Serbaserbi

Surat Yusuf 43: Kisah Mimpi Raja yang Tak Dapat Ditakwilkan Para Pembesar

Ustaz Mukhlis Mukti Al-Mughni

Yayasan Pustaka Afaf,

Lulusan Al-Azhar Mesir

Dalam tadabur Surat Yusuf Ayat 43 diceritakan kisah Raja Mesir mengalami mimpi yang tak biasa. Ia meminta mimpinya ditakwilkan oleh para pembesarnya. Namun, tak seorang pun pemuka kerajaan mampu menafsirkan mimpi sang raja.

Para pemuka kerajaan berkata bahwa mimpi sang raja hanyalah bunga-bunga tidur. Berikut kisahnya diceritakan Allah Ta’ala dalam Surat Yusuf Ayat 43:

وَقَالَ الْمَلِكُ اِنِّيْٓ اَرٰى سَبْعَ بَقَرٰتٍ سِمَانٍ يَّأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَّسَبْعَ سُنْۢبُلٰتٍ خُضْرٍ وَّاُخَرَ يٰبِسٰتٍۗ يٰٓاَيُّهَا الْمَلَاُ اَفْتُوْنِيْ فِيْ رُؤْيَايَ اِنْ كُنْتُمْ لِلرُّءْيَا تَعْبُرُوْنَ

Artinya: “Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya): “Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering.” Hai orang-orang yang terkemuka: Terangkanlah kepadaku tentang takwil mimpiku itu jika kamu dapat menakwilkan mimpi.” (QS Yusuf Ayat 43)

Pesan dan Hikmah

1. Dalam majlis kerajaan ini sang raja menyampaikan mimpinya kepada para tokoh supranatural undangannya atau para pemuka kerajaan yang dirasa mengerti tabir mimpi. Hati sang raja begitu mantap bahwa mimpinya ini bukan mimpi biasa.

2. Raja bermimpi melihat 7 ekor sapi yang gemuk-gemuk dimakan oleh 7 sapi yang kurus. Juga melihat 7 tangkai gandum yang masih hijau dan 7 tangkai gandum yang kering.

3. “Hai orang-orang yang terkemuka: Terangkanlah kepadaku tentang tabir mimpiku itu jika kamu dapat menabirkan mimpi.” Kalimat ini menunjukkan bahwa para undangan yang dihadirkan di majlis raja adalah orang-orang hebat. Persis seperti umumnya raja apbila ada masalah penting dia akan berkonsultasi kepada para penasehat dan ahlinya. Apa yang dilakukan oleh sang raja menunjukkan sikap bijaksananya yang selalu bermusyawarah dengan para penasehatnya.

Inilah jawaban para pemuka kerajaan terkait mimpi yang dialami sang Raja.

قَالُوْٓا اَضْغَاثُ اَحْلَامٍ ۚوَمَا نَحْنُ بِتَأْوِيْلِ الْاَحْلَامِ بِعٰلِمِيْنَ

Artinya: “Mereka menjawab: “(Itu) adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami sekali-kali tidak tahu menabirkan mimpi itu.” (QS Yusuf Ayat 44)

Pesan dan Hikmah:

1. Para tokoh yang hadir itu sepakat mengatakan bahwa mimpi sang raja adalah bunga tidur dan sama sekali tidak mengandung makna.

2. Mereka semua tidak mengerti arti mimpi raja yang simbolik itu. Sehingga jawaban mereka terkesan untuk menyenangkan dan menenangkan sang raja saja. Biasanya para tokoh atau pendamping raja yang dekat tidak berani memberikan info yang tidak mengenakan kepada rajanya, sehingga wajar saja jika mereka menjawabnya dengan mimpi kosong. Apalagi jika mereka mengartikan mimpi raja sebagai isyarat kejelekan, maka itu sebuah resiko baginya.

(rhs)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.