekh Al-Murta’isy menjerit kencang, dan ia berkata: “Kembalikan padaku pakaianku.”  Suasana menjadi gaduh dan seisi rumah bertanya kepada Syekh Al-Murta’isy “Apa yang terjadi padamu?”.

Syekh Al-Murta’isy menjawab: “Tersingkap dalam rahasiaku, aku akan menanggalkan kain penutupku setelah memandang orang lain. Ketika aku memandang kepada yang lain maka akan menanggalkan batinku, dan makrifatku akan tertanggal juga.”

Setelah itu Syekh Al-Murta’isy mengambil pakaiannya dan segera memakainya. Dengan terpaksa Syekh Al-Murta’isy mentalak istrinya dan segera keluar dari rumah itu. Wallahu A’lam Bissawab.

( Disarikan dari kitab Tadzkiratul Auliya’ Juz, 1 Hlm. 503 Karya: Syekh Fariduddin Attar )

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.