Berita

Blokade TPST Piyungan Dibuka Hari Ini – kbr.id

Blokade TPST Piyungan Dibuka Hari Ini

Kondisi depo sampah yang mulai tampak penuh di Kotabaru Yogyakarta, Jumat, 18 Maret 2022. Foto: KBR/Ken Fitriani.

KBR, Yogyakarta- Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan diblokade warga sejak beberapa hari lalu. Akibatnya, terjadi penumpukan sampah di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul.

Untuk mengatasi hal itu, Pemda DIY berdialog bersama perwakilan warga Sitimulyo, Kemantren Piyungan, Kabupaten Bantul di Gedung Pracimosono, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu, 11 Mei 2022.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengaku ada beberapa poin yang disepakati dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 5 jam itu. Salah satunya, warga secara sukarela membuka TPST Piyungan, mulai hari ini, Kamis, 12 Mei 2022.

“Jadi, Pak Lurah dan warga sudah sepakat untuk dibuka secara sukarela. Tidak ada yang memaksa untuk membuka. Tapi, warga secara sukarela membuka juga memahami kepentingan warga di seluruh DIY,” kata Aji usai pertemuan tersebut di Kompleks Kepatihan, Rabu, (11/5/2022).

Faktor Komunikasi

Aji menambahkan, dalam pertemuan tersebut Pemda DIY menerima aspirasi dari warga dan perangkat desa. Antara lain, permintaan perbaikan agar dampak lingkungan akibat sampah dapat diminimalisasi.

“Warga juga menginginkan Pemda DIY untuk mempercepat pembangunan pengolahan sampah,” ujarnya.

Menurut Aji, pemblokiran terjadi karena komunikasi yang tidak lancar dengan masyarakat. Ia berharap, komunikasi akan terus dilakukan secara terus menerus, agar penutupan akses ke TPST Piyungan tidak terjadi lagi.

“Kebutuhannya kita akan lakukan komunikasi terus menerus kalau ada hal-hal yang perlu kita lakukan. Tidak perlu terjadi lagi (pemblokiran) seperti ini. Kuncinya komunikasi,” tandas Aji.

Minim Sosialisasi

Lurah Sitimulyo, Kemantren Piyungan, Kabupaten Bantul, Juweni mengakui ada komunikasi tidak lancar yang kemudian berdampak pada pemblokiran akses TPST Piyungan oleh warga. Faktor lain adalah kurangnya sososialisasi terhadap warga, terkait kebijakan yang akan dilakukan pemerintah di TPST Piyungan.

“Selama ini sering terjadi aksi karena kurangnya komunikasi. Pertemuan kali ini sangat memuaskan. Karena diskusi dari warga dan pemprov bisa berjalan dengan baik. Hasilnya juga bagus. Semoga hasil pembicaraan nanti membawa hasil yang lebih baik,” kata Juweni.

Baca juga:

Presidensi G20, Tito Sentil Kepala Daerah yang Buruk Kelola Sampah

Editor: Sindu

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.