Keagamaan

Khadijah al-Kubra Cerminan Sosok Wanita Idaman | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com– Sayyidatuna Khadijah al-Kubra adalah isteri pertama nabi yang kiprahnya sering didengung-dengungkan dalam kesuksesan dakwah nabi saat awal menyebarkan agama Islam

Beliau dengan nama lengkap Khadijah binti Khuwailid sosok wanita Quraisy yang terkenal dengan kekayaan yang amat melimpah. sejak muda Sayyidah Khadijah tidak hanya terkenal karena kekayaannya. 

Namun ia juga terkenal sebagai businesswoman, sosok wanita Quraisy yang bernasab mulia, memilkii tingkah laku dan tutur kata yang baik, sosok wanita dan istreri solihah yang banyak di idam-idamkan oleh para pria Quraisy pada masanya. 

Meski Sayyidah Khadijah al-Kubra memiliki harta yang melimpah, namun hal tersebut tidak mencegahnya untuk menjadi sosok wanita tangguh yang mandiri, sikap dan seluruh tindakannya mencerinkan bahwa ia adalah sosok wanita rasional (aqilah), memiliki pemikiran yang tajam dan mendalam (baidzatun nadazri), dan bijak dalam menentukan setiap keputusan. (Ali Fikri, Ahsanul Qashashi, Dar Al-Kutub Al-Alamiyyah, Vol.6, hal.16).

 Di antara sikap bijaknya tergambar dari keputusan beliau untuk tidak menghambur-hamburkan harta namun mengelola hartanya dengan cara berbisnis dan melakukan perdagangan. 

Kisah cinta antara Nabi dan Sayyidah Khadijah dimulai sesaat setelah Maysarah budak Khadijah menceritakan cerita-cerita menakjubkan dan kejujuran serta sifat nabi kepada Khadijah, sehingga kemudian beliau dipersunting oleh nabi. 

Sesaat setelah diperisteri nabi nampak khadijah sebagai isteri yang betul-betul mendukung dan menjadi support system bagi suaminya, di mana setelah nabi mengemban misi kenabian, para ulama’ sepakat bahwa Khadijah lah orang pertama yang yakin dan Iman atas ajaran yang nabi bawa. (Yasiin Khatib, Kitabu Raudatu Al-Fiiha’ Fi A’lamin Nisa’, Vol.1, hal.44) 

Tidak hanya support secara materil seperti posisi Khadijah yang menjadi pemberi kucuran dana besar terhadap peperangan dan perjuangan nabi, namun support secara immaterial pun ia berikan dengan sepenuh hati, berupa dukungan, dan menghibur nabi di kala nabi mendapat hinaan dari orang kafir Quraisy, dalam kondisi demikian ia tak sedikitpun mengeluh kepada nabi, ia sagat sabar dan menerima segala ujian dakwah yang menimpa meraka. (Umar Ahmad Ar-Rawi, Nisa’ Haula Ar-Rasul, hal.49)

Selain sifat-sifat terpuji di atas, Sayyidah Khadijah merupakan wanita yang sangat pemberani, sikap ini nampak pada saat wahyu pertama turun kepada nabi, Al-Kisah bahwa nabi sedikit gugup kala itu, namun dengan berani dan penuh ketenangan Khadijah berkata 

ابشر فلن يخزيك الله ابدا انك لتصل الرحم وتصدق الحديث وتؤدى الامانة وتحمل الكل وتقري الضيف وتعين على نوائب الحق

“ Berbahagialah, sesungguhnya Allah tidak akan membuatmu hina, sesungguhnya engkau menyambung tali persaudaraan, membenarkan ucapan, menunaikan amanah, menanggung semuanya, memuliakan tamu, dan menolong atas kebenaran yang konsisten”. (Umar Ahmad Ar-Rawi, Nisa’ Haula Ar-Rasul, hal.51)

Sikap demikian ini kemudian membuat ia memiliki posisi yang begitu spesial di hati nabi yang mulia, sosoknya sering dipuji-puji oleh nabi meski setelah ia wafat, bahkan ada banyak hadis nabi yang menggambarkan betapa mulianya, sosok Ummul Mukminin yang satu ini, di antaranya adalah hadis nabi yang diriwayatkan oleh Abi Hurairah 

عن ابي هريرة ان جبريل قال للنبي صلى الله عليه وسلم بشر خديجة ببيت فى الجنة من قصب لا صخب فيه ولا نصب

“Diceritakan Dari Abi Hurairah Bahwa Jibril berkata kepada nabi “ Berikanlah kabar bahagia kepada Khadijah atas sebuah rumah di surga (rumah) dari rotan yang tidak ada kebisingan dan tidak ada kepayahan di dalamnya” (Ibn Al-Qayyim Al-Jauzy, Hadi A-Arwah Ila Biladi Al-Afrah, Maktabah Al-Mutanabby, hal.245). Tidak hanya dijamin dengan sebuah tempat tinggal di surga, Sayyidah Khadijah disebutkan sebagai salah satu dari wanita surga yang paling utama, sebagaimana hadis nabi

عن ابن عباس رضي الله عنه قال خط رسول الله صلى الله عليه وسلم اربعة خطوط قال اتدرون ما هذا؟ قالوا الله ورسوله اعلم فقال رسول الله صلى الله عليهوسلم (افضل نساء اهل الجنة خديجة ابنة خويلد و فاطمة بنت محمد ومريم ابنة عمران واسية امراة فرعون

“Diceritakan dari Ibn Abbas RA. ia berkata bahwa nabi menulis empat garis, kemudian nabi bertanya,” apakah kalian tau hal ini?” Sahabat menjawab “Allah dan Rasulnya yang lebih tau” , kemudian nabi SAW. bersabda “Wanita penghuni surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah istri Firaun”. ) Imam Bukhari, Sahih Bukhari Vol.7, hal. 340).

Rasa cinta dan posisi Khadijah yang sangat istimewa di hati nabi bahkan sesekali membuat Sayyidah Aisyah merasakan kecemburuan. 

Gambaran singkat tentang sikap Sayyidah Khadijah serta perannya sebagaimana di atas memberikan kita sebuah ilustrasi, bahwa wanita atau seorang istri yang luar biasa adalah isteri yang dapat bertindak secara mandiri tanpa selalu memiliki ketergantungan kepada pasangannya, terutama dalam hal kemandirian ekonomi dan finansial. 

Selain itu seorang wanita atau istri harus memiliki peran dan andil atas setiap hal yang terjadi dan menyangkut kehidupan pasangannya, andil dalam memberikan support, turut menyumbangkan pemikiran.

Atau bahkan mengorbankan harta yang dimiliki untuk mendukung setiap kebaikan yang dilakukan oleh pasangan, sebab saling memberi support dan bantuan untuk kebaikan dunia dan juga akhirat merupakan salah satu indikator keharmonisan.

Demikian khazanah hidup Khadijah al-Kubra, yang merupakan cerminan sosok wanita idaman. Semoga bermanfaat. (Baca: Mahar Rasulullah Saat Menikahi Sayyidah Khadijah )

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.