Keagamaan

Lebih Afdhal Mana Malam Jum’at atau Lailatul Qadar? | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com- Berikut penjelasan terkait lebih afdhal mana malam Jum’at atau Lailatul Qadar? Sejatinya, dua malam itu merupakan malam yang mulia. Lebih jelas, ini penjelasan keutamaan kedua malam itu. 

Sudah maklum bahwasanya di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, akan ada malam yang disebut dengan lailatul qadar. Malam di mana, ibadah di waktu itu lebih baik dari ibadah semasa 1000 bulan (83 tahun 4 bulan). Tak ayal, Rasulullah SAW mendorong ummatnya untuk mengencangkan porsi ibadahnya, agar mendapatkan malam lailatul qadar. 

Karena kita juga punya malam jum’at, malam manakah yang lebih Afdhal (utama) di antara keduanya? Sulthon Al-Auliya’ Syekh Abdul Qadir Al-Jilani dalam bukunya yang berjudul Al-Ghunyah Li Talibi Tariq al-Haq Juz 2 halaman 19 beliau membahas ini, dijelaskan: 

اختلف أصحابنا في ذلك، فاختار الشيخ أبو عبد الله بن بطة، والشيخ أبو الحسن الجزرى، وأبو حفص عمر اليرمكى -رحمهم الله -أن ليلة الجمعة أفضل.

واختار أبو الحسن التميمى -رحمه الله -أن الليلة التي أنزل فيها القرآن من ليالي القدر أفضل من ليلة الجمعة، فأما أمثال تلك الليلة من ليالي القدر فليلة الجمعة أفضل.  وقال أكثر العلماء: ليلة القدر أفضل من ليلة الجمعة وغيرها من الليالي.

“Ashab kami berbeda pendapat mengenai malam mana yang lebih baik, antara malam jum’at atau malam lailatul qadar. Menurut Syekh Abu Abdillah bin Bathhah, Syekh Abul Hasan Al-Jazari, dan Abu Hafs Umar Al-yarmaki –Rahimahumullah-, malam jumat lah lebih utama. 

Sedangkan menurut Abul Hasan Al-tamimi Rahimahullah, bahwasanya malam di mana di sana diturunkannya al-qur’an, yakni salah sekian di antara malam lailatul qadar, adalah lebih afdhal dari pada malam jumat.

Adapun malam yang serupa dengan malam lailatul qadar (malam diturunkannya al-qur’an), maka malam jum’at lah yang lebih utama. Adapun versi mayoritas ulama’, malam lailatul qadar itu lebih baik dari pada malam jumat dan malam lainnya”.

Syekh Abdul Qadir Al-Jilani melanjutkan penjelasannya:

وجه اختيار أصحابنا ما روى القاضي الإمام أبو يعلى -رحمه الله -بإسناده عن ابن عباس -رضي الله عنهما -أنه قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم -: “يغفر الله ليلة الجمعة لأهل الإسلام أجمعين” وهذه فضيلة لم تنقل عنه -عليه الصلاة والسلام -لغيرها من الليالي. 

“Pendapat Ashab kami itu bertendensi pada atsar yang diriwayatkan oleh Al-Qadi Al-Imam Abu Ya’la yang bersambung hingga Abdullah bin Abbas. Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda “pada malam jumat, Allah mengampuni seluruh hambanya yang beragama Islam”. Ini adalah suatu keutamaan yang man Baginda Rasulullah SAW tidak menukil ini untuk malam lainnya”.

Adapun pendapat yang menyatakan bahwasanya lailatul qadar lebih utama dari pada malam jumat, mereka bertendensi pada surat al-qadar ayat 3.

Meskipun demikian, Banyak sekali keutamaan yang ada di malam jumat, namun tidak ada di malam lailatul qadar. Lalu bagaimana jika ada yang bertanya, aoa interpretasimu terhadap firman Allah yang ada di surat al-qadar ayat 3 “Lailatul qadar lebih baik dari pada 1000 bulan”? Syekh Abdul Qadir Al-Jilani menjawab:

قيل: المراد بها خير من ألف شهر ليس فيها ليلة الجمعة، كما أن تقديرها عندهم خير من ألف شهر ليس فيها ليلة القدر، وأيضا أن ليلة الجمعة باقية في الجنة، لأن في يومها تقع الزيارة إلى الله سبحانه وتعالى وهي معلومة في الدنيا بعينها على القطع، وليلة القدر مظنون عينها.

“Yang dimaksud dengan lebih baik dari 1000 bulan adalah hari yang tidak ada malam jumatnya, seperti halnya anggapan mereka yang mengatakan lebih baik dari 1000 bulan, yang tidak ada malam lailatul qadarnya. (Baca juga: Manfaat Hubungan Seksual Malam Jumat Menurut Kitab Fathul Izar)

Malam jumat lebih utama juga karena malam inilah yang kekal hingga kelak di surga, sebab pada malam itu akan ada sowan ke hadirat gusti Allah SWT. Dan juga karena malam jumat itu diketahui dengan pasti, sedangkan malam lailatul qadar adalah malam yang tidak pasti diketahui adanya, yakni masih bersifat praduga”. Wallahu A’lam bi Al-Shawab

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.