Serbaserbi

Profil Manusia Saat Menghadap Allah Ta'ala di Akhirat Kelak

Nanti di hari yaumil hisab atau hari akhirat, akan ada empat jenis manusia ketika menghadap Allah Ta’ala di akhirat. Lalu, siapa saja mereka? Dan bagaimana sebenarnya profil mereka itu?

Pada hari kiamat, manusia sangat membutuhkan perlindungan Allâh Azza wa Jalla . Pada hari itu mereka dikumpulkan di tempat lapang yang sangat luas, tidak ada naungan apapun juga. Mereka dikumpulkan dalam keadaan telanjang, tidak memakai alas kaki, tidak ada sehelai benang pun di tubuhnya, laki-laki dan perempuan sama.

Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda :

“Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan dihimpun (pada hari Kiamat) menuju Allâh Azza wa Jalla dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, dan tidak dikhitan.” (HR Bukahri – Muslim).

Kemudian matahari didekatkan di atas kepala-kepala manusia, hingga peluh keringat bercucuran membasahi tubuh mereka. Sebagian manusia, ada yang terendam sebatas mata kakinya, ada yang terendam sebatas lututnya, ada yang sampai pinggangnya, ada yang sampai pundaknya, bahkan ada yang sampai ke mulutnya. Keadaan mereka ini sesuai dengan amalan-amalan mereka.

Rasulullah Shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:

“(Pada hari Kiamat) matahari akan didekatkan (oleh Allâh) kepada seluruh makhluk hingga hanya sejarak satu miil”. (HR Bukhari).

Dikutip dari tulisan Ustadz M Saifudin Hakim M.Sc, dijelaskan, di hari yaumil hisab atau hari akhirat itulah, ada empat jenis manusia ketika menghadap AllahTa’aladi akhirat, yaitu :

Pertama, orang-orang yang bersegera dalam kebaikan(as-saabiquun bil khairaat).

Kedua,al-muqtashid(hamba yang pertengahan).Disebut juga denganash-haabul yamiin(golongan kanan).

Ketiga, orang-orang yang menzalimi diri sendiri(azh-zhalimu li nafisihi).

Keempat,orang-orang kafir. Disebut juga denganash-haabul masy’amah.

Tiga kelompok pertama semuanya termasuk orang-orang yang beriman. Mereka adalah orang-orang yang mendapatkan warisan ilmu dari Al-Qur’an. Mereka secara umum juga hamba-hamba Allah yang terpilih.

AllahTa’alaberfirman :

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri (1) dan di antara mereka ada yang pertengahan (2) dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan (3) dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.”(QS. Faathir [35]: 32)

AllahTa’alajuga menyebutkan dua kelompok yang pertama(as-saabiqdanal-muqtashid)di awal dan di akhir surat Al-Waqi’ah, kemudian menyebutkan jenis ketiga yaitu orang-orang kafir.

AllahTa’alaberfirman,

وَكُنْتُمْ أَزْوَاجًا ثَلَاثَةً

“Dan kamu menjadi tiga golongan.”(QS. Al-Waqi’ah [56]: 7)

فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ ؛ وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ ؛ وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ ؛ أُولَئِكَ الْمُقَرَّبُونَ

“Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu. Dan orang-orang yang beriman paling dahulu. Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah.”(QS. Al-Waqi’ah : 8-11)

Di akhir surat kemudian disebutkan,

فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّتُ نَعِيمٍ ؛ وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ ؛ فَسَلَامٌ لَكَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ ؛ وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِينَ الضَّالِّينَ ؛ فَنُزُلٌ مِنْ حَمِيمٍ ؛ وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ

“Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh ketenteraman dan rizki serta surga kenikmatan. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan, maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan. Dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat, maka dia mendapat hidangan air yang mendidih, dan dibakar di dalam jahannam.”(QS. Al-Waqi’ah : 89-94)

Lalu, siapa sajakah mereka? As-saabiquun bil khairaatadalahal-muqarrabuun,orang-orang yang didekatkan oleh AllahTa’ala.Mereka adalah orang-orang yang suka berbuat kebaikan(ahlul ihsaan).Inilah kedudukan tertinggi seseorang di sisi AllahTa’ala.Mereka adalah orang-orang yang menunaikan kewajiban(fardhu)dan meninggalkan perkara yang haram. Mereka juga semangat melaksanakan berbagai perkara sunnah. Mereka tinggalkan perkara yang haram dan makruh, juga meninggalkan perkara syubhat karena khawatir akan terjatuh dalam perkara yang haram.

Al-muqtashiduun,mereka disebut juga denganash-haabul yamiinatauash-haabul maimanah.Mereka adalah orang-orang yang menunaikan berbagai macam kewajiban dan meninggalkan perkara yang AllahTa’alaharamkan. Mereka menjaga batasan-batasan syariat AllahTa’ala.Akan tetapi, mereka tidak memiliki semangat untuk mengerjakan perkara-perkara sunnah, sebagaimana golonganas-saabiquun.Mereka juga terkadang terjatuh dalam perkara makruh. Mereka juga bermudah-mudah dalam mengerjakan perkara yang mubah. Tidak sebagaimana golongan pertama(as-saabiquun)yang berhati-hati meskipun dalam perkara mubah ketika khawatir akan berlebih-lebihan di dalamnya.

Dua golongan pertama ini termasuk ahlul jannah (penghuni surga), dan akan masuk surga tanpa disiksa di neraka.

Adapun golongan ketiga, yaituazh-zhaalimu li nafsihi(orang yang menzhalimi diri sendiri), mereka adalah orang-orang beriman yang meninggalkan sebagian perkara yang wajib dan terjatuh dalam sebagian perkara yang haram. Mereka adalah orang-orang yang beriman sehingga pada akhirnya akan menjadi penduduk surga.

Akan tetapi, mereka ini dikhawatirkan akan masuk neraka terlebih dahulu karena maksiat yang mereka kerjakan. Mereka ini tergantung pada kehendak AllahTa’ala,sebagaimana firman-Nya,

وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Dan Allah mengampuni segala dosa selain syirik itu, bagi siapa saja yang Allah kehendaki.”(QS. An-Nisa’ : 48)

Terkadang, AllahTa’alamengampuni dosa-dosa mereka kemudian langsung memasukkan mereka ke dalam surga. Namun terkadang, AllahTa’alaakan azab dulu mereka di neraka, kemudian mengeluarkan mereka dari neraka dan memasukkannya ke dalam surga.

Adapun golongan keempat adalah orang-orang kafir, mereka adalahash-haabul masy’amah, ash-haabul syimaal,mereka adalah orang-orang yang mendustakan dan sesat. Orang-orang kafir ini bermacam-macam, baik dari golongan Yahudi, Nashrani, Majusi, orang-orang munafik, dan orang-orang musyrik. Mereka adalah orang-orang yang akan kekal di neraka, selama-lamanya.

Wallahu A’lam

(wid)Widaningsih

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.