Keagamaan

Nurcholis Majid: Refleksi Iman dan Ilmu | Bincang Syariah

BincangSyariah.Com– Nurchlois Madjid merupakan salah satu tokoh cendikiawan muslim Indonesia. Pelbagai karya dan tulisannya, dapat dijumpai. Termasuk warisan keselarasan antara Islam dan keindonesiaan. Inilah pandangan Nurcholis Majid, terkait refleksi iman dan ilmu.

Tidak ada salahnya seseorang memiliki pandangan bahwa iman merupakan hal primer, yang utama dan ilmu adalah sekunder, pelengkap. Barangkali, pandangan tersebut lahir dari pemahaman potongan ayat al-quran.

{ يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (11)} [المجادلة: 11]

“… Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang memiliki pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Tahu dengan perbuatan kalian”

Secara hierarki nilai, dalam ayat tersebut, iman lebih dulu disebutkan oleh Allah swt dibandingkan ilmu. Sepintas, mengindikasikan bahwa iman memiliki nilai lebih dari pada ilmu. 

Hal ini  bisa diilustrasikan bahwa, “lebih baik orang yang jujur meski bodoh dari pada berilmu tapi jahat”. karena kepandaian di tangan orang yang jahat bisa jadi menunjang kejahatannya sehingga berlipat ganda dan semakin merusak. 

Refleksi Madjid antara iman dan ilmu

Namun, jika kita telisik lebih dalam lagi, Nurcholis Madjid mengatakan, sesungguhnya janji Tuhan tentang pengungulan, superioritas dan supremasi diberikan kepada mereka yang beriman dan berilmu sekaligus. Karena Iman akan mendorong seseorang untuk senantiasa berbuat baik agar mencapai ridha Ilahi

Sedangkan ilmu melengkapi dengan kemampuan menemukan cara dan teknis yang efektif serta tepat dalam melaksanakan dorongan berbuat baik tersebut. (Baca juga: Cak Nur dan Modernisasi Pesantren: Refleksi Buku Bilik-Bilik Pesantren Nurcholish Madjid).

Artinya, iman dan ilmu merupakan jaminan keunggulan dan superioritas sebab dengan iman seseorang dididik untuk memiliki nilai-nilai yang luhur, dan dengan ilmu seseorang diberi arah yang baik dalam teknis merealisasikan nilai luhur tersebut.

Karena yang menjadi persoalan adalah keberhasilan usaha kebaikan secara maksimal dan ideal, maka sesungguhnya iman dan ilmu tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Kekalahan orang atau organisasi yang baik dengan orang atau kelompok yang jahat jelas bukan karena faktor keimanannya, melainkan faktor ilmu dan pengetahuannya. 

Masalah yang cukup pelik ialah orang yang memiliki iman namun tidak disertai dengan ilmu. Maka ada kemungkinan orang tersebut melakukan hal baik namun tidak tepat atau efektif.

Bahkan, tidak jarang, justru komitmen baik itu dilaksanakan dengan cara yang sarkas sehingga bertentangan dengan nilai-nilai luhur yang diyakini itu sendiri.

Ada banyak contoh di kehidupan sehari-hari, khususnya di era keislaman sekarang, bagi orang yang beriman membela agama merupakan kewajiban, amar makruf dan nahi mungkar merupakan kewajiban.

Bagi yang memiliki keimanan saja mereka hanya mentok beriman atau meyakini bahwa amar makruf-nahi mungkar tugas yang luhur. (Baca juga: Nurcholish Madjid: Intelektual dengan Gagasan;Islam Yes, Partai Islam No).

Namun dalam tataran praktiknya, tidak jarang tindakan-tindakan yang ditempuh justru menjatuhkan nilai amar makruf-nahi mungkar tersebut. tidak sedikit pula, orang yang beriman membela agama ketika hendak merealisasikan justru mencontreng dari agama yang ingin dibela. 

Mungkin saja, hal ini yang dimaksudkan dengan dawuh Kiai Afifuddin Muhajir dalam salah satu bukunya, beliau mengatakan, “orang yang hanya bersemangat beragama namun tidak diimbangi dengan pengetahuan agama yang memadai akan menimbulkan tindakan anarkis”.

Oleh karena itu, idealnya, iman dan ilmu adalah yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya, merupakan sesang sayap yang mesti dimiliki oleh seseorang agar mengarahkan dalam prilaku yang baik dari keyakinan yang baik pula.

Demikian penjelasan refleksi Nurcholis Majid, antara iman dan ilmu. Semoga bermanfaat. (Baca juga: Cak Nur dan Modernisasi Pesantren: Refleksi Buku Bilik-Bilik Pesantren Nurcholish Madjid).

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.